Revolusi Valencia: Bagaimana Los Che Lepas dari Krisis dan Menikmati Papan Atas Lagi

Valencia menikmati perubahan nasib sebesar 180 derajat musim ini jika dibandingkan krisis mereka musim lalu. Apa yang terjadi?

“Ini semua bukan tentang 4-4-2, 4-3-3, formasi berlian (4-1-3-2), siapa yang bermain, siapa yang tidak. Ini adalah masalah dari perilaku, keseriusan dan profesionalime para pemain,” ungkap Cesare Prandelli seperti yang dikutip dari laman The Guardian saat masih menangani Valencia.

Tak lama setelah mengatakan hal itu, Prandelli akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala klub berjuluk Los Che ini di pertengahan musim lalu. Sang Italiano tak mampu lagi menanggung beban kerusakan tim yang cukup parah saat itu.

Kekacauan Valencia musim lalu memang cukup memprihatinkan. Mereka lebih sering berkubang di zona degradasi (meski akhirnya tak terdegradasi di akhir musim) ketimbang berjuang untuk mengamankan satu spot di kompetisi Eropa yang biasa menjadi habitat mereka. Malahan, dari pekan pertama hingga ke-18 musim lalu, Valencia cukup akrab dengan posisi 17, 18, 19 hingga posisi 20 alias paling buncit di klasemen saat itu. Pada akhirnya, secara perlahan Valencia bangkit dan finis di posisi ke-12 pada akhir musim.

Masalah Valencia musim lalu? Menurut Prandelli, bukan kualitas pemain

Masalah-masalah yang Valencia hadapi memang cukup kompleks. Tak heran jika para pendukung Valencia sempat melakukan aksi protes besar-besaran di depan stadion Mestalla untuk menuntut perbaikan kinerja manajemen dan presiden mereka sendiri. Bagi mereka, sang pemilik klub Peter Lim harus bertanggung jawab atas kekacauan besar berupa mismanajemen ini.

Lay Hoon Chan yang menjabat menjadi presiden sebelumnya akhirnya digantikan oleh Anil Murthy. Wajar saja, penggantian Chan memang harus dilakukan mengingat Chan bukanlah orang yang mengerti betul dengan sepakbola Spanyol terutama kondisi klub itu sendiri. Penunjukkan Anil membuka tirai dan memberikan secercah harapan bagi klub yang bermarkas di Mestalla tersebut.

Langkah pertama Anil adalah membenahi direktur olahraga dan juga bagian urusan transfer pemain. Mateu Alemany, yang berpengalaman selama di Real Mallorca, dan Jose Ramon Alesanco didatangkan ke Mestalla. Kedatangan para pejabat klub yang berpengalaman ini juga diikuti dengan kedatangan Marcelino Toral sebagai pelatih kepala Valencia yang baru untuk musim ini. Pilihan yang cukup bijak mengingat Marcelino cukup berpengalaman di La Liga Spanyol.

Setelah struktur di level teratas sudah mulai terbentuk dan dibenahi secara perlahan, jendela transfer musim panas awal musim ini adalah panggung kerja mereka. Para jajaran manajemen baru bersinergi dengan pelatih anyar untuk menentukan skuat yang ideal. Marcelino pun mempunyai keinginan untuk memanfaatkan para pemain muda didikan akademi Valencia.

Setelah sukses bersama Villarreal, Marcelino juga ingin sukses bersama Valencia

“Kami membutuhkan skuat yang lebih kecil sehingga para anak muda dari akademi, yang layak mendapatkan kesempatan, akan diberikan tempat untuknya,” ungkap Marcelino dilansir laman Yahoo Sports. “Ini semuanya sangat jelas bahwa kita perlu mendukung akademi karena para pemain tersebut mempunyai hal yang positif dan juga berhubungan langsung dengan para suporter,” lanjutnya.

Menurut catatan laman Transfermarkt, ada 10 pemain Valencia musim lalu yang hengkang baik dijual ataupun pergi secara gratis. Ini belum dihitung dengan mereka yang harus kembali ke klub asalnya setelah masa peminjaman di Valencia. Nama-nama besar seperti Alvaro Negredo, Enzo Perez, hingga sang kiper Diego Alves hengkang dari Valencia. Ada juga yang sengaja dipinjamkan sebanyak lima pemain oleh Valencia demi mendapatkan menit bermain lebih di tempat lain.

Topics