Ronald Koeman Membuat Pertahanan Southampton Lebih Menakutkan

Michael Cox menggunakan Stats Zone untuk memberikan analisisnya tentang penampilan Southampton di bawah arahan Ronald Koeman yang sangat berbeda dengan musim sebelumnya.

Premier League dua pekan lalu bisa dibilang yang paling menarik, dengan Liverpool melakukan perjalanan tandang ke markas Southampton pada Minggu (22/2) sore.
 
Laga ini dibilang menarik untuk berbagai alasan: itu adalah pertempuran strategis yang menarik antara dua tim sepakbola yang bagus, sesuai dengan peringkat klasemen, dan itu juga momen kembalinya Adam Lallana, Rickie Lambert dan Dejan Lovren ke St. Mary.
 
Lallana dan Lambert berada di Southampton untuk jangka waktu yang lama, tapi Lovren membuat dampak besar di satu musimnya bersama klub, secara menyeluruh dianggap sebagai salah satu bek tengah terbaik di liga musim lalu.
 
Namun Southampton sama sekali tidak merasa kehilangan jati dirinya dan tim asuhan Ronald Koeman sekarang mencatatkan rekor pertahanan terbaik di liga, dengan rapih mengatasi masalah kepindahan beberapa pemain besar.
 
Statistik di lini pertahanan mereka memperjelas hal itu. Southampton tidak hanya menjadi tim yang paling sedikit kebobolan gol, mereka juga yang paling sedikit menjadi sasaran tembak lawan. Kombinasi catatan tertinggi kedua dalam hal tekel, dan catatan tertinggi kedua dari tim yang sukses mengklaim offside di 2014/15, dan The Saint menekan dengan tinggi di atas lapangan, dan bermain dengan garis pertahanan tinggi yang terorganisir dengan sangat baik.

Koeman's defence has been perfectly organised all season long.

Koeman's defence has been perfectly organised all season long.

Setiap sistem permainan yang memperagakan tekanan kepada lawan, menuntut banyak penyerang dan gelandang bergerak tanpa bola, namun bek Southampton juga layak mendapat pujian. Jose Fonte terus meningkat selama tiga musim terakhir di Liga Primer dan sekarang menjadi salah satu bek yang paling dominan, sementara Toby Alderweireld yang telah menjadi salah satu pemain baru terbaik musim ini, dirinya sukses bekerjasama dengan Fonte secara efektif.
 
Fonte sangat berguna untuk Southampton karena dia senang bermain lebih ke depan. Menariknya, dia membukukan lebih banyak interception  (71) daripada pemain lain di Liga Primer musim ini, sebuah keahlian yang biasanya dimiliki oleh gelandang bertahan yang menyaring serangan ke area pertahanan. Tapi, Fonte juga pembaca permainan yang cerdas, secara teratur melangkah maju untuk menghentikan serangan lawan sebelum menjadi gol.
 
Penampilannya dalam kemenangan 2-1 bulan lalu di St James Park sangat menarik dalam hal ini: kapten Southampton itu sukses membukukan tujuh interception, lebih sering dari posisi sayap, menunjukkan dia tidak takut ditarik keluar dari posisi aslinya untuk memenangkan bola. Sementara itu kemampuan tekelnya lebih sering terlihat berada di zona yang lebih dalam.

Yang terakhir ini relatif tidak biasa. Dalam kemenangan 2-0 atas Arsenal pada momen Tahun Baru, Fonte mencatatkan tekel sukses dari posisi yang lebih tinggi di atas lapangan.
 

Koeman lebih sering menurunkan Alderweireld bersama Fonte, dan sementara banyak dari bek tengah Belgia lainnya seperti Vincent Kompany, Jan Vertonghen dan Thomas Vermaelen, bermain sangat proaktif, Alderweireld lebih seperti peran pendukung dari dua bek tengah Southampton.
 
Dia masih senang bermain di garis pertahanan tinggi, tapi dia kurang berambisi untuk memenangkan bola dengan cepat, dan keberatan untuk mengambil langkah mundur dan melindungi Fonte.
 
Contoh terbaik adalah kemenangan 1-0 atas Stoke, ketika The Saints berhasil membatasi agresivitas The Potters yang hanya bisa melepaskan satu tembakan ke gawang. Fonte lebih terlibat daripada Alderweireld sampai batas yang cukup mengejutkan, namun mereka membentuk kerja sama yang sangat baik.

Dengan Alderweireld cedera selama bulan lalu, kredit juga harus diberikan ke Maya Yoshida dan Florian Gardos, yang menggantikan Alderweireld dengan baik. Gardos yang merupakan pemain internasional Rumania membuat beberapa kesalahan di beberapa pertandingan pertamanya musim ini, tetapi terus meningkat dengan lebih banyak jam bermain di Premier League. Dalam kemenangan di Newcastle, tekelnya tercipta di zona yang sama (meskipun di sisi berlawanan dari lapangan) dengan interceptions Fonte, menunjukkan dia mirip dengan Fonte dalam hal posisi, namun berbeda dalam hal area memenangkan bola.

Yoshida juga telah berkembang secara signifikan, terutama dalam hal kemampuan udaranya - meskipun ia bisa lebih kuat lagi dalam hal tekel.

Koeman sekarang memiliki empat bek tengah yang apik, dan sementara Fonte tidak diragukan lagi merupakan pilihan pertama, ada kompetisi untuk satu posisi di sampingnya. Lovren mungkin telah dipilih masuk dalam daftar PFA Team of Season untuk musim 2013/14 ketika di Southampton, tetapi dalam kenyataannya Southampton tidak kehilangan dirinya.

Southampton vs Liverpool ANALISIS LANGSUNG dengan Stats Zone