Analisa

Rating Para Pemain Indonesia U-22 dalam Kemenangan 1-0 Atas Timor Leste di SEA Games 2017

Timnas sepakbola Indonesia U-22 kembali meraih hasil positif di SEA Games 2017. Kali ini, Timor Leste yang ditaklukkan dengan skor tipis 1-0. Lalu bagaimana performa para pemain timnas?

We are part of The Trust Project What is it?

Kurniawan Kartika Ajie: 6,5

Praktis, hanya cederalah yang menodai penampilan apik Ajie pada laga kali ini. Tak seperti saat meladeni Filipina yang nyaris membuat Ajie ‘menganggur’ di bawah mistar gawang, perlawanan dari Timor Leste bisa dibilang cukup menggigit. Publik serta para pendukung Indonesia tentu berharap cedera Ajie kali ini tak terlalu parah sehingga bisa bermain di partai selanjutnya.

Gavin Kwan: 6

Posisi bek kanan memang menjadi posisi rotasi kegemaran coach Luis Milla sejauh ini. Putu Gede yang tampil solid melawan Filipina kini harus bergantian main dengan Gavin Kwan kembali. Pemain berdarah Amerika Serikat dari ayahnya tersebut kali ini bermain cukup disiplin. Namun sayangnya ia tak banyak ikut menyokong pergerakan Febri Hariyadi di sayap kanan sepanjang babak pertama laga berlangsung.

Hansamu Yama: 7

Konsistensi Hansamu Yama dalam mempertahankan level permainannya memang sangat luar biasa. Sudah tiga pertandingan yang ia jalankan sejauh ini, sang skipper timnas U22 tersebut masih tampil luar biasa. Meski sempat mengalami miskomunikasi dengan Ricky Fajrin di babak pertama, namun selanjutnya penampilan pemain Barito Putera ini lebih banyak bekerja untuk mematahkan peluang-peluang Timor Leste. Penyedia statistik Labbola mencatat Hansamu melakukan tiga tekel bersih, empat intersep serta tiga kali menang duel udara.

Ricky Fajrin: 6

Jika saja pemain Timor Leste bisa mengoper dengan akurat ke ruang yang kosong dan terjangkau, mungkin saja blunder Ricky Fajrin akan menjadi gol karena situasinya akan satu lawan satu dengan kiper Indonesia, Kartika Ajie. Beruntung, tampaknya pemain Timor Leste memiliki akurasi yang lebih baik dalam urusan tekel keras ketimbang akurasi dalam mengoper bola sehingga peluang dari blunder Fajrin tak menjadi apapun saat itu. Fajrin mesti meningkatkan lagi komunikasinya dengan Hansamu serta pemain bertahan yang lain saat pertandingan berlangsung.