Mengenang Legenda, Raul Gonzales, Blanco yang Melegenda bersama Los Blancos

Siapa pemain terbesar dalam sejarah sepakbola Spanyol? Adalah sebuah kesalahan jika tidak menyebut Raul Gonzales sebagai salah satunya. Zakky BM mengingat kembali perjalanan karier legenda Real Madrid ini...

Terhitung hampir 9000 pemain yang bermain sejak tahun 1920 di tanah matador menjadi sampel penelitian dari Centre for Investigation into the History and Statistic of Spanish Football. Penelitian yang mereka lakukan baru-baru ini tersebut menghasilkan kesimpulan yang menyatakan bahwa pemain terbaik sepanjang sejarah La Liga Spanyol ternyata bukanlah Lionel Messi ataupun Cristiano Ronaldo yang kini masih membela panji Barcelona dan Real Madrid. Posisi pemain terbaik La Liga sepanjang masa menurut penelitian tersebut adalah milik pria asli Madrid yang bernama; Raul Gonzalez Blanco.

Apa yang kita ingat dari Raul? Nomor punggung 7? Betul. Gol-gol yang melimpah? Benar. Atau, legenda dari Real Madrid? Itu yang paling tepat. Karena, seperti yang kita ketahui, nomor punggung 7 adalah trademark tersendiri bagi Raul baik di tim nasional Spanyol maupun di Real Madrid. Penggemar sepakbola Spanyol khususnya Madridista era 90an akhir sampai dengan 2000an awal tentu fasih dengan kehadiran Raul di lapangan. Gelontoran 323 golnya bersama Real Madrid di segala kompetisi juga menandakan bahwa Raul adalah sang predator kotak penalti bagi Los Blancos.

Mengingat Real Madrid seharusnya juga mengingat Raul

Mengingat Real Madrid seharusnya juga mengingat Raul. Meski ia tumbuh besar di lingkungan para Atleticos – julukan pendukung Atletico Madrid, serta memulai karir juniornya bersama akademi Atletico, akan tetapi Raul merupakan salah satu legenda terhebat yang pernah Real Madrid ciptakan. Bisa dibilang, ia sejajar dengan Alfredo Di Stefano sampai kepada Emilio Butragueno.

Antonio Kuiroga, pelatih Raul di akademi saat melihat debut Raul bersama tim junior mengatakan bahwa, “Saat aku mengambil alih tim junior, aku melihat pemain berumur 15 tahun ini (Raul) mempunyai kepribadian yang luar biasa. Saat itu aku tahu bahwa di depanku ada pemain jenius.” Singkatnya, Raul sudah membuat banyak orang berdecak kagum sedari muda hingga akhirnya menembus jajaran skuat utama di umurnya yang masih 17 tahun saat itu. Secara perlahan, ia mulai mendapat tempat di starting line-up kesebelasan yang berjuluk Los Blancos tersebut.

Bahkan ketika presiden Madrid, Florentino Perez mengenakan proyek Galacticosnya pada awal 2000an, nama Raul Gonzalez tak tergoyahkan dari pemain inti Real Madrid. Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronado da Lima, David Beckham, Kaka hingga Cristiano Ronaldo semuanya pernah bersanding dengan Raul dan tak satupun yang mampu mengusik si nomor 7 dari posisinya. Sebagai pria lokal kebanggaan Madrid dan jebolan akademi, ia menunjukkan harga dirinya di depan para pria asing yang berbanderol mahal tersebut dengan penampilan memukaunya di lapangan.

Ia berkembang di lingkungan Atleticos, tapi menjadi legenda besar Real Madrid

Rekannya di Madrid, Luis Figo, pernah berujar bahwa dirinya telah banyak bermain dengan pemain-pemain yang bagus, namun Raul merupakan pesepakbla dari dimensi yang lain. Sebagai catatan, Luis Figo adalah pemain pertama dalam proyek Galacticos-nya Perez dan Figo merupakan satu deretan pemain Madrid yang berlabel “Zidanes”, atau pemain yang berlabel bintang mahal rekrutan Perez. Sedangkan Raul sendiri masuk dalam kategori “Pavones”, istilah yang merujuk kepada Francisco Pavon yang berarti jebolan akademi La Fabrica.

Dengan penampilannya yang luar biasa di lapangan, Raul seakan memadukan para Zidanes dan Pavones dalam satu waktu. Ia melakukan keduanya dengan sempurna; menjadi bintang terang seperti para pemain mahal namun ia berstatus sebagai jebolan akademi.