Semi Finalis Liga Champions Musim Ini Bukan Tim Yang Efektif

Barcelona dan Juventus akhirnya memastikan diri tampil di laga puncak kompetisi paling bergengsi seantero benua biru, Liga Champions. Dua klub tersebut berhasil melewati hadangan Bayern Munchen dan Real Madrid dalam dua pertemuan di babak semi final..

Tampil beringas, Barcelona mampu ambil keuntungan awal saat menjadi tuan rumah usai menggulung wakil Jerman dengan skor 3-0. Modal berharga ini semakin berguna walau di leg kedua harus mengakui keunggulan 3-2 dari tim lawan. Total kedua klub mencetak 28 gol sementara anak asuh Pep Guardiola 33, paling banyak sejauh musim ini bergulir.

Partai semi final berikutnya tak kalah sengit. Memanfaatkan keuntungan tampil pertama sebagai tuan rumah, kampiun Serie A 2014/15 menang tipis 2-1 atas juara bertahan. Hanya membutuhkan tambahan satu gol tanpa kemasukan pada pertemuan kedua, skenario untuk mewujudkan laga El Clasico sempat menjadi realita ketika Cristiano Ronaldo mampu taklukan Gianluigi Buffon lewat titik putih. Gol nomor 10 bagi pemain Portugal sekaligus menyamai catatan Lionel Messi.

Dua pemain ini saling kejar mengejar menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions, catatan legenda Spanyol, Raul seperti sudah tidak berarti apa-apa semenjak dilewati oleh dua pemain ini.

Namun kini kesempatan terbuka bagi Messi untuk menambah pundi-pundi, semua gara-gara sepakan voli Alvaro Morata yang kembali menembus gawang Madrid. Hingga wasit meniup peluit panjang skor sama kuat 1-1 dan Juventus akan menjadi lawan klub asal Catalan. Aksi Morata tersebut menjadi gol nomor 16 Nyonya Tua di ajang ini sementara penalti Ronaldo adalah gol nomor 24 bagi sang juara bertahan.

Empat klub tersebut jika dibuat daftar lewat torehan gol terbanyak maka akan seperti ini: Bayern Munchen (33), Barcelona (28), Real Madrid (24), dan terakhir Juventus (16).

Catatan impresif karena banyaknya gol yang mereka ciptakan kecuali Juventus tidak mampu menembus angka 20. Jika diperhatikan lebih mendetil angka gol tersebut sangatlah kecil, karena terjadi setelah puluhan uji coba ke gawang lawan-lawan sepanjang turnamen. Untuk kasus ini Real ada di urutan paling atas hampir mencapai 100. Mungkin bila skuat Carlo Ancelotti masuk ke final maka hal tersebut bisa benar-benar terjadi. Angka pasti penghuni Santiago Bernabeu ada di 92 berbanding dengan 24 gol maka rasio hanya 15,4%.

Sesama wakil Spanyol, Blaugrana juga tidak terlalu baik karena 28 gol tercipta hasil dari 80 kali tembakan mengarah ke gawang. Trio maut milik mereka Messi, Suarez, dan Neymar belum begitu efektif ketika lepaskan tembakan dimana sampai ke angka 80, rasio perbandingan dengan gol nyaris 20 (19,9% tepatnya).

FC Hollywood sebagai tim superior dalam urusan menjebol gawang lawan jadi paling mending ketimbang semi finalis lain. 33 gol tercipta dari 78 kali lepaskan ancaman, sehingga rasio perbandingan berada di 23,2%.

Terakhir Juventus, tidak hanya paling rendah dalam gol tapi juga soal tembakan dan terakhir konversi. 59 kali tembakan dari Morata dan kawan-kawan berbuah 16 gol setara dengan 13,7%.

Angka-angka tersebut membuktikan bahwa peserta empat besar kali ini bukanlah termasuk yang efektif mengkonversi tembakan menjadi gol. Mungkin dalam hidup ini tinggal angka selalu berkata jujur tanpa pernah berbohong.

Lantas siapa klub di turnamen ini yang paling efektif musim ini. Jawabannya adalah wakil Portugal, Porto. Klub juara edisi 2004, saat Jose Mourinho masih menangani mereka belum tergoda rayuan Roman Abramovich untuk mengasuh Chelsea. Kali ini mereka kandas di tangan Munchen walau mampu unggul 3-1 di Estadio do Dragao, malah melempem di pertemuan kedua. Total untuk musim ini 25 gol mereka kumpulkan, lebih baik dari Juventus dan Real Madrid, hasil dari 57 kali tembakan. Rasio tertinggi capai 26,3%, walau tidak mampu mengulang sukses 11 tahun silam tapi gelar sebagai tim paling efektif boleh diklaim.