Analisa

Rivalitas Terpanas di Asia: Shanghai Shenhua vs Shanghai SIPG (Tiongkok)

Kedua tim memang baru bertemu untuk pertama kalinya empat tahun yang lalu, tetapi sejak itu, persaingan dan juga tensi tinggi selalu menyelimuti kedua rival dari kota Shanghai, Tiongkok ini...

We are part of The Trust Project What is it?

Pertemuan Pertama

28 April 2013: Shanghai Shenhua 2  vs Shanghai SIPG 1

Shanghai Shenhua

Didirikan: 1951

Pencapaian Tertinggi: Finis di posisi kedua delapan kali dalam waktu 12 musim dan kemudian harus merelakan satu-satunya gelar Liga mereka –dimenangi pada tahun 2003- dibuang dari buku sejarah karena masalah pengaturan skor. Ini adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh Shanghai Shenhua.

Sosok Penting:

Giovanni Moreno: Lupakan Carlos Tevez, sesama pemain Amerika Selatan, Moreno adalah jantung dari tim ini dan sudah menjalaninya selama lima tahun. Playmaker asal Kolombia ini adalah salah satu impor paling sukses dan populer sepanjang sejarang Chinese Super League.

Didier Drogba: Bukannya salah, namun kehadiran Drogba di tahun 2012, bersama dengan Nicolas Anelka, mewakili masa-masa paling mengecewakan sepanjang sejarah klub ini. Apa yang seharusnya menjadi keberhasilan malah berakhir dengan bencana setelah keduanya akhirnya pergi setelah menyatakan bahwa mereka tidak menerima gaji – klasik Shenhua.

Shanghai SIPG

Berdiri: 2005

Pencapaian Tertinggi: Runner Up di tahun 2015. Di bawah Sven Goran Eriksson, SIPG mendorong Guangzhou Evergrande bermain maksimal hingga akhir musim, dan jika seandainya mereka memenangi pertandingan di kandang menghadapi sang Juara dengan hanya selang beberapa pekan tersisa, maka bisa dipastikan mereka akan juara. Namun sayangnya, mereka kalah dengan perbedaan dua poin saja.

Karier Drogba di Shanghai hanya bertahan kurang dari setahun

Sosok Penting:

Dario Conca: Orang Argentina ini adalah impor kelas dunia perdana yang datang ke Tiongkok pada tahun 2011, membantu Guangzhou meraih gelar di Tiongkok dan Asia. Playmaker ini kemudian secara mengejutkan muncul di Shanghai pada tahun 2015, dan dengan menggunakan kata-kata sang pelatih “membuat segalanya lebih baik: pertandingan, sesi latihan, pemain lain –segalanya”. Ia hanya bertahan selama dua musim, namun pengaruhnya ada untuk selamanya.

Hulk: Mahar - $60 Juta di musim panas lalu tampak sangat banyak- namun meledak-ledak. Ia sudah menunjukkan sentuhan pencetak golnya dan sifat bekerja keras dan ia bisa menjadi pembeda di tahun 2017 ini.

[SELANJUTNYA: Tiga partai kunci dan banyaknya kartu merah kala kedua tim bertemu]