Ronaldo Membawa Joga Bonito Ke Serie A

 Lupakan sejenak Ronaldo masa kini atau CR7, mari kita sama-sama memberi hormat kepada Ronaldo Luis Nazario de Lima, yang telah menghibur kita dengan permainan indah nan flamboyannya. 

Brazil dikenal dengan tarian samba yang sudah mendunia dan beberapa festival jadi wajib hadir bagi para turis mancanegara untuk saksikan langsung. Sementara keahlian masyarakat lokal dalam menggoyang tubuh terus dibawa hingga ke atas lapangan hijau. Permainan indah akibat dari tehnik tingkat tinggi tertanam dalam jiwa semua warga hingga Joga Bonito menguasai olah raga paling populer.

Bisa dilihat dari jumlah bintang di crest federasi yang terpampang jelas di seragam kuning kebanggaan mereka, lima menjadi yang terbanyak di seantero muka bumi ini. Dua negara Eropa berusaha membuntuti mereka, masing-masing empat yakni, Jerman dan Italia. Tanah catenaccio, pertahanan bagai tembok saat Romawi berkuasa buat para lawan bertemu kesulitan menerobos.

Salah satu kompetisi terbaik Eropa bahkan dunia kini meratapi nasib karena tengah menurun pamornya. Walaupun mampu membuat barisan pemain depan lawan frustasi, bosan, buntu dan lainnya, tidak bagi Luis Nazario Da Lima atau yang lebih kita kenal dengan nama Ronaldo, dirinya sukses merajai torehan gol di kasta paling tinggi negara Peninsula ini.

Setelah membela Barcelona yang dengan sihirnya ia membuat barisan belakang lawan kalang kabut titel Il Phenomenon langsung menempel lekat di badannya. Sempat menderita sakit dalam laga final Piala Dunia 1998.

Salah satu fakta kini terkuak mengenai siapa pemain paling sering mencetak gol di Serie A. Semenjak Italia takluk dari Selecao pada partai puncak piala dunia Amerika Serikat hingga sekarang, Ronaldo menjadi pemain paling tajam. Khusus sudah ciptakan lebih dari 50 gol ia memiliki rata-rata per menit paling baik.

Salah satu artikel Ronaldo di FourFourTwo

Lima pemain lengkapi rataan per menit untuk setiap gol. Dari jumlah tersebut menarik kita lihat, bahwa hanya di isi oleh satu warga lokal dan berada di urutan kedua di bawah sang mega bintang asal Brazil. Menariknya mereka sempat berduet bersama saat membela Inter Milan, dia adalah Christian 'Bobo' Vieri. Jika Ronaldo membutuhkan 118 menit untuk satu gol, tandemnya di level klub hanya membutuhkan sembilan menit lebih lama yakni 127.

Durasi tersebut berhasil disamai oleh David Trezeguet. Namanya berkibar saat membela Nyonya Tua, Juventus ia berada di urutan ketiga. Sementara anak emas Milan, Andriy Shevchenko menempati tempat nomor empat. Sedangkan Diego Milito yang mempersembahkan treble bagi Inter pada musim 2009/10 mencatat 137 yang mana dua menit lebih lama ketimbang mantan bintang Dynamo Kiev tersebut.

Para pemain tersebut sudah tak aktif lagi merumput walaupun liga sudah tidak se-glamour dahulu. Dan dilihat dari komposisi tim, saudara muda Milan paling banyak menyumbang pemain dengan tiga pemain walau jika dibandingkan dari segi torehan scudetto masih kalah banyak dibanding tim asal Turin.

Sempat ada bahasan kalau mencari stok pemain belakang atau kiper carilah di Italia, karena di sana menumpuk jenis pemain seperti itu akibat dari didikan serta cara berpikir pertahanan grendel. Begitu kebalikanya dengan Brazil, kalau ingin melihat referensi pemain depan ditambah skill menawan silahak cari di negeri samba tersebut.

Satu pemain telah membuktikan hal tersebut, pertahanan berlapis lebih tebal dan kuat ketimbang kue lapis legit, bukan masalah baginya. Itu terjawab karena memang dirinya adalah sebuah fenomena dalam sepak bola.

Sumber gambar utama: Goal.com