REVIEW Piala Jenderal Sudirman: Seman Padang 0-0 PSM Makassar (PSM Menang 3-4 Adu Penalti)

PSM Makassar kembali meraup kemenangan kedua mereka di ajang Piala Jenderal Sudirman, Jumat (20/11).

Sumber foto utama: indoberita.com

Juku Eja berhasil menaklukan perlawanan Semen Padang melalui adu penalti dengan skor akhir 4-3 setelah bermain imbang 0-0 selama 90 menit penuh. Ini merupakan yang kedua setelah skuat besutan Liestiadi menang atas Mitra Kukar juga melalui adu penalti beberapa waktu lalu.

Dalam laga yang digelar di Stadion Kapten Dipta itu, kedua klub terlihat beberapa kali saling melancarkan serangan di laga ini. Sama-sama memanfaatkan peran lini tengah membuat Semen Padang dan PSM Makassar mempertontonkan pertarungan sengit di sektor tengah ketimbang di lini depan. Poros tengah Semen Padang yang digawangi oleh Hyun Koo benar-benar menjadi senjata utama dalam pertandingan kali ini. Tak jarang, pemain asal Korea Selatan tersebut melepaskan umpan-umpan kunci ke jantung pertahanan skuat Liestiadi.

Beberapa peluang pun diperoleh lebih dulu oleh Semen Padang. Ya, di menit ke-16 Adi Nugroho hampir mencetak gol. Sayang, tendangannya masih terlampau lemah. Proses terciptanya peluang tersebut dikreasikan oleh Alwi dan Vendry Mofu yang memperlihatkan perpaduan apik mereka di babak pertama. PSM tak tinggal diam, mereka merespon dengan baik dan ganti menciptakan peluang di menit ke-18. Kali ini, akselerasi dari penyerang sayap, M. Rachmat, sukses merepotkan wing back Kabau Sirah, Ricky Ohorella. Tapi, sepakan keras sang pemain justru bisa diamankan oleh Jandia Eka Putra.

Empat menit selepas water break, peluang emas sebenarnya didapat oleh James Koko Lomel. Namun, bola James hanya menerpa mistar gawang yang kosong melompong. Proses ini sebelumnya terjadi akibat dari miss komunikasi antara Banaken Bossoken dan Dimas Galih.

Berhasil menahan selama 90 menit, tetap tidak bisa membuat Semen Padang menang di pertandingan ini

Di babak kedua, baik Semen Padang mulai menunjukkan permainan yang lebih menggigit. Nil Maizar memberikan insstruksi berbeda dengan menghimbau anak-anak asuhnya memanfaatkan sisi sayap guna membongkar pertahanan PSM. Hasilnya terlihat jelas, beberapa peluang tercipta dari kedua sisi sayap. Hal inilah yang membuat Juku Eja benar-benar sulit mengembangkan permainan. Mereka terus ditekan oleh pemain-pemain depan eks jawara Indonesia Premier League itu. James, Nur Iskandar dan Hendra Bayauw sama-sama tampil ciamik. Bahkan, James kembali hampir mencetak gol. Sayang, ia membuang kesempatan setelah tendangan pemain asal Liberia tersebut sukses diblok. Lalu, dua peluang dari Nur Iskandar juga tidak ada yang membuahkan gol.

Sudah menjadi rahasia umum jika water break adalah waktu krusial bagi sebuah klub di ajang Piala Jenderal Sudirman. Itu terbukti saat PSM mulai mampu keluar dari tekanan Semen Padang dan berbalik menyerang. Tercatat ada dua peluang yang didapat oleh anak-anak Makassar, yakni peluang dari Silvio Escobar dan Muchlis Hadi Ning.

Hyun Koo kembali menunjukkan kelas sebagai motor penggerak utama serangan dari Kabau Sirah, tendangan bebas pemain 32 tahun itu sukses dieksekusi dengan baik dan berbuah gol oleh Mofu. Tapi, asisten wasit sudah lebih dulu mengangkat bendera tanda bahwa sang pemain sudah dalam posisi offside.

Sementara itu, gemilangnya penampilan Dimas Galih di bawah gawang PSM lagi-lagi sukses menjadi penyelamat. Di menit akhir, kiper asal Surabaya tersebut berhasil mengamankan jala gawangnya dari dua tembakan Hyun Koo dan Nur Iskandar.

Hingga babak kedua berakhir, skor tetap imbang 0-0 tanpa gol. Otomatis, laga ini dilanjutkan dengan adu penalti untuk menentukan pemenang.

Seperti yang diketahui, PSM menang dengan skor 4-3 lewat adu penalti. Kemenangan kedua kalinya lewat adu penalti tersebut menempatkan klub yang sebelumnya ditukangi oleh Alfred Riedl di peringkat kedua klasemen Grup B sementara dengan poin 4.

Susunan pemain:

Semen Padang:  Jandia Eka Putra, Hengki Ardiles (C), Saepuloh Maulana, Mohamadou Alhadji, Ricky Ohorella, Vendry Mofu, Yu Hyun Koo, Adi Nugroho, M. Alwi Slamat, James Koko Lomel, Nur Iskandar.

PSM Makassar: Dimas Galih, Iqbal Samat, Rendy Seregar, Banaken Bossoken, Ardan Aras, Ridwan, Samsul Chaeruddin (C), Nzekou, M. Rahmat, Muchlis Hadi, Silvio Escobar.

Topics