Analisa

Siapakah Pemain Bernomor Punggung 10 Terhebat di Manchester United?

Manchester United
We are part of The Trust Project What is it?

Lou Macari / 1973-1984

Menjadi pahlawan instan untuk para fans United setelah menolak untuk bergabung dengan rival abadi mereka, Liverpool, demi bergabung dengan Red Devils pada tahun 1973, Macari bukanlah pemain paling tajam dalam hal menciptakan gol, namun ia menjadi sosok yang populer dengan penampilan penuh aksi di lapangan dan gaya bermain yang menawan.

Ia menjadi bagian dari skuat yang harus mengalami degradasi di tahun 1974, namun membantu klub ini promosi di tahun selanjutnya dan bermain di beberapa laga Eropa sebelum akhirnya pindah ke Swindon Town.

Statusnya semakin kuat di klub ini setelah menciptakan gol kemenangan menghadapi Liverpool pada final Piala FA tahun 1977 (lihat video di bawah).

Sekarang, ia bukan hanya seorang pandit dan komentator tetap di MUTV, tapi ia juga memiliki restoran fish and chips yang terkenal di dekat Old Trafford. 

Mark Hughes / 1980-1986, 1988-1995

Ada anggapan di kalangan para fans bahwa satu-satunya jalan yang diambil seorang pemain setelah meninggalkan United adalah ke klub yang kelasnya di bawah United.

Tapi ‘Sparky’ adalah sebuah pengecualian untuk hal itu, dia sempat pergi sebentar ke Barcelona dan kemudian masa peminjaman di Bayern Munich sebelum kembali lagi untuk menjalani kesempatannya yang kedua di Old Trafford, yang bahkan lebih sukses lagi.

Ia menjadi penyelamat Red Devils di final Piala FA dengan dua golnya menghadapi Crystal Palace untuk memaksa replay yang memberikan Sir Alex Ferguson trofi pertama di klub ini, sebelum memasukkan namanya ke sejarah Manchester United dengan menciptakan gol menghadapi Palace untuk membantu klub ini memastikan gelar perdana di Premier League pada tahun 1993. 

Hughes (tengah) saat bergabung bersama United di 1988

Norman Whiteside / 1982-1989

Menguasai Dunia pada usia 17 tahun, pensiun di usia 26 –begitulah bagaimana Whiteside diingat banyak orang. Pada tanggal 24 pril 1982, dua minggu sebelum ulang tahunnya ke 17, Whiteside menjadi pemain paling muda yang menjalani debut untuk Manchester United semenjak Duncan Edwards tiga dekade sebelumnya, yang saat itu berusia 16 tahun.

Pemain sayap yang memiliki karisma dan kemampuan teknis luar biasa ini menjadi pemain paling muda yang menciptakan gol di Final Piala FA setahun kemudian. Ia juga menciptakan gol kelas dunia untuk memenangi Final Piala FA tahun 1985 saat menghadapi Everton (lihat video di bawah).

Meski begitu, kariernya diganggu dengan cedera, yang membuatnya harus hijrah ke Everton pada tahun 1989. Ia pensiun dua tahun kemudian dalam usia di mana sebagian besar pemain bahkan masih belum mencapai puncak karier mereka, 26 tahun.