Blog

Sergio Ramos: Reaksi Soal Mohamed Salah & Loris Karius Berlebihan!

Kapten Real Madrid itu mengecam reaksi berlebihan yang muncul, usai dirinya membuat Mohamed Salah dan Loris Karius cedera di final Liga Champions.

We are part of The Trust Project What is it?

Setelah bertubi-tubi diserang lantaran mencederai duo Liverpool, Mohamed Salah dan Loris Karius, di final Liga Champions lalu, kapten Real Madrid, Sergio Ramos, akhirnya angkat bicara.

Seperti diketahui sebelumnya, Ramos dituding sengaja merangkul Salah dalam sebuah momen perebutan bola hingga membuat pemain asal Mesir itu cedera dan keluar lapangan secara dini.

Terbaru fakta mengungkap bahwa Loris Karius alami gegar otak ringan selama final Liga Champions. Khalayak lantas menuduh itu terjadi karena sang kiper sempat berbenturan dengan Ramos.

Pemain berusia 32 tahun itu lantas menyebut bahwa mayoritas khalayak sepakbola begitu berlebihan dalam merespons situasi Salah dan Karius. Dia pun menganggap orang-orang hanya iri dengan kejayaan yang sudah diraihnya.

"Luar biasa, orang-orang memberikan begitu banyak perhatian soal [apa yang terjadi pada] Salah. Saya tak mau bicara sebelumnya, karena semua dibesar-besarkan," buka Ramos, seperti dilansir Marca.

"Salah meraih lengan saya terlebih dahulu dan saya jatuh ke sisi saya sendiri. Cedera itu terjadi pada sisi lengan yang lain dan mereka mengatakan bahwa saya melakukan bantungan judo padanya."

"Setelah itu kiper Liverpool mengatakan kalau saya membuatnya pusing karena [sempat] saling berbenturan. Saya sepertinya hanya tidak mendengar [Roberto] Firmino mengatakan bahwa dia jadi kedinginan karena setetes keringat saya mendarat di tubuhnya."

"Usai laga saya berbicara dengan Salah melalui pesan singkat dan dia tampak baik. Dia juga bisa saja bermain kembali jika bersedia mendapat suntikan [peringan rasa sakit]. Kadang saya melakukan hal tersebut."

"Bagaimanapun ketika seorang Ramos melakukan sesuatu seperti itu [insiden pelanggaran], segalanya jadi sedikit berlebihan. Saya tak tahu, apakah itu karena Anda bermain di Madrid begitu lama dan meraih begitu banyak gelar, kemudian orang-orang memandang Anda dengan cara berbeda," tandasnya kesal.