Analisa

Siapa yang Paling Diuntungkan dengan Eksodus Pemain-Pemain Sriwijaya FC?

Laga melawan Persija Jakarta yang berujung hasil imbang 2-2 pada 10 Juli lalu adalah kali terakhir Sriwijaya FC bermain dengan skuat terbaik yang memang mereka siapkan sejak awal musim. Setelahnya, satu per satu pemain, yang celakanya berisi sejumlah pemain inti, berpamitan hengkang seiring dengan kisruh yang melanda internal tim. Dimulai dari Hamka Hamzah, sang kapten, dan Adam Alis, lalu diikuti para pemain lain seperti Mamadou N’Diaye, Alfin Tuasalamony, Novan Setya Sasongko, Makan Konate, Patrich Wanggai, hingga Rahmad Hidayat.

We are part of The Trust Project What is it?

Tak jelas apa penyebab kisruh ini. Jika melihat unggahan bernada sindiran sejumlah pemain, besar kemungkinan penyebabnya adalah soal gaji. Bahkan ini kabarnya membuat para pemain sempat melakukan aksi mogok latihan – meski kemudian disanggah tim pelatih.

Namun, manajemen Sriwijaya sendiri menampik isu itu. Mereka beralasan, hengkang atau dilepasnya delapan pemain bukan karena masalah gaji atau pun hal lain yang menyangkut finansial, melainkan murni hasil evaluasi. Hanya saja, anehnya, ucapan terakhir mereka terasa kontradiktif alias justru mengindikasikan adanya masalah tersebut.

“Pelepasan ini bukan karena kesulitan keuangan, tapi ke depannya justru untuk menghindari itu, sehingga kami kembalikan lagi ke porsi yang lebih baik. Kami berharap tidak ada lagi kesulitan finansial di putaran kedua dan Piala Indonesia,” kata presiden klub Dodi Reza. “Manajemen melakukan evaluasi berdasarkan kebutuhan dan suasana tim, termasuk kondisi keuangan sehingga tidak ada kesulitan lagi dalam mengarungi kompetisi musim ini,” katanya lagi.

Apapun itu, yang jelas, pelepasan pemain sudah dilakukan dan tentu ini akan sangat merugikan Sriwijaya FC. Sebagai sebuah tim yang sejak awal disiapkan untuk mencapai target yang terbilang tinggi, yakni tiga besar, ketiadaan delapan pemain tersebut akan makin mempersulit langkah mereka yang sebelumnya sudah terbilang sulit. Buktinya terlihat jelas saat mereka takluk tiga gol tanpa balas dari Mitra Kukar pada Rabu (18/7) lalu. Kemudian, sebagai sebuah brand, pelepasan pemain berbau kisruh ini juga akan merusak nama baik mereka. Dampaknya mungkin saja akan membuat tim sulit mendapatkan sponsor dan, terutama, mendatangkan para pemain bintang di masa yang akan datang.

Nah, saat Sriwijaya berada dalam kondisi seperti ini, yang sampai membuat mereka melepas delapan pemain penting, tim-tim lain coba mengambil keuntungan. Arema, misalnya. Saat kisruh Sriwijaya mencuat ke permukaan, mereka langsung mengontrak kembali pemain lama mereka, Hamka Hamzah, dan bahkan sudah menjalani debutnya beberapa hari lalu. Tak tanggung-tanggung, mereka juga menggaet dua pemain kunci Sriwijaya lain yang juga menjadi korban evaluasi: Makan Konate dan Alfin Tuasalamony.

Pages