REVIEW Piala Jenderal Sudirman: Surabaya United 1-3 Arema Cronus

Persaingan di grup E babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman 2015 dipastikan sudah berakhir. 

Meski masing-masing tim masih menyisakan satu pertandingan lagi, kemenangan Arema Cronus atas Surabaya United, 3-1, Sabtu (19/12/15), di stadion Maguwohargo, Sleman, berhasil membuat tim asuhan Joko Susilo tersebut lolos ke babak semifinal, menemani Pusamania Borneo FC yang pada pertandingan sebelumnya juga berhasil mengalahkan Persipura Jayapura -- poin yang diperloleh Arema Cronus (6) dan Pusamania Borneo (5) sudah tidak mungkin lagi untuk bisa dikejar oleh Surabaya United (0) dan Persipura (1).

Surabaya United yang tampil pincang karena ditinggal dua pemain asingnya, Otavio Dutra dan Pedro Javier, berhasil membuat repot Arema Cronus. Pada awal laga, kedua tim langsung terlibat pertarungan sengit di lini tengah. Ahmad Bustomi dan Evan Dimas, jendral lapangan tengah masing-masing tim, langsung beradu umpan untuk mengembangkan permainan timnya. Meski demikian,  hingga menit ke-15 babak pertama, tak ada serangan yang cukup efektif yang dilakukan oleh kedua tim. Baik Arema maupun Surabaya United yang dikenal sebagai tim agresif dalam gelaran Piala Jenderal Sudirman belum sekalipun melakukan percobaan tembakan kea rah gawang.

Kombinasi Evan Dimas, Zulfiandi, dan Asep Berlian di memang membuat Surabaya United sedikit unggul atas Arema di lini tengah. Namun ketiga pemain tersebut sering turun begitu dalam, membuat jarak dengan pemain-pemain depan Surabaya United. Hal ini mengakibatkan anak asuh Ibnu Graham kesulitan mengalirkan bola ke lini depan. Sedangkan Arema, karena kesulitan menghadapi rapatnya lini tengah Surabaya United, lebih sering mengandalkan kemampuan individu pemainnya dalam melakukan serangan, terutama melalui Esteban Vizcarra dan Samsul Arief. Pendekatan yang dilakukan Arema tersebut membuat pemain-pemain Surabaya United sering melakukan pelanggaran. Hingga menit ke-15, Pemain-pemain Surabaya United sudah melakukan lima kali pelanggaran.

Pada menit ke-18, lini belakang Surabaya United yang memang bermasalah selama gelaran Piala Jenderal Sudirman hampir melakukan blunder. Umpan salah seorang pemain belakang Surabaya United berhasil di-intercept oleh Samsul Arif. Mantan pemain Persela Lamongan tersebut kemudian melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Surabaya United. Setelah terjadi sedikit kemelut, I Putu Gede, full-back kanan Surabaya United, yang berusaha membuang bola nyaris melakukan gol bunuh diri.

Hingga turun minum, tidak ada peluang berarti yang bisa diciptakan oleh kedua tim. Bola lebih sering bergulir di area tengah lapangan. Kinerja Purwaka Yudhi, center-back Arema, dan I Putu Gede sepanjang babak pertama patut mendapatkan pujian. Tekel dan intercept yang sering dilakukan kedua pemain tersebut berhasil membuat gawang  kedua tim aman.

Menurut situs Labbola, pada akhir babak pertama  kedua tim berhasil melakukan 28 kali tekel sukses dan 23 kali intercept, tapi hanya berhasil melakukan satu kali (Arema) tembakan yang mengarah tepat sasaran.