SEA Games 2017: 10 Pemain Indonesia Mati-Matian Tahan Imbang Vietnam

Meski hanya mendapatkan satu angka dari pertandingan ini, Indonesia patut bersyukur karena benar-benar kesulitan di hadapan Vietnam.

Dengan susah payah, Indonesia berhasil menahan imbang Vietnam tanpa gol dalam laga keempat di turnamen sepakbola SEA Games 2017. Bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua karena Hanif Sjahbandi, yang bermain di laga ini sebagai pengganti Evan Dimas yang mendapatkan sanksi akumulasi kartu, diusir wasit setelah mendapatkan dua kartu kuning.

Luis Milla, pelatih timnas Indonesia, membuat perubahan yang cukup besar di laga ini. Andi Setyo, eks kapten timnas U-19, akhirnya menjadi starter, menggantikan Ricky Fajrin yang dalam tiga laga sebelumnya selalu berduet dengan Hansamu Yama. Selain itu, Putu Gede, Febri Hariyadi, Ezra Walian, dan Muhammad Hargianto juga kembali masuk ke dalam starting line-up. Posisi penjaga gawang diberikan kepada Satria Tama, yang dalam laga melawan Timor Leste sempat masuk menggantikan Kartika Ajie yang cedera.

Ini bukanlah laga yang mudah bagi timnas U-22. Indonesia benar-benar dibuat kesulitan oleh Vietnam sejak babak pertama baru dimulai. Sejak awal, serangan-serangan Garuda Muda bisa dengan mudah dipatahkan oleh Vu Van Thanh dkk. Seperti sebelum-sebelumnya, Luis Milla terlihat ingin skuatnya mengandalkan kecepatan kedua sayap dengan membiarkan bola-bola direct diberikan kepada Yabes Roni maupun Febri Hariyadi yang menjadi starter di laga ini.

Vietnam terlihat sudah bisa membacanya, terlihat dari bagaimana Yabes dan Febri langsung dikepung dua pemain sekaligus setiap kali mendapatkan bola. Sementara ketiadaan Evan Dimas di lini tengah membuat alternatif rute umpan pun tak ada. Ezra Walian yang menjadi starter di laga ini terlihat kesulitan untuk mendapatkan bola.

Sementara Vietnam berhasil menciptakan banyak peluang berbahaya di sepanjang 45 menit pertama. Mengandalkan Nguyen Van Toan sebagai titik utama penyerangan, Vietnam nampak mengincar sisi kiri pertahanan Indonesia yang dijaga Rezaldi Hehanusa. Pemain Persija Jakarta ini pun tampak kesulitan menghadapi kecepatan Van Toan yang bernomor punggung sembilan.

Pada menit kedelapan, Van Toan mendapatkan peluang bagus ketika berdiri bebas di sisi kanan, dan dengan leluasa mengirim bola ke depan gawang. Beruntung bola masih bisa dihalau oleh kapten Hansamu Yama.

Vietnam terus mengurung pertahanan Indonesia, dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Salah satu peluang terbaik mereka tercipta dari tendangan jarak jauh Ho Tuan Tai, yang bisa ditepis oleh Satria Tama.

Satria Tama sendiri memang tampil meyakinkan. Begitu tenang, ia dengan yakin mengantisipasi umpan daerah Vietnam, dan melakukan penyelamatan krusial yang membuat gawang Merah Putih tetap aman hingga babak pertama usai. Salah satu penyelamatan hebat ia buat di akhir babak pertama ketika Vu Van Thanh mendapatkan umpan cungkil bagus ketika berdiri bebas di depan gawang, namun bisa ditepis oleh kiper Persegres Gresik United ini.

Satu-satunya peluang emas Indonesia terjadi tepat ketika laga berjalan setengah jam. Mendapatkan bola di depan kotak penalti, Septian David Maulana mengecoh salah satu pemain Vietnam sebelum melepaskan tendangan terarah. Sayang tendangannya masih bisa ditepis ke luar lapangan.

Situasi tak berubah di babak kedua. Vietnam lebih dominan, dan Indonesia kesulitan membangun serangan. Namun Yabes Roni sempat memberikan aksi yang menjanjikan di awal 45 menit kedua, yang sayangnya tak membuahkan apapun.

Situasi pun tak berubah meski Milla kemudian memasukkan Marinus Wanewar untuk menggantikan Ezra Walian yang kesulitan di sepanjang laga. Segalanya malah semakin sulit ketika Hanif Sjahbandi secara ceroboh mendapatkan dua kartu kuning yang tak perlu di babak ini. Sementara kartu kuning pertamanya didapatkan karena melakukan tekel berbahaya, kartu kuning keduanya didapat karena aksi konyol; ia menyikut pemain Vietnam yang menekannya ketika menguasai bola.

Hanif pun diusir wasit, sementara di saat yang sama, Satria Tama mendapatkan masalah otot dan harus ditarik keluar. Kartika Ajie pun masuk sebagai pemain pengganti kedua di laga ini, dan Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.

 Jelas, kondisi ini membuat Indonesia semakin sulit untuk melancarkan serangan. Vietnam lebih leluasa menguasai bola dengan hilangnya satu pemain di tengah lapangan, dan terus mengurung pertahanan Indonesia hingga akhir laga. Milla sendiri terlihat realistis dan mengincar hasil imbang ketika ia mengeluarkan Septian David dan memasukkan Asnawi Mangkualam Bahar, yang lebih bagus secara defensif.

Vietnam sebetulnya mampu dua kali menggetarkan jala gawang Kartika Ajie, beruntung keduanya digagalkan oleh bendera hakim garis yang terangkat tanda offside. Mereka juga sebetulnya punya begitu banyak peluang dari tendangan penjuru – tercatat hingga 14 sepak pojok mereka dapatkan di laga ini, namun tak satupun menjadi peluang berbahaya bagi gawang Indonesia.

Indonesia sendiri benar-benar harus berterima kasih kepada dua kiper kita, Satria Tama dan Kartika Ajie. Sementara Satria bermain luar biasa di babak pertama, Kartika yang masuk sebagai pengganti seperti tidak merasa gugup sama sekali dan tampil luar biasa. Ia bahkan menciptakan penyelamatan yang bisa dibilang sebagai yang terbaik di turnamen ini, ketika berhadapan satu lawan satu dengan Ho Tuan Tai di dalam kotak penalti.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol yang akhirnya diciptakan oleh kedua tim. Hasil yang begitu mahal bagi Vietnam, yang begitu dominan, sementara satu angka dari laga ini jelas disambut dengan perasaan lega oleh Indonesia, yang gagal memberikan permainan terbaiknya.

Foto utama: Asiana.my