Siapa Penekel Terbaik di Premier League Musim Ini? Raja Dribel? Siapa Kreator Peluang Terbaik?

Alex Keble menggunakan Stats Zone untuk menemukan para bintang yang menonjol di Premier League 2015/16 ini...

Penekel terbaik – N’Golo Kante (4,7 kali per pertandingan)

Rataan tekel yang dilakukan Lucas Leiva merupakan yang terbaik pada pertengahan musim tapi penampilan luar biasa Kante pada paruh kedua kompetisi – di mana Leicester mencatatkan 12 clean sheet dari 17 pertandingan – berhasil memastikan pemain asal Prancis tersebut sebagai pemain yang paling banyak melakukan tekel sukses di Premier League. Formasi 4-4-2 yang menyempit ala Leicester memudahkan pekerjaan Kante di mana area pertahanannya tidak terlalu luas dan dirinya sering mendapatkan back-up dari rekan-rekannya. Hal tersebut merupakan salah satu alasan kenapa Kante sering muncul di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, sementara pemain-pemain seperti Nemanja Matic dan Francis Coquelin harus bekerja di area yang lebih luas.

Intersep terbanyak – N’Golo Kante (4,2 kali per pertandingan)

Kante juga berada di posisi teratas menyoal intersepsi, sementara Idrissa Gueye, gelandang Aston Villa, berada tak jauh di belakangnya (4 kali per pertandingan). Gueye mampu menarik perhatian di musim yang menyedihkan bagi klub asal West Midlands tersebut, entah bagaimana dia bisa tampak seperti pemain luar biasa ketika rekan-rekan di sekitarnya menggelepar tak berdaya saat berada di posisi paling buncit. Gueye tampaknya akan menjadi yang terbaik hingga Kante, dengan 23 kali intersepnya pada empat pertandingan terakhir, mengalahkannya di saat terakhir. Jika pemain asal Prancis tersebut meninggalkan Leicester pada musim panas nanti, Gueye bisa menjadi pengganti yang bagus bagi sang juara.

Pencipta peluang terbanyak – Mesut Ozil (4,2 peluang per pertandingan)

Meskipun hanya mencatatkan tiga assist dalam 17 pertandingan liga terakhir, Ozil tetap konsisten dalam menciptakan peluang sepanjang musim; mungkin rekan-rekan setimnya, bukan pemain nasional Jerman tersebut, yang performanya menurun pada tahun 2016. Ozil mengakhiri musim ini dengan 19 assist, mencetak enam gol, dan secara keseluruhan menciptakan 146 peluang untuk rekan setimnya. 

Pendribel terbaik – Wilfried Zaha (3,7 kali per pertandingan)

Zaha mungkin hanya mencetak tiga gol dan tiga assist pada musim ini tapi kecepatannya di sayap kanan secara tidak langsung memberikan dampak yang besar bagi Crystal Palace. Strategi utama Alan Pardew adalah bermain dengan perhanan yang dalam dan menunggu kesempatan untuk menyerang dengan mengandalkan serangan balik; di dalam diri Zaha – salah satu pemain yang sering dilanggar di Premier League (2,6 kali dilanggar per pertandingan)— dia mempunyai seorang pemain yang dapat menyerang dengan cepat dan bisa memperoleh peluang bola mati, yang menyumbang 50% dari seluruh gol Palace pada musim ini.

Kartu terbanyak – Jack Colback (11 kartu kuning)

Jack Colback, pemain Newcastle United, memang menjadi pemain yang paling banyak mengoleksi kartu kuning pada musim ini tapi dia hanya mendapatkan dua kartu kuning pada 12 pertandingan terakhir, mungkin karena Rafael Benitez telah menanamkan kedisiplinan dan organisasi di pertahanan Newcastle yang mengurangi frekuensi Colback dalam melakukan professional foul. Tak akan ada yang terkejut dengan gairah permainannya, gelandang agresif ini memang seharusnya berada di posisi teratas – kerja keras gelandang yang sering diremehkan ini akan sangat penting di Championship

Paling sering dilewati – Aaron Ramsey (2,1 kali per pertandingan

Kelemahan Ramsey dalam melakukan tekel (46% dari usaha tekel yang dilakukannya tidak mengenai sasaran) adalah tanda-tanda kelemahan yang masih terus ada di lini tengah Arsenal, dan menjelaskan mengapa Arsene Wenger semakin tidak percaya dengan pemain asal Wales tersebut.  Mohamed Elneny telah menawarkan stabilitas di lini tengah tapi penggemar Arsenal akan berharap bahwa Coquelin dan Santi Carzola bisa tetap bugar pada musim depan; mereka telah kebobolan tiga gol atau lebih dalam tujuh pertandingan berbeda pada musim ini.

Umpan silang terbanyak – Dimitri Payet (9,6 upaya per pertandingan, 3,1 kali mengarah tepat sasaran)

Sayap flamboyan West Ham ini tampil menonjol pada musim penuh pertamanya di Premier League, mampu berkembang dalam peran bebas (free role) yang diberikan Slaven Bilic dengan mencetak sembilan gol dan menciptakan 12 assist di dalam 30 pertandingan. Seiring dengan pergerakannya yang tak teratur dan umpan-umpan terebosannya yang cermat (Payet menciptakan 4,0 peluang per pertandingan, hanya kalah dari Ozil), pemain asal Prancis tersebut merupakan pemain yang paling banyak dalam melakukan percobaan umpan silang (9,6 kali) dengan tingkat kesuksesan paling tinggi (3,1 kali) di Premier League. Tidak mengherankan, West Ham berhasil mencetak 17 gol yang berawal dari set-piece pada musim ini dan juga mencetak gol melalui sundulan paling banyak (15 gol).

Siapa pengumpan terbaik? Pemain yang paling sering melakukan kesalahan defensif? Dan siapa yang paling dominan di duel udara? Ada di halaman berikutnya!