Top 10/50/100

Siapa Sangka, 15 Pasang Pemain Ini Pernah Menjadi Rekan Satu Tim!

Ederson Jan Oblak

Dunia sepakbola telah memberikan crossover yang menarik selama bertahun-tahun – termasuk dua pasang kipper yang kini masuk menjadi 10 terbaik di dunia... 

We are part of The Trust Project What is it?

Ederson dan Jan Oblak (Rio Ave)

Bayangkanlah jika tim Anda memiliki dua kiper terbaik dunia sebelum mereka diakui sebagai secara luas sebagai kiper terbaik di dunia. Hal itu lah yang dialami oleh Rio Ave di musim 2012/13 ketika mereka memiliki Ederson yang kala itu berusia 18 tahun dan mendapatkan Oblak yang masih berusia 19 tahun dengan status pinjaman dari Benfica – klub yang nantinya akan mengganti pemain asal Slovenia itu dengan mantan rekan satu timnya.

Oblak berhasil mengambil tempat utama dalam starting XI di Rio Ave. Dirinya bermain dalam 31 pertandingan untuk klub sementara Ederson hanya bermain sebanyak delapan kali saat Vilacondenses finis di urutan keenam Primeria Liga.

Dua kiper tersebut terus tumbuh pada musim-musim selanjutnya; Oblak kembali ke Benfica, dan Ederson mendapatkan lebih banyak waktu bermain di Rio Ave. Atletico Madrid kemudian berhasil menggaet Oblak dengan biaya transfer yang murah, sebesar 16 juta Euro di tahun 2014. Benfica lalu membeli Ederson dengan biaya yang hanya 500.000 Euro di musim panas berikutnya. Dua tahun kemudian dia dibeli Manchester City dengan biaya transfer sebesar 40 juta Euro.  

David Beckham dan David Moyes (Preston)

David Beckham, David Moyes

Moyes adalah pendukung Preston, setelah menghabiskan enam tahun di sana dari tahun 1993-99. Ia juga kemudian mengakhiri kariernya sebagai pemain bola di Deepdale. Moyes membuat lebih banyak penampilan untuk Lilywhites daripada klub lain dalam kariernya di liga yang lebih rendah, dan dengan cepat ia beralih ke staf pelatih – membina mereka antara tahun 1998 dan 2002, dan berhasil mengantarkan mereka dari Divisi Dua ke babak play-off Divisi Pertama.

Pada tahun 1994/95, ia bergabung di Preston dengan seorang remaja bernama David Beckham, yang tiba dengan masa pinjaman singkat dari Manchester United. Becks hanya menghasilkan lima kali pertandingan untuk tim Divisi Tiga tetapi berhasil mencetak dua gol – satu, langsung dari sepak pojok.

"Kami pergi untuk menonton dia bermain untuk cadangan Manchester United di Walsall," kenang Moyes yang diliput oleh FourFourTwo. "Saya adalah pemain / asisten manajer untuk Gary Peters. Becks adalah bocah yang kurus dan saya berkata kepada Gary di mobil dalam perjalanan pulang: 'Dia tidak akan cukup kuat untuk kami.' Gary berkata, "Tidak, dia akan baik-baik saja." Dan betul itu lah yang terjadi. Kami dipromosikan di Orient tahun itu dan David dan ayahnya datang ke ruang ganti. Dia di tim pertama United saat itu, tapi dia tidak melupakan kami." 

Brad Friedel dan Gheorge Hagi (Galatasaray)

Ya. Mantan penjaga gawang Friedel menghabiskan sebagian besar kariernya di Inggris, bermain 624 pertandingan untuk Liverpool, Blackburn, Aston Villa dan Tottenham (dan nol selama masa pinjaman yang terlupakan di Newcastle pada tahun 1994).

Tugas pertama pemain Amerika ini terjadi di Turki, di mana ia membuat 37 penampilan untuk Galatasaray pada 1995/96. Legenda Rumania Hagi berada di antara rekan-rekannya di Istanbul –bergabung tidak lama sebelum Friedel berangkat ke Columbus Crew pada musim panas 1996. Gelandang serang Hagi mengakhiri kariernya dengan empat gelar Super Lig, dua Piala Turki dan Piala UEFA.

Pages