REVIEW Piala Jenderal Sudirman: PBR 0 - 2 Persija Jakarta

Langkah Persipasi Bandung Raya (PBR) terancam berakhir di ajang Piala Jenderal Sudirman. 

Malam tadi, Kamis (19/11/15), dua gol Persija yang dicetak oleh Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne dan Raphael Maitimo tak mampu sekalipun dibalas oleh pemain-pemain PBR – Persija menang dengan skor 2-0. Itu adalah kekalahan kedua anak asuh Pieter Huistra tersebut di ajang Piala Jendral Sudirman, membuat mereka sekali lagi berjalan tertunduk lesu saat  keluar meninggalkan Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sementara ini di Gru A, PBR sudah melakoni dua pertandingan. Dalam dua pertandingan tersebut tak sekalipun mereka mendapatkan poin; tertinggal enam angka dari Arema Malang yang memuncaki klasemen Grub A.

Dalam pertandingan tersebut, PBR sebenarnya mampu tampil apik pada awal-awal pertandingan. Dikomandani Antonio Teles yang berperan sebagai regista, alur serangan PBR terlihat terstruktur dengan baik dan berbahaya. Beberapa kali Teles melakukan umpan-umpan diagonal terukur dari depan garis pertahanan PBR. Saat bertahan, PBR juga melakukannya dengan sangat baik. Pressing yang mereka lakukan membuat Persija kesulitan mengembangkan permainan. Gunawan Dwi Cahyo, center-back Persija, yang berperan sebagai ball-playing defender terlihat sering salah mengambil keputusan karena minimnya opsi mengumpan saat menguasai bola. Namun, kesalahan yang dilakukan oleh Leonard Tupamahu, kapten PBR, membuyarkan permainan apik rekan-rekannya. Tekel sembrononya terhadap Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne di tengah lapangan langsung diganjar kartu merah oleh Iwan Sukoco, wasit yang memimpin jalannya pertandingan tersebut.

Tim asuhan Pieter Huistra harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit 20'.

Pieter Huistra sebenarnya menyayangkan keputusan wasit tersebut. Menurutnya, kartu merah yang diberikan terhadap Leonard Tupamahu terlalu berlebihan. Tetapi, dia juga tidak membenarkan tekel yang dilakukan mantan pemain Persija tersebut.

“Tetapi saya juga tidak membenarkan tekel yang dilakukan Leo. Karena bola masih di tengah lapangan. Seharusnya dia bisa menahan diri untuk tidak melakukan tekel,” katanya, dilansir dari situs Goal.com.

Setelah kartu merah tersebut, Persija kemudian mengambil inisiatif untuk tampil menyerang. Secara jeli Bambang  Nurdiansyah, pelatih Persija, mengubah posisi Raphael Maitimo yang sebelumnya bermain sebagai gelandang bertahan menjadi gelandang serang. Selain itu, dia juga segera memasukkan M. Ilham, gelandang senior yang punya visi menyerang bagus, menggantikan Fandi Lestaluhu. Meskipun PBR tak mengendurkan pressing yang mereka lakukan, permainan Persija menjadi lebih hidup karena perubahan yang dilakukan mantan pelatih PSIS Semarang tersebut.

Pada menit-menit akhir babak pertama, Raphael Maitimo melakukan pergerakan di sisi kanan pertahanan PBR. Dengan lincah, dia berhasil melewati dua pemain bertahan PBR sekaligus. Setelah itu, pemain timnas Indonesia tersebut melakukan umpan silang mendatar ke depan gawang PBR. Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne yang tak terkawal dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang PBR yang dikawal oleh Firmansyah.

Maitimo berhasil mencetak gol bagi klub barunya.

Setelah turun minum, Persija terus melanjutkan dominasi mereka -- berdasarkan data statistik dari Labola, persentase penguasaan bola Persija pada pertandingan tersebut mencapai 60%. Gunawan Dwi Cahyo terlihat lebih berani dalam mengalirkan bola dari belakang, Amarzuki membuat Persija tak terlihat buru-buru dalam melakukan build-up serangan, sementara M.Ilham dan Raphael Maitimo sering bertukar posisi untuk mengelabui pressing yang dilakukan pemain-pemain PBR. Dalam masalah menyerang, Persija jauh lebih efektif daripada PBR. Akurasi tembakan Persija lebih baik daripada PBR, 63% berbanding 38%.

Karena tak mengendurkan pressing yang mereka lakukan, meski harus bermain dengan 10 orang, pada akhir pertandingan konsentrasi pemain-pemain PBR buyar. Garis pertahanan mereka yang tinggi tidak lagi terlihat rapi. Beberapa kali pemain-pemain Persija berhasil memanfaatkan keadaan tersebut. Salah satunya adalah gol kedua Persija yang dicetak oleh Raphael Maitimo pada menit ke-76. Berawal dari umpan silang yang dilakukan Amarzuki, pemain-pemain belakang PBR bersiap untuk melakukan jebakan offside. Namun Riyandi Ramadhana, full-back kiri PBR, tak menyadari bahwa rekan-rekannya di lini belakang sudah naik ke depan. Alhasil, Raphael Maitimo berhasil lolos dari jebakan offside. Di depan gawang dia menerima umpan Amarzuki dengan tenang untuk kemudian menakhlukkan Firmansyah.

Ketika Iwan Sukoco meniup peluit panjang sebagai tanda berakhirnya pertandingan, kedudukan tak berubah.

“Laga pertama tidaklah mudah. Saya sudah katakan hal itu kepada pemain sebelum pertandingan, jangan anggap PBR adalah tim yang mudah dikalahkan. Kita harus berjuang untuk mengalahkan mereka, meski sebelumnya PBR kalah dengan skor telak 4-2 melawan Arema [Cronus],” kata Bambang Nurdiansyah sesudah pertandingan.

Ya, pertandingan yang memang tidak mudah. Dan Persija patut mensyukuri kemenangan pertama mereka setelah selama 302 hari tak pernah melakukannya di laga resmi.