Serangan Mematikan Barcelona Bisa Menghancurkan Bayern Munich Sekali Lagi

Michael Cox mengatakan bahwa tim asuhan Pep Guardiola itu sangat kurang dalam hal menggiring bola yang bisa membuat mereka kalah seperti yang dialami oleh Barca pada 2013...

Melihat kembali ke sejarah sepakbola, perkembangan dari taktik sepakbola bukan hanya tentang formasi atau pressing, tetapi tentang apa yang akan Anda lakukan dengan bola secara tepat. Pada awal-awal perkembangan, perdebatan utama adalah tentang menggiring bola versus mengumpan bola dan dalam hal yang berbeda, bukti nyata dari hal itu adalah saat kemenangan 3-0 Barcelona atas Bayern Munich pekan lalu. Permainan yang mengutamakan umpan selalu menjadi inovasi yang besar. Tim-tim sepakbola pada awalnya hanya mengandalkan permainan dribble yang agresif untuk mencetak gol, dengan pemain-pemain lainnya membantu untuk mengambil bola apabila pemain yang sedang membawa bola kehilangan bola, bisa kita samakan dengan apa yang terjadi di Liga Rugby. Adalah Queen's Park di tahun 1870 yang menjadi pelopor "passing game" yang mana mengedepankan permainan kombinasi antar pemain ketimbang permainan individual. Tim modern seperti Barcelona dan Bayern Munich adalah tim yang mengutamakan umpan di dalam taktiknya. Total keduanya menyelesaikan lebih dari 1.000 umpan pada pertandingan pekan lalu dan satu hal yang menarik adalah, bahwa fakta tentang Bayern yang mendominasi penguasaan bola, dengan 55%. Tetapi yang lebih menarik lagi adalah apabila kita melihat statistik dribble, dan Barcelona menjadi tim yang unggul di sini. Barca sukses menyelesaikan 26 dari 45 usaha dribblenya, sedangkan Bayern hanya 3 dari 12. Pertandingan ini lebih dari sekedar mengumpan, seperti yang kita lihat pada hasil akhirnya.

Raja Dribble

Ada pertanyaan mendasar di Barcelona dalam tiga tahun terakhir, sejak rezim Pep Guardiola berakhir, tim asal Katalan tersebut lebih menjadi tim yang mengutamakan permainan dribble. Ini sangatlah wajar, mengingat tipikal pemain-pemain yang ada di Barcelona. Dengan tambahan penyerang seperti Neymar, seorang pemain dengan segudang trik di sisi kiri dan juga Luis Suarez, pemain yang memiliki fisik luar biasa, pelari yang cepat saat menggiring bola melalui sisi tengah, mereka benar-benar mengubah cara penerapan serangan mereka saat masuk ke lini ketiga. Ada kalanya mereka bermain dengan mengutamakan umpan, tetapi Leo Messi akan tetap menggiring bola, dan pemain lainnya akan melakukan pergerakan tanpa bola dengan apik. Sekarang, penyerang Barca bisa mengalahkan pemain belakang lawan dengan sendiri. Itu yang terjadi pada pekan lalu, Messi berhasil mengalahkan lawan-lawannya sebanyak 9 kali, termasuk gocekan luar biasanya dengan menggunakan kaki kirinya yang berhasil membuat Jerome Boateng terkapar di lapangan Camp Nou dan membawa Barca mencetak gol kedua mereka. Sedangkan Neymar sukses mengalahkan lawannya sebanyak 5 kali, Suarez dan Iniesta masing-masing 4 kali.

Bagi Bayern, yang mengejutkan adalah, hanya ada satu pemain yang bisa menunjukkan kemampuannya menggiring bola adalah bek kiri Spanyol, Juan Bernat yang sukses mencatatkan 3 take-ons, tetapi usahanya selalu menemui kegagalan, ketika ada kesempatan baginya untuk maju membantu serangan di sisi kiri, dia selalu di tekel oleh Dani Alves yang langsung melepaskan umpan ke Messi untuk mencetak gol.

Perbedaaan itu terlihat apabila kita melihat statistik yang ada, Barcelona benar-benar memiliki dimensi dan cara bermain yang berbeda saat melakukan serangan.

Pergerakan umpan-umpan dan pemain Bayern sangat mudah untuk di baca dan pemain belakang Barcelona mengetahui dengan benar, cara menghentikan pola serangan seperti itu, the Catalans bermain dengan penuh kejutan. Para pemain belakang Barca berlatih dengan menjaga Messi, sebagai contohnya, seorang pemain yang sangat ahli dalam mengumpan, menggiring bola dan mencetak gol. Juga dengan adanya Suarez dan Neymar di skuat mereka, coba kita bayangkan, bagaimana pemain belakang mereka setiap hari berlatih menjaga tiga penyerang paling berbahaya di dunia saat ini? Serangan Bayern seperti tidak ada apa-apa bagi mereka.

Perubahan Permainan

Ini adalah sesuatu yang sangat berbeda dari pertemuan mereka terdahulu yang terjadi dua tahun yang lalu ketika Bayern menang 3-0 di Camp Nou, mereka berterima kasih kepada serangan balik mereka yang sangat baik dan juga banyaknya pemain mereka yang menggiring bola. Yang berbeda sekarang hanyalah absennya Franck Ribery dan Arjen Robben. Dua tahun lalu, posisi menggiring bola mereka benar-benar memperlihatkan serangan Bayern. Mereka menguasai bola di lini tengah mereka, sukses melewati pemain belakang dan menggiring bola untuk mencetak gol. Kali ini, Bayern benar-benar kehilangan sosok Ribery dan Robben, karena mereka tidak memiliki pemain sayap murni atau penyerang yang bisa menggiring bola sama baiknya dengan dua pemain tersebut.

Mengingat kebanggaan yang terdapat pada dua klub ini dalam hal penguasaan bola yang terbaik di Eropa, sangat menarik melihat dribble benar-benar membuktikan perbedaan di lapangan. Di level tertinggi sepakbola Eropa, kita tidak cukup baik apabila hanya bagus dalam satu skema sekarang, kita harus bisa memiliki banyak skema serangan untuk menjadi nomor satu.

Analisis lain seperti ini di FFT.com