Semua Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Liga Nusantara

Kompetisi sepakbola di Indonesia menggeliat, dan tak hanya di level atas saja. Setelah ISC A dan B sukses digelar, renananya Liga Nusantara pun akan menyusul. Kapan? Siapa pesertanya? Inilah semua yang harus kamu ketahui mengenai kompetisi level amatir ini...

Setelah Indonesia Soccer Championship (ISC) A dan B sukses digelar sejauh ini, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator (sementara?) kompetisi sepakbola di tanah air berencana menghelat Liga Nusantara (Linus) pada bulan Oktober 2016. Selain Linus 2016, pihak PT GTS juga kabarnya siap menggulirkan turnamen Piala Soeratin di waktu yang sama.

Bagi Anda yang mungkin belum tahu, Linus adalah kompetisi sepakbola amatir nasional yang sebelumnya dikelola oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) yang sudah dibubarkan sejak Kongres Tahunan PSSI di tahun 2014. Liga ini berada di kasta ketiga di bawah ISC B (atau dulu Divisi Utama) dan merupakan gabungan dari Divisi I, II dan III Liga Indonesia yang sempat digelar pada tahun 2014.

Setelah Cilegon United didapuk sebagai juara (mengalahkan Persibat Batang) pada gelaran kompetisi Divisi Satu edisi terakhir pada tahun 2014, eks Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, telah menyatakan bahwa Divisi Satu Liga Indonesia akan berganti nama menjadi Liga Nusantara.

"Ini merupakan kompetisi Divisi Satu yang terakhir. Mulai musim depan akan menjadi Liga Nusantara," ujar Djohar pada tanggal 29 September 2014 yang lalu.

Sementara itu, konsep yang akan digunakan PT GTS dalam gelaran Linus 2016 mendatang kabarnya akan mengadopsi konsep sistem Piala Dunia. Joko Driyono selaku Direktur Utama PT GTS mengatakan jika setiap provinsi memiliki wakilnya masing-masing, dan merupakan pemenang dari babak kualifikasi yang pengelolaannya sudah diberikan kepada masing-masing Asosiasi Provinsi (Asprov).

Nantinya, dari 34 tim yang dihasilkan, semuanya akan diurutkan berdasarkan ranking, dan empat tim terbawah akan diadu dalam babak play-off untuk menentukan tim mana saja yang berhak melengkapi jumlah maksimal tim peserta di Liga Nusantara, yaitu 32 tim.

Babak kualifikasi Linus 2016 sendiri resmi bergulir sejak bulan Mei 2016 dan akan berakhir di bulan Oktober 2016 mendatang dengan Asprov PSSI dari masing-masing daerah sebagai pengelola perhelatan Linus tingkat regional tersebut. Sementara PT. GTS dan PSSI akan mengambil alih jika Linus sudah memasuki babak nasional.

“PT Gelora Trisula Semesta memberikan durasi waktu bagi Asprov PSSI pada Mei-Oktober 2016 untuk menggelar Liga Nusantara dan Piala Soeratin U19 tingkat regional karena tiap-tiap Asprov punya jumlah anggota yang berbeda,” ungkap Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono.

Jika sudah terkumpul 32 tim, maka format grup dengan konsep home tournament akan dipakai. Total ada delapan grup (tiap grup diisi empat tim) yang rencananya disediakan dalam perhelatan Linus 2016 tersebut. Selanjutnya setelah babak grup selesai, kompetisi akan dilanjutkan ke babak 16 besar, delapan besar, semifinal dan tentu saja partai puncak atau final sebagai penentuan juara.

Di sisi lain, menyoal pihak yang akan mendukung Linus 2016 dari segi pendanaan, pihak PT GTS tampaknya sudah memiliki jaminan dari sejumlah pihak, salah satunya Torabika yang kali ini menjadi sponsor utama bagi kompetisi ISC A dan B. Biaya untuk mendanai kelangsungan Linus 2016 kabarnya berasal dari keuntungan yang diperoleh ISC.

ISC A sendiri membutuhkan biaya sekitar Rp375 miliar untuk menggulirkan satu musim kompetisi berdurasi delapan bulan. Saat ini kompetisi yang diikuti 18 klub teratas di Indonesia itu memiliki Torabika sebagai sponsor utama, IM3 Ooredoo sebagai salah satu sponsor, dan PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek Grup) yang menaungi stasiun televisi SCTV dan Indosiar sebagai pemilik hak siar.

Sistem Liga Nusantara

1.) Masing-masing Asprov hanya diberikan satu wakil ke putaran Nasional.
2.) 32 tim perwakilan Asprov akan tampil di putaran final (30 tim pemenang kompetisi lokal + dua tim pemenang play-off dari empat tim terbawah).
3.) Putaran nasional berlangsung di beberapa provinsi yang telah ditentukan oleh PT GTS dengan format sebagai berikut:

-       Babak penyisihan berisi 32 tim terbagi dalam 8 grup (empat tim masing-masing grup).

-       Sistem gugur: 16 besar, 8 besar, semifinal dan final.

Jadwal

Babak Kualifikasi Asprov      : Mei – Oktober (Minggu kedua) 2016

Putaran Nasional                    : Oktober (Minggu keempat) – November 2016

Persyaratan

- Sistem registrasi pemain dilakukan secara online.

- Masing-masing tim maksimal memiliki 30 pemain di babak kualifikasi, sedangkan untuk putaran nasional hanya 20 pemain.

- Liga Nusantara: tim amatir, pemain amatir, usia bebas.

Lebih banyak feature setiap harinya di FFT.com • Semua artikel ISC