Satu Tahun Pembekuan PSSI: Lalu Apa yang Akan Terjadi Sekarang?

Hampir satu tahun berlalu sejak PSSI dibekukan dan sepakbola Indonesia seperti "hidup segan, mati tak mau". Lalu apa yang akan terjadi setelah ini? ekkyrezky merangkumnya...

Episode sebelumnya...

Situasi ini lebih seperti lirik lagu lawas Jamrud, “Bersakit dahulu, senang pun tak datang. Malah mati kemudian.”

Bulan April telah tiba dan, tanpa terasa, bulan ini tepat satu tahun berlalu sejak PSSI mendapatkan sanksi pembekuan dari pemerintah. Sejak tahun 2014 lalu, konflik antara PSSI dan Kemenpora memang telah muncul seiring upaya Menpora yang baru, Imam Nahrawi, untuk bertindak tegas terhadap PSSI. Sanksi pembekuan PSSI adalah puncak dari konflik tersebut, meski kemudian ternyata tidak membuat situasi sepakbola Indonesia membaik.

Sebelumnya, ada harapan bahwa sikap tegas Kemenpora akan diikuti juga dengan perencanaan yang baik mengenai tindak lanjut dari sanksi pembekuan tersebut. Namun kenyataan ternyata tak sejalan dengan harapan, karena buktinya, masyarakat sepakbola Indonesia tidak melihat imbas positif yang hadir pasca pembekuan tersebut. Selain sanksi FIFA yang kemudian hadir, ketiadaan kompetisi juga membuat sepakbola negeri ini malah seakan masuk ke dalam jurang.

Situasi ini memang bisa saja seperti peribahasa “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, alias mungkin ini adalah bagian dari masa sulit yang akan membuahkan PSSI yang lebih bersih dan sepakbola Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tapi, melihat tidak adanya perencanaan yang matang, dan juga belum adanya titik terang yang terlihat di depan bahkan setelah satu tahun berlalu sejak pembekuan, membuat situasi ini lebih seperti lirik lagu lawas Jamrud, “Bersakit dahulu, senang pun tak datang. Malah mati kemudian.” Uhh…

BACA JUGA EKSKLUSIF: Kesedihan Van Dijk Atas Kondisi Menyedihkan Sepakbola Indonesia

Lalu apa yang terjadi sekarang?

Kemenpora sudah kalah tiga kali di pengadilan atas gugatan PSSI akan SK Menpora Nomor 01307 Tahun 2015 tentang Pembekuan PSSI, terakhir bahkan di tingkat Mahkamah Agung. Artinya, semestinya, PSSI bisa segera berfungsi dengan normal lagi sejak April 2016 ini. Tetapi bom baru yang dipasang sendiri oleh ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti, jadi penghambat baru.

Pada Maret lalu, La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pria yang juga menjadi Ketua Kadin Jawa Timur ini bahkan menjadi buron setelah tiga kali tak memenuhi panggilan pemeriksaan dan tidak ditemukan saat berusaha dijemput paksa.

Jabat tangan bukan tanda perdamaian. Ngomong-ngomong, yang di sebelah kiri kini buron.

Kasus ini membuat PSSI belum bisa bergerak lagi meski, menurut hukum, 21 hari sejak putusan MA dijatuhkan, jika Kemenpora belum juga menjalankan putusan, sanksi pembekuan PSSI tercabut otomatis karena SK gugur dengan sendirinya. Mengingat putusan ini diberikan pada 7 Maret 2016, maka SK pembekuan gugur dengan sendirinya sejak 28 Maret.

Tapi ternyata faktanya tidak sesimpel itu. Selain belum ada gerakan dari PSSI sendiri untuk “memperjuangkannya”, Menpora juga belum mau mencabut SK tersebut. Salah satu alasannya adalah Menpora mengaku belum menerima salinan putusan. MA sendiri, melalui juru bicaranya, mengaku tidak punya kewenangan untuk memaksa pencabutan SK.

Presiden sendiri juga belum mau mencabut SK pembekuan PSSI dengan alasan reformasi PSSI belum selesai

“Tidak ada upaya paksa. Karena (dalam perkara) TUN (Tata Usaha Negara) itu berbeda,” kata Suhadi, juru bicara MA seperti dikutip Republika. “Biasanya atasan yang menegur kalau putusan pengadilan tidak dijalankan.”

Atasan pembuat SK, dalam hal ini Menpora, adalah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Lalu bagaimana tanggapan Jokowi soal pencabutan SK pembekuan PSSI? “Ada tahapan-tahapan yang terus akan kita lakukan agar semua sesuai dengan reformasi total yang kita harapkan untuk PSSI.”

Menpora masih belum mau mencabut SK pembekuan PSSI

Artinya, presiden sendiri juga belum mau mencabut SK pembekuan PSSI dengan alasan reformasi PSSI belum selesai. Apa yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan reformasi tersebut? Tidak ada yang mau mengungkapkannya secara publik. Jokowi sendiri hanya mau berbicara soal kapan reformasi PSSI ditargetkan akan selesai.

“Pemerintah sudah berbicara dengan FIFA yang baru. Sudah ketemu dua kali untuk menyelesaikan PSSI.Dan kita harapkan sebelum nanti kongres FIFA di bulan Mei kita harapkan sudah selesai,” kata Presiden.

Lalu apa yang akan terjadi pada sepakbola Indonesia setelah ini? Baca selengkapnya...