Shinji Okazaki Sukses Mewujudkan Mimpinya

Shinji Okazaki, penyerang Jepang paling tajam di sejarah Bundesliga berbicara kepada Mark Lovell tentang kegagalan Jepang akhir-akhir ini dan kesuksesannya di Jerman...

Selamat Shinji! Apa artinya bagi anda untuk pertama kalinya terpilih dalam daftar 50 pemain terbaik Asia versi FFT? Siapa yang menurut anda adalah pesepakbola terbaik Asia saat ini - selain anda sendiri tentunya?
 
Terima kasih. Ini adalah kehormatan bagi saya! Ada begitu banyak pemain Asia yang bagus saat ini dan sebagai pemain saya sendiri cukup sulit untuk menilai. Juara Asia, Australia, memiliki begitu banyak pemain berbakat - Mile Jedinak tidak hanya nakhoda Socceroos, ia juga kapten tim Premier League (di Crystal Palace). Tentu saja, Son Heung-min harus berada di daftar teratas, serta kedua rekan saya di Mainz, Ja-Cheol Koo dan Jo-Hoo Park. Ki Sung-yong juga bersinar di Liga Primer Inggris (bersama Swansea City).
 
Apa puncak pencapaian pribadi anda dan momen terburuk anda selama 12 bulan terakhir?
 
Itu yang sulit. Tersingkirnya Jepang di babak penyisihan grup Piala Dunia dan juga tersingkir dini di Piala Asia (atas Uni Emirat Arab) adalah pukulan besar. Mereka kekecewaan pahit yang lebih besar daripada keberhasilan yang saya miliki secara pribadi, seperti finis ketujuh di Bundesliga atau 15 gol saya untuk Mainz (catatan gol terbanyak yang bisa ditorehkan striker Jepang sepanjang sejarah liga-liga top Eropa).
 
Pada bulan Januari 2011, VfB Stuttgart menandatangani anda dari Shimizu S-Pulse di Jepang. Beritahu kami bagaimana keputusan itu muncul.
 
Saya selalu bermimpi bermain di Eropa jadi saya hanya bahagia bahwa mimpi seumur hidup saya akhirnya menjadi kenyataan. Saya tidak tahu apa-apa tentang Stuttgart atau bahkan Jerman dalam hal ini, tapi saya masih sangat bahagia dan santai mengenai kepindahan tersebut.

Setelah 10 gol dalam 63 penampilan Bundesliga, mengapa anda tidak dibutuhkan Stuttgart?
 
Saya butuh banyak waktu untuk menyesuaikan diri di Stuttgart, tidak hanya untuk negara baru yang aneh, gaya hidup di Jerman, rekan tim baru - seluruh komunikasi dalam tim juga sulit. Selain itu saya adalah penyerang tengah, tapi sering dimainkan di posisi sayap. Saya tidak membantu diri saya sendiri dengan juga membuang terlalu banyak peluang.
 
Thomas Tuchel menggantikan Jurgen Klopp sebagai pelatih Borussia Dortmund di musim panas. Anda merasakan bermain di bawah asuhan Tuchel setelah pindah ke Mainz pada tahun 2013. Seperti apa dia sebagai pelatih?
 
Dia pelatih yang benar-benar bagus dan saya belajar banyak darinya. Dia memiliki metode pemikiran yang bagus dalam latihan yang bahkan tidak pernah saya dapatkan dalam karir saya. Meskipun ia memberikan tekanan pada pemain untuk harus tampil bagus, dia juga mampu memberikan pujian di waktu yang tepat. Ketika saya tidak mencetak gol, dia masih terus memilih saya dan akhirnya saya harus berterima kasih untuk kesuksesan saya hari ini di Mainz.
 
Dia tampaknya sangat intens. Apakah dia serius sepanjang waktu atau apakah ia menyukai lelucon?
 
Ya, dia memiliki selera humor yang bagus dan dia suka lelucon. Jelas ketika tim tidak tampil buurk dia tidak akan terlalu bahagia, atau dalam suasana hati yang baik, tapi ia terus memotivasi kami untuk lebih baik dan mencapai hasil yang lebih baik sebagai sebuah tim.

Beralih topik ke tim Jepang, apa yang terjadi di Piala Dunia 2014? Mengapa "Nippon" tampil begitu buruk di Brazil?
 
Andai saja saya tahu. Kami hanya tidak cukup bagus. Pada Piala Dunia anda harus melakukan segalanya dengan benar, baik secara fisik dan mental. Selalu ada tim di Piala Dunia yang bukan tim sepakbola besar, tetapi mereka berhasil dengan pertahanan yang kuat dan sikap yang baik atau permainan kolektif, yang memungkinkan mereka untuk masih bisa memenangkan pertandingan. Kami juga membutuhkan kemauan untuk menang dan mengembangkan mentalitas pemenang dalam segala hal. Kami menunjukkan kelemahan mental. Halilhodzic mengatakan saat ia mengambil alih jabatan pelatih bahwa kami begitu jauh untuk bersaing di Piala Dunia.
 
Apa kesan pertama anda dari pelatih baru Jepang, Vahid Halilhodzic?
 
Dia sangat bergairah dan telah membuat kesan yang baik di awal masa jabatannya. Pelatih baru memulai dengan menganalisa dan menyoroti apa yang salah di Piala Dunia. Sejak itu kami benar-benar memperbaiki kesalahan kami dan apa kekurangan kami sebagai sebuah tim. Saya mendukung semua untuk pendekatan ini karena ia juga ingin meningkatkan komunikasi dalam skuat.
 
... Dan mantan pelatih Jepang, Javier Aguirre?
 
Aguirre juga meninggalkan kesan yang baik, bahkan meski ia pergi tiba-tiba. Dia adalah seorang motivator yang baik dan membuat kami bertempur di lapangan, tapi saya ingin hati-hati membandingkan kedua pelatih.

Anda berusia 29 tahun sekarang, apakah anda pikir anda masih dapat tampil di Piala Dunia 2018 Rusia?
 
Ya, saya sangat ingin bermain di Piala Dunia berikutnya. Tentu saja, itu tergantung pada bagaimana saya bermain di lapangan dan berapa banyak gol yang saya cetak. Saya tahu apa yang diharapkan dan bagaimana sulitnya Piala Dunia. Ambisi saya adalah untuk lebih baik daripada yang telah saya lakukan di dua Piala Dunia sebelumnya.
 
Anda baru-baru ini berkata selama penyelenggaraan Piala Asia bahwa bermain di Liga Primer selalu menjadi mimpi anda. Mengapa kepindahan ke Leicester di bursa transfer Januari tahun 2015 tidak terwujud?
 
Transfer selalu bukan hal yang sederhana. Tentu saja, bagus untuk mendapatkan tawaran dari klub Liga Primer seperti Leicester City, tapi itu bukan waktu terbaik untuk pindah. Mainz tengah berjuang menghindar dari degradasi di Bundesliga. Pada dasarnya, saya berbicara dengan Mainz dan kami sepakat bahwa saya harus bertahan dan membantu tim keluar dari jeratan zona degradasi, mengingat saya masih terikat kontrak sampai tahun depan.
 
Apakah anda mendukung salah satu tim Liga Primer ketika anda tumbuh dewasa?
 
Ketika saya masih muda saya tidak mendukung klub Liga Primer, tapi pertandingan selalu disiarkan langsung di TV. Jelas itu adalah liga yang sangat menuntut fisik, sama sekali berbeda dengan J-League misalnya. Inggris adalah "Tanah Sepakbola".
 
Manajer Umum Mainz, Christian Heidel, menegaskan bahwa anda tidak bisa pindah ke klub Bundesliga lain dan jika anda pindah maka hanya ke klub di luar Jerman. Apakah anda setuju dengan itu?
 
Sebagai pesepakbola anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Pada akhirnya, itu semua tergantung pada Mainz karena saya punya satu tahun lagi di kontrak saya, tapi saat bermain saya lebih bahagia di sini."

Simak yang lain di #FFTAsia50

FourFourTwo 50 Pesepakbola Asia Terbaik bekerjasama dengan Samsung SportsFlow - memberikan Anda liputan olahraga terlengkap dalam satu aplikasi. Unduh dan temukan lebih banyak lagi di www.sportsflow.me