SEPULUH Momen Injury Time Tergila di Sepakbola

Akhir pekan kemarin, Milan membuat geger dengan gol penyeimbang di detik terakhir pertandingan yang memaksa Derby Milan berakhir 2-2. Ingat, sepakbola belum benar-benar berakhir sampai wasit meniup peluit panjang, dan Yannick Hesse dan Dominic Shine mengulas 10 momen tergila yang terjadi di masa injury time lainnya...

Barbados vs Grenada (1994)

Dalam kualifikasi Piala Karibia 1994, Barbados membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk lolos ke putaran final.

Namun, aturan baru yang diterapkan oleh penyelenggara menjadi agak rumit. Aturan itu adalah sistem gol 'Golden Time' sebagai penentu hasil akhir apabila pertandingan berakhir imbang di waktu normal 90 menit. Itu mungkin tidak terdengar terlalu gila, sampai Anda menyadari bahwa ini adalah pertandingan dengan sistem setengah kompetisi dan bukannya sistem gugur. Selain itu, setiap gol emas akan dihitung dua gol - yang mana itu penting, mengingat selisih gol yang diberikan bisa menentukan klasemen akhir grup.

Barbados mencapai skor 2-0 seperti yang mereka harapkan beberapa menit sebelum laga usai, namun Grenada membalas satu gol di menit ke-87. Tim tuan rumah harus mengembalikan keunggulan dua gol mereka, tapi bukannya ngotot untuk mencetak gol di menit-menit terakhir, para pemain Barbados dengan cepat menyadari bahwa lebih baik jika mereka mencetak satu gol bunuh diri untuk memaksakan laga berakhir dengan perpanjangan waktu, yang mana itu akan memberikan mereka lebih banyak waktu untuk meraih kemenangan dengan selisih dua gol dengan hanya mencetak satu gol, Anda paham kan?

Salah satu pemain Barbados melesakkan bola ke gawangnya sendiri, tapi kemudian semuanya menjadi semakin aneh. Grenada dengan cepat menyadari bahwa satu gol ke masing-masing gawang akan membuat mereka menjadi pemenang grup dan Barbados pun terpaksa mengamankan kedua gawang. Entah bagaimana akhirnya mereka berhasil melakukannya dan permainan dilanjutkan ke perpanjangan waktu, di mana Barbados mencetak Gol Emas yang memastikan mereka menang 4-2 dan lolos ke Piala Karibia. Anda kebingungan mengerti aturan ini? Agar lebih jelasnya, silahkan lihat cuplikan pertandingan tersebut di bawah ini.

Leicester vs Arsenal (1997/98)

Dengan Arsenal unggul 2-0 di Filbert Street berkat dua gol brilian Dennis Bergkamp pada Agustus 1997, The Gunners tampaknya akan mendapatkan tiga poin dengan 10 menit tersisa.

Tapi, pada pertandingan ini, tercipta banjir gol yang paling menakjubkan dalam sejarah Premier League.

Satu gol Emile Heskey tampaknya hanya akan menjadi hiburan belaka untuk Leicester dengan enam menit waktu normal yang tersisa, tapi gol Mark Elliot yang merupakan hasil defleksi membuat skor menjadi imbang. Namun pada menit ke-94, Bergkamp melengkapi catatan hat-tricknya dengan mencetak salah satu terhebat sepanjang sejarah Premier League, menjatuhkan bola loop dari David Platt dengan indah sebelum akhirnya sukses menipu Elliott dan menceploskan bola melewati Kasey Keller.

Dengan pemain Arsenal memohon kepada wasit agar peluit akhir segera ditiup, Leicester mendapatkan sepak pojok pada menit ke-96. Dan, terjadi beberapa kali sundulan di area penalti Arsenal, kapten The Foxes, Steve Walsh, melepaskan sebuah gol undulan yang kuat yang berhasil menaklukkan David Seaman dan mengamankan hasil imbang yang tidak terduga.