Siapakah Pemain Paling Tua Terbaik di Premier League Musim Ini?

Makin tua makin jadi, itulah kalimat yang pantas kita sematkan kepada para pemain ini yang sudah tidak lagi muda. Nick Miller bilang bahwa kita harus menghormati yang lebih tua dan dia juga memberitahu ke kita siapa pemain terbaik musim ini yang umurnya sudah melewati angka 30.  

Mile Jedinak (Crystal Palace, 30)

Walaupun sepertinya Palace tidak terlalu merindukan kapten mereka saat pemain Australia ini absen untuk membela negaranya di Piala Asia, karena pemain lain sukses bermain baik tanpanya, Jedinak tetap menjadi kunci dan jangkar dari tim pada musim ini. Gelandang Australia ini memberikan ketangguhan lini tengah bagi timnya, dimana saat ini tim asuhan Alan Pardew lebih membutuhkan pemain dengan skill di atas rata-rata yang ada di diri Jedinak, ketimbang pemain dengan semangat juang tinggi yang berposisi di depannya, seperti Jason Puncheon, Wilfried Zaha dan Yannick Bolasie.

Jason Shackell (Burnley, 31)

Hanya ada beberapa saja pemain yang kurang diperhitungkan di Premie League. Shackell bisa jadi salah satu pemain tersebut, pemain ini adalah kapten Burnley yang juga menjadi bagian penting dari usaha mereka bertahan di divisi teratas sepakbola Inggris ini, walaupun ada nama-nama beken lainnya seperti Danny Ings atau George Boyd. Karir Shackell bisa di bilang berjalan dengan lambat, dia pernah memperkuat tim-tim medioker seperti Wolves, Norwich, Barnsley dan Derby County sebelum akhirnya berkarir di Turf Moor dua tahun yang lalu. Dia adalah jantung pertahanan dari Burnley saat ini.

Michael Carrick (Man United, 33)

Carrick melakukan debut profesionalnya 16 tahun yang lalu, tetapi banyak orang yang ragu kepadanya saat pertama kali pemain ini berkarir di sepakbola Inggris. Pada akhirnya, dia menjelma menjadi pemain yang luar biasa yang selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik dari yang terbaik, dimana di tim sekelas United, bagus saja tidak cukup untuk menjadi pemain utama. Musim ini, dalam beberapa pekan terakhir, Louis Van Gaal akhirnya mengetahui dan menemukan solusi bagaimana memainkan pemain Inggris tersebut dalam skemanya, Carrick bermain sangat luar biasa, pengatur serangan yang jarang berbicara ini saat ini bermain sangat dalam di formasi United ala van Gaal dan membiarkan pemain-pemain disekitarnya untuk melakukan tugasnya dan dirinya menjadi konduktor dari permainan Manchester United.

Bobby Zamora (QPR, 34)

Sepertinya sangat aneh untuk memasukan pemain yang hanya mencetak tiga gol sejauh ini ke dalam daftar ini, tetapi Zamora musim ini sukses menjadi bagian penting dari QPR lebih dari kemampuan mencetak golnya. Dalam beberapa kesempatan sepertinya terlihat jelas kalau skema permainan the R's hanya memberikan umpan panjang langsung ke Zamora dan berharap dirinya menahan bola dengan sempurna lalu mencetak gol, dalam beberapa kesempatan, skema ini sukses dijalankan dan efektif (seperti yang mereka lakukan saat kalah 3-2 dari Liverpool). Karena beberapa masalah kesehatan, dirinya hanya bisa tampil sebanyak 17 kali sebagai starter musim ini, tetapi bukan sangat tidak mungkin kalau QPR berharap Zamora akan terus fit di sisa musim ini.

John Terry (Chelsea, 34)

Penampilan John Terry musim ini sangatlah baik dan bisa dibilang konsisten. Kalau kita bisa bilang, pemain berusia 34 tahun ini masih menjadi pemain belakang Inggris terbaik (Fabio Capello sepertinya akan berpikir seperti ini juga) dan mungkin, terbaik di Premier League. Dia mengalami penurunan penampilan beberapa tahun lalu, tetapi di bawah arahan Jose Mourinho, dirinya kembali menjadi pemain kunci Chelsea musim ini, dia juga mencatatkan rekor bagus, dengan hanya tidak bermain satu kali bagi tim asal London tersebut di Premier League dan Liga Champions sepanjang musim ini.

Esteban Cambiasso (Leicester, 34)

Perjalan Leicester musim ini bisa dibilang kurang begitu baik, walaupun masih ada sedikit harapan untuk bertahan di Premier League akhir musim ini. Tetapi, apabila mereka terdegradasi, sepertinya akan sulit bagi mereka untuk tetap mendapatkan permainan berkelas dari Cambiasso musim depan. Pemenang Liga Champions dan pemegang gelar juara liga di Spanyol, Argentina dan Italia, telah memberikan permainan terbaiknya bagi Leicester City sepanjang musim ini. Dan walaupun hanya dirinya dan Riyad Mahrez yang selalu memberikan kepercayaan para fans akan timnya, Esteban Cambiasso adalah tenaga dan juga bintang yang sangat berharga bagi tim yang sedang berjuang untuk lolos dari degradasi musim ini.