Reaksi Pemain dan Pelatih Pasca Kemenangan 1-0 Indonesia atas Timor Leste di SEA Games 2017

Luis Milla menilai wasit cukup bagus meski membuat beberapa keputusan merugikan Indonesia, sementara pelatih Timor Leste mengaku stres.

Luis Milla (Pelatih Tim Nasional U-22 Indonesia)

"Sepak bola itu tidak harus menang 3-0 atau 2-0, menang 1-0 pun cukup. Anak-anak juga saat berada dalam tekanan bisa keluar dan tidak kebobolan."

"Kami semestinya bisa mencetak gol kedua. Jika unggul 2-0 kami bisa mengontrol jalannya pertandingan."

"Ada banyak sekali yang mempengaruhi (penurunan performa kami), salah satunya akumulasi pertandingan, di mana kita sudah menjalani pertandingan ketiga. Bisa dilihat juga lapangan lebih kecil dibandingkan dua laga sebelumnya."

Luis Milla di konferensi pers pasca pertandingan vs Timor Leste (Foto: Asiana.my)

Terkait akumulasi kartu Evan Dimas, yang membuatnya tak bisa tampil vs Vietnam

"Seperti pernah saya katakan sebelumnya kalau semua pemain dalam tim penting, termasuk Evan Dimas. Solusinya adalah saya ingin semua pemain siap ketika harus bermain dan itulah yang akan kami lakukan."

Terkait wasit Nagor Amir yang dianggap kurang tegas dan membiarkan pemain-pemain Timor Leste bermain kasar

"Soal wasit yang memimpin pertandingan, saya pikir sudah cukup bagus, normal saja kalau ada perkelahian sedikit. Ini pertandingan sepak bola dengan tensi tinggi dan merupakan partai penting bagi kedua tim. Apalagi tadi juga kita sudah mempimpin satu gol dan lawan mencoba untuk menyamakan kedudukan. Beberapa peluang dari mereka tadi sempat tercipta dan bisa dikatakan hampir saja membuat gol."

Terkait Ezra Walian yang batal masuk sebagai pengganti di babak kedua

"Ezra hampir main di (laga melawan) Timor Leste, tapi kiper (Kartika Ajie) ada masalah. Jadi kita masukan pengganti. Kita juga liat keadaan pertandingan, setelah itu melihat pergantian selanjutnya, (perlu) memasukan penyerang atau tidak. Akhirnya saya putuskan tidak."

"Ide awalnya itu memasukkan Ezra untuk menggantikan Marinus tapi tidak jadi. Mungkin bila ada kejadian saja kami tertekan atau ketinggalan, saya bisa memainkan Ezra dan Marinus bersamaan."