Rivalitas Terpanas di Asia: Johor Darul Ta'zim vs Pahang FC (Malaysia)

Rivalitas panas dari negeri tetangga kita. JDT yang sekarang menjadi klub super Malaysia memiliki rival abadi mereka, Pahang FC, inilah partai panas penuh makna dari negeri Jiran..

Pertemuan Pertama:

8 Januari 2013: Pahang 3 – JDT 2.

Johor Darul Ta’zim

Didirikan: Pada tahun 1972 sebagai PKENJ. Klub ini dikenal dengan nama Johor FC sebelum mengubah nama mereka menjadi Johor Darul Ta’zim di tahun 2013.

Pencapaian Tertinggi: Memenangi AFC Cup tahun 2015 dan tiga gelar MLS secara berurutan (2014-2016)

Sosok Penting

Jorge Pereyra Diaz: Penyerang Argentina ini sudah mencetak banyak gol untuk Southern Tigers tapi ia akan terus diingat berkat hat-trick yang ia ciptakan saat menghadapi The Elephants di kandang mereka sendiri dalam perjalanan meraih gelar juara Malaysia Super League tahun 2016. Ia juga menciptakan gol menghadapi mereka di final Piala Malaysia tahun2014, namun Pahang pada akhirnya menang dengan adu penalti.

Luciano Figueora: Peraih medali emas Olimpiade 2004 ini adalah kunci dominasi JDT atas Pahang di tahun 2015. Ia berbenturan langsung dengan para pemain Pahang dan menghantui para fans lawan setiap kali kedua tim ini bertemua. Figueora bahkan dituduh melakukan tindakan rasial ke pemain belakang Pahang asal Jamaika, Damien Stewart.

Figueroa menikmati karier suksesnya di the Southern Tigers

Pahang FA

Didirikan: 1959

Pencapaian Tertinggi: Lima gelar MLS (1987, 1992, 1995, 1999, 2004) dan empat gear Piala Malaysia (1983, 1992, 2013, 2014)

Sosok Penting

Razman Roslan: Kapten Pahang ini menjadi musuh utama para fans JDT saat ia secara tidak langsung melepaskan serangan ke klub mereka dan pemiliknya, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, di Social Media. Bahkan sempat ada kasus yang tidak bisa dijelaskan hingga saat ini ketika ada peluru ditembakkan ke rumah mantan pemain Elephants ini di tahun 2015 silam.

Kedua tim sama-sama memiliki momen-momen terbaik dan bahagia atas rivalnya

Dickson Nwakaeme: Satu orang yang sama sekali tidak bisa dihentikan oleh JDT. Penyerang Nigeria ini sangatlah berbahaya saat menguasai bola dan sempat sekali terlihat berdiri tegak tanpa terganggu meski ada dua pemain bertahan terbaik JDT, Marcos Antonio dari Brazil dan Hariss Harun dari Singapura, mencoba menarik bajunya di lapangan.

[SELANJUTNYA: Tiga Pertandingan Penting dan spanduk yang terkenal]