Rapor Penampilan Pemain-Pemain Muda Manchester United Musim 2015-16

Keinginan Louis van Gaal untuk memperkenalkan produk akademi Setan Merah ke tim pertama diterima dengan senang hati oleh para penggemar Manchester United. Paul Wilkes menganalisis bagaimana penampilan lima pemain yang memiliki prospek cerah musim ini...

Louis van Gaal telah memberikan debut tim utama kepada 14 pemain akademi sejak dirinya menjadi pelatih Manchester United pada tahun 2014 lalu. Bahkan, krisis cedera di Old Trafford membuat enam produk akademi melakukan debut sekaligus pada bulan Februari lalu, sementara pemain-pemain muda lainnya melakukan hal serupa pada awal musim.

"Ini adalah budaya Manchester United, saya pikir itu menjadi penyebab mengapa mereka (United) memilih saya sebagai manajer," kata Van Gaal setelah tim mudanya mengalahkan Arsenal 3-2 bulan lalu. "Dan lebih mudah menunjukkan kepada pemain muda apa yang seharusnya dilakukan daripada para pemain senior, yang mana memiliki pendapat sendiri. Saya seperti seorang guru dan para pemain muda bisa banyak belajar."

Van Gaal memberikan selamat bagi Marcus Rashford atas dua golnya ke gawang Arsenal

1. Cameron Borthwick-Jackson

Masalah cedera yang menimpa Luke Shaw, Marcos Rojo, dan Matteo Darmian membuat Cameron Brothwick-Jackson terus bermain di tim utama sampai dirinya juga mengalami masalah kebugaran. Full-back kiri tersebut memulai pertandingan kompetitif pertamanya saat melawan West Brom pada November lalu, sebelum tampil secara penuh saat kalah dari Bournemouth, 2-1, beberapa minggu kemudian.

Positioning mungkin merupakan atribut terbesar yang dimiliki Brothwick-Jackson, dengan kecenderungannya untuk berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk melakukan intersepsi dan melakukan blocking secara cekatan

Pemain berusia 19 tahun tersebut, yang baru-baru ini digantikan pada jeda babak pertama saat melawan Shrewsbury di Piala FA karena menderita cedera, kuat dalam penguasaan bola dan gemar maju ke depan untuk melakukan umpan silang dan overlap.

Positioning mungkin merupakan atribut terbesar yang dimiliki Brothwick-Jackson, dengan kecenderungannya untuk berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk melakukan intersepsi dan melakukan blocking secara cekatan. Dia memang masih harus meningkatkan kemampuan tekelnya, tapi perlu dicatat bahwa dirinya memiliki rataan key pass yang lebih baik daripada Bastian Schweinsteiger atau Memphis Depay.

Borthwick-Jackson memberikan assist kepada Lingard yang membuat gol pembuka saat melawan Stoke pada Februari lalu, dan hanya melakukan lima kali kesalahan umpan dari 41 kali percobaan umpan yang dilakukannya.

2. Guillermo Varela

Jebolan timnas Uruguay U-20 ini tampil impresif bulan lalu dengan kemampuannya untuk menusuk ke area sepertiga akhir dan membantu rekan setimnya saat dia maju ke depan. Varela terlibat dalam proses dua gol pertama Manchester United ke gawang Arsenal, dengan level energinya yang tinggi dan sikap baiknya yang memastikan bahwa dia juga tidak menghindari tanggung jawabnya dalam bertahan.

Guillermo Varela vs Midtjylland - Individual Highlights - 25/02/16 - HD

Varela memberikan assist bagi Rashford

Karena badannya relatif kurang tinggi, dia bisa bermasalah dengan umpan silang dan bola-bola mati, tapi dia memiliki kegigihan khas Amerika Selatan yang kadang-kadang membuatnya bisa melampaui batasannya. Tapi itulah yang diharapkan darinya, dan keinginannya untuk terjebak dalam hal itu - pemain berusia 22 tahun tersebut melakukan tiga kali tekel sukses dan empat intersepsi baik saat melawan Arsenal dan Watford - tentu saja lebih ke arah positif daripada negatif.

"Dia maju ke depan, bertahan dengan bagus, dia begitu agresif seperti dia telah bermain 10 tahun sebelumnya," kata rekan setimnya, Juan Mata, pada MUTV. Varela tampil dalam sejumlah kesempatan bersama Manchester United di berbagai macam kejuaraan dan dirinya bisa menjadi pengganti yang layak bagi Darmian dalam beberapa tahun ke depan.

3. Paddy McNair

McNair suka melakukan tekel dan retensi bolanya sangat bagus, seperti yang ditunjukkannya ketika melawan Bournemouth di mana dia secara mengejutkan melakukan umpan sukses terbanyak daripada pemain-pemain lainnya di atas lapangan

Pemain bertahan ini telah bermain sebagai bek tengah dalam sistem yang menggunakan tiga dan empat pemain belakang, dan juga pernah bermain sebagai full-back kanan. McNair suka melakukan tekel dan retensi bolanya sangat bagus, seperti yang ditunjukkannya ketika melawan Bournemouth di mana dia secara mengejutkan melakukan umpan sukses terbanyak daripada pemain-pemain lainnya di atas lapangan.

Penampilan perdananya musim ini terjadi saat bermain imbang 1-1 melawan Leicester City di mana permainannya dikritik oleh Louis van Gaal, manajernya. "Kami memberikan bola itu karena McNair pada saat itu berpikir bahwa dirinya seorang striker, lalu dia memberikan ruang terbuka kepada lawan dan mereka dapat mengeksploitasinya," kata Van Gaal.

Waktu bermainnya terbatas pada beberapa pekan terakhir, tetapi manajer asal Belanda itu masih melihat dirinya sebagai anggota penting di dalam skuat; sejumah tim dari Championship menginginkan pemain tersebut pada bulan Januari lalu, tapi sang manajer dan direksi menolak untuk meminjamkan McNair

4. Marcus Rashford

Cedera malang yang dialami Martial saat pemanasan memberikan Rashford kesempatan tak terduga saat menghadapi Midtjylland. Karier penyerang asal Inggris tersebut tidak bisa dimulai dengan lebih baik lagi, karena ia mampu mencetak dua gol dari dua peluang yang ia dapat dalam bentrokan melawan juara Denmark tersebut di kancah Europa League.

Marcus Rashford [DEBUT] vs Arsenal (H) HD 720p 28/02/2016

Rashford mencetak gol ke gawang Arsenal

Dongeng berlanjut ketika dirinya mengulangi prestasinya saat melawan Arsenal hanya tiga hari kemudian. "Saya bisa membayangkan pada game pertamanya dia dapat melakukannya (mencetak gol) karena dirinya seorang penyerang dan dia datang dalam situasi untuk mencetak gol," kata Van Gaal. "Di laga keduanya, dia juga melakukan apa yang manajer ingin dirinya lakukan dan dia melakukannya secara fantastis."

Dengan Wayne Rooney yang masih cedera, Rashford sepertinya akan terus menjadi pilihan utama di depan, tetapi harapan yang tidak masuk akal harus diturunkan demi perkembangannya. Ketenangannya dan sentuhan klinisnya di depan gawang luar biasa, sementara kecepatannya dan pergerakannya yang cerdas bisa membuatnya mengalahkan bek-bek lawan dalam situasi satu lawan satu, tapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan berdasarkan permainannya yang serba bisa.

5. Timothy Fosu-Mensah

Pria serbaguna ini memperkenalkan diri kepada umat Old Trafford sebagai full-back kiri dalam 30 menit terakhir kemenangan United atas Arsenal, dan hanya tiga hari kemudian dirinya bermain penuh di pusat pertahanan saat United mengalahkan Watford.

Daley Blind terlihat sering berteriak untuk memberikan petunjuk ke arah bek berusia 18 tahun tersebut di dalam kemenangan melawan Arsenal karena kegembiraan Fosu-Mensah menyebabkannya sering berkeliaran ke lini tengah.

Dalam jangka panjang, perawakan fisiknya menunjukkan bahwa dirinya mungkin lebih layak bermain sebagai center-back atau holding midfielder. Fosu-Mensah berhasil melakukan tiga kali tekel sukses dari lima kali usahanya dan melakukan lima intersepsi saat menghadapi duo Watford, Troy Deeney dan Odion Ighalo, dengan kemampuan adaptasinya di dalam pertandingan tersebut saat dipaksa menghadapi tantangan di area yang lebih tinggi.

Fosu-Mensah sangat bagus dalam melakukan tekel, nyaman di udara dan sepertinya akan sering terlibat hingga perjalanan United pada musim ini mencapai klimaksnya.

Lebih banyak fitur setiap harinya di FFT.com • Artikel tentang Man United lainnya