Siapa yang Pantas Menggantikan Arsene Wenger di Arsenal?

Jika Arsene Wenger benar-benar pergi dari Arsenal, siapa yang pantas menggantikannya? Arief Hadi Purwono memberikan 10 kandidatnya...

Arsene Wenger. Tak ada habisnya membicarakan manajer Arsenal berusia 67 tahun ini, yang belakangan – untuk kesekian kalinya – terus mendapatkan sorotan. Wenger memecah dua belah kubu perdebatan antara pihak yang mendukungnya dan juga menginginkannya pergi dari London Utara. Apa penyebab perpecahan itu? Konsistensi Wenger yang terus bertahan bersama The Gunners.

Wenger sudah memasuki 21 tahun kariernya di Arsenal sejak datang dari Nagoya Grampus Eight pada 1996, dan segala momen manis atau pahit telah ia rasakan bersama klub. Wenger yang membangun pondasi Arsenal, menguatkan filosofi penggemblengan pemain muda berbakat untuk dijadikan bintang masa depan, hingga menyeimbangkan neraca keuangan. Tapi, kekalahan memalukan dari Chelsea dan Bayern Munchen sudah seharusnya membuka mata Wenger bahwa waktunya sudah habis, bukan?

Kontrak pria kelahiran Strasbourg berakhir pada akhir musim ini, dan hasil jajak pendapat beberapa media ternama Inggris memberikan hasil yang tak lagi mengejutkan: sebagian besar suporter Arsenal menginginkan Wenger untuk meninggalkan kursi jabatannya di akhir musim 2016/17. Raihan 15 trofi dengan detail tiga trofi Liga Primer, enam trofi Piala FA, dan enam titel Community Shield tampak menjadi akhir koleksi trofi sang profesor.

Bahkan, kandidat-kandidat pengganti Wenger sudah mulai menjadi topik yang dibicarakan di seantero dunia. Mayoritas fans sudah tidak peduli meski Wenger masih menjabat sebagai manajer klub saat ini, mereka hanya berharap manajemen klub mendatangkan manajer anyar musim depan. Lalu, siapa saja kandidat yang pantas untuk menggantikannya?

1. Massimiliano Allegri

Mereka berkata saya akan pergi ke Arsenal? Anda semua yang mengatakannya, saya hanya mendengar

- Massimiliano Allegri

Baru berusia 49 tahun, Max Allegri belakangan terus dihubungkan sebagai pengganti Wenger di Arsenal. Allegri terkenal sebagai pelatih yang kaya akan variasi taktik yang sudah sukses memberi scudetto kepada AC Milan dan Juventus. Bersama Biaconeri misalnya, ia datang menggantikan Antonio Conte dan mengubah formasi 3-5-2 tim, menjadikannya taktik cadangan dengan pilihan utamanya formasi 4-2-3-1 dan 4-3-1-2.

Allenatore kelahiran Livorno ini juga meninggalkan tinta emas dalam sejarah sepakbola Cagliari. Klub kecil dari Sardinia itu dijadikannya sebagai tim tangguh pada musim 2008/09, hingga mereka finis di peringkat sembilan klasemen Serie A. Raihan itu dicapainya meski dengan keterbasan pemain bintang dan sumber daya yang terbatas, tapi itu tak menghalanginya dalam menjadikan Cagliari tim dengan permainan yang menghibur dengan materi pemain seperti Federico Marchetti, Andrea Cossu, dan Davide Biondini.

Penyegaran taktik itu yang dibutuhkan Arsenal saat ini dan Allegri sudah memberi tanggapannya terkait rumor Arsenal. “Bagaimana bahasa Inggris saya? Saya mulai mempelajarinya sebelum ke Milan, sekarang saya melupakannya. Mereka berkata saya akan pergi ke Arsenal? Anda semua yang mengatakannya, saya hanya mendengar,” cetusnya.

2. Thomas Tuchel

Ia merupakan pelatih yang gemar memainkan direct football dengan intensitas permainan yang cepat.

Melatih klub sekaliber Arsenal tentu akan menarik bagi Tuchel yang belum banyak memiliki pengalaman melatih klub. Pria kelahiran 29 Agustus 1973 itu baru mulai melatih pada 2007 dan hingga saat ini baru menangani FC Augsburg II, Mainz 05, dan saat ini bersama Borussia Dortmund.

Tuchel dikaitkan sebagai pengganti Wenger karena ide segar yang dimilikinya, yang diyakini mampu memberi warna permainan anyar di Arsenal. Muda, memiliki konsep bermain yang segar, dan antusiasme baru dapat menggoda manajemen klub untuk memboyongnya ke Emirates Stadium. Tentunya manajemen juga akan mempertimbangkan segalanya, mereka jelas tak ingin ‘kasus’ David Moyes di Manchester United terjadi pada Arsenal.

Jika melihat bagaimana ide bermain Tuchel saat ini bersama Die Borussen, ia merupakan pelatih yang gemar memainkan direct football dengan intensitas permainan yang cepat. Serangan cepat ke jantung pertahanan lawan itu diyakini banyak pengamat sepakbola sesuai dengan kultur sepakbola Inggris.

3. Eddie Howe

Usia Howe tidak terpaut jauh dari Francesco Totti (39 tahun) dan dia sudah melatih Bournemouth sejak 2012.

Salah satu manajer termuda yang melatih klub Premier League. Usia Howe tidak terpaut jauh dari Francesco Totti (39 tahun) dan dia sudah melatih Bournemouth sejak 2012. The Cherries memiliki tempat spesial di hati Howe, karena ia merupakan produk asli akademi Bournemouth dan bermain di sana selama tiga periode saat aktif sebagai pesepakbola.

Sejak membawa Bournemouth promosi dan bermain di Premier League pada 2015/16, Howe sudah membentuk kerangka tim yang berisikan banyak pemain muda Inggris dan mengombinasikannya dengan pemain-pemain senior klub. Permainan Bournemouth tidak menjenuhkan dan cenderung tidak mengenal rasa takut, sebab mereka bermain dengan determinasi tinggi di tiap laganya.

Manajer kelahiran Amersham itu pun dinilai tepat sebagai pengganti Wenger di Arsenal dan menjanjikan investasi jangka panjang. Tak hanya itu, Howe juga masuk kandidat karena ia salah satu manajer muda yang punya banyak inovasi dan ide segar dalam filosofi bermainnya. Hal itu diharapkan dapat memberi penyegaran kepada permainan Arsenal yang tidak pernah berubah tiap musimnya.