Analisa

Senyum Lepas James Rodriguez Bersama Bayern Munchen

Kariernya terus meredup selama di Real Madrid hingga akhirnya ia dia dipinjamkan ke Bayern Munchen musim panas lalu. Pemain Kolombia yang dulunya seorang bocah gagap ini membuktikan bahwa ditendang dari Bernabeu bukanlah akhir dari segalanya

We are part of The Trust Project What is it?

Sambil melakukan selebrasi ke salah satu sudut lapangan Veltins Arena, senyum James Rodriguez terlihat mengembang. Ia baru saja mencetak gol perdananya untuk Bayern Munchen pada laga penting menghadapi Schalke 04 yang juga mengukirkan namanya sebagai penampil terbaik. Saat itu adalah spieltag 5 Bundesliga dan musim dingin segera menyongsong. “Saya bahagia mencetak gol perdana dengan jersey Bayern,” katanya.

James, pencetak gol terbaik Piala Dunia 2014 itu, menggunakan frasa ‘saya bahagia’ pada awal kalimatnya. Dan rupanya frasa itulah yang berulang kali ia ucapkan sepanjang semester pertamanya di Bayern. Sembari tersenyum, tentu saja.

Pada pertengahan Oktober atau satu bulan setelah ia mencetak gol debut, misalnya, dia mengucap kalimat yang mengandung frasa serupa. Sebulan kemudian, frasa itu kembali menjadi penghias kalimat yang ia ucapkan. Sekitar sebulan selanjutnya, pada sebuah sesi wawancara dengan media lokal Jerman, lagi-lagi ‘saya bahagia’ keluar dari mulutnya. “Ini adalah kehidupan baru bagi saya, tapi saya bahagia. Klub ini adalah klub besar yang selalu bertarung untuk gelar juara,” aku James.

James bisa saja berbohong, sebab ucapan seseorang tentu bisa menipu. Tapi pada James tampak tak ada tanda-tanda kebohongan dalam kalimat demi kalimat yang sering sering ucapkan itu. Pada sejumlah video keseharian dan sesi latihan Bayern yang diunggah lewat akun Youtube resmi mereka, James terlihat sudah membaur dan begitu akrab dengan para pemain Bayern, dari pemain senior seperti Franck Ribery hingga Marco Friedl yang baru dipromosikan akademi.

Sesekali ia menjadi sumber lelucon para pemain Bayern. Sesekali pula ia yang membuat lelucon dengan bahasa Jerman terbata-bata yang selalu berujung tawa. Salah satunya adalah ketika ia mengajak Arturo Vidal dan Ribery berswafoto yang rupanya malah ia videokan. “Halahh ini video,” kata Ribery yang mengetahui akal bulus James. James pun tertawa dengan lepas. Ia benar-benar berbahagia.

Meski merupakan klub besar, Bayern sebetulnya bukanlah tim yang benar-benar mewah –tak ada pemain berharga lebih dari 50 juta euro di klub ini-- sebagaimana Real Madrid yang ia bela sebelumnya, dan James tahu betul itu. Ia juga tahu bahwa dengan pindah ke Bayern –dengan status pinjaman selama dua musim— pada musim panas lalu berarti harus beradaptasi ulang pada lingkungan yang relatif baru. Tapi seperti yang terlihat, hal itu nyatanya tidak menghambat James untuk berbahagia. 

“Saya senang dengan enam bulan pertama saya di sini. Bayern itu seperti Real Madrid, klub ini ada di level tertinggi. Mereka selalu ingin memenangkan gelar dan terbiasa untuk menang. Tanpa diragukan lagi Bayern adalah klub papan atas. Ini adalah kehidupan baru bagi saya, namun saya sudah beradaptasi. Saya sangat bahagia di sini,” ujar James seperti dilansir dari Sport1.

Tapi di balik rasa bahagia James saat ini, ia sebetulnya sempat diragukan dan juga sempat kesulitan selama beberapa pekan perdananya di Jerman… hingga Jupp Heynckes datang.