Singapura vs Indonesia: Duel Antar Lini

Indonesia dan Singapura akan bertemu dalam laga wajib menang yang akan menentukan nasib kedua tim di AFF Suzuki Cup 2016. Siapa saja pemain andalan kedua tim di setiap lini?

Kurnia Meiga vs Hassan Sunny

Indonesia kemungkinan akan tetap mengandalkan Kurnia Meiga. Pelatih Alfred Riedl tampaknya belum mau berspekulasi terlalu jauh dalam turnamen ini dengan merombak pemain inti yang sudah disiapkan sejak uji coba kemarin. Namun Meiga harus tampil maksimal di laga pamungkas melawan Singapura. Pasalnya, kesempatan untuk bisa lolos ke semifinal tetap terbuka asal permainan Meiga tanpa cacat.

Di dua pertandingan sebelumnya, Meiga kerap kebobolan akibat mudahnya lini belakang Indonesia ditembus pada pemain Thailand dan bola mati Filipina. Tapi Entong (sapaan akrab Meiga) juga punya pengalaman dalam mengawal gawang Indonesia di level pertandingan internasional seperti AFF Suzuki Cup ini. Hal itulah yang menjadi pertimbangan Riedl selama ini. Penyelamatan hebatnya saat menghadapi Filipina pun seolah menjadi pembuktian Meiga.

Sedangkan Hassan Sunny punya penampilan yang lebih baik di atas Meiga. Penjaga gawang senior berusia 32 tahun ini memiliki pengalaman yang jauh lebih baik dari Meiga. Terbukti penampilannya sangat apik dalam mengawal gawang Singapura saat berhadapan dengan Filipina. Bahkan dalam laga melawan Thailand, Sunny bermain baik dengan banyak menghalau sepakan Thailand. Sayang, Sunny kebobolan pada menit akhir oleh Sarawut Masuk. Bisa jadi Sunny akan kembali menjadi tembok tangguh yang sulit ditembus banteng-banteng Indonesia.

Fachruddin vs Daniel Bennett

Dibanding Rudolfo ‘Yanto’ Basna, Fachruddin adalah bek yang konsisten. Keunggulan tinggi badan membuat pemain Sriwijaya FC ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pencetak gol melalu sepak pojok. Terbukti tandukannya mampu membobol gawang Filipina.

Sayangnya, komunikasi dengan Basna kurang terjalin rapi. Terbukti beberapa kali Indonesia kebobolan yang berawal dari salah komunikasi. Fachruddin harus bisa menjaga konsentrasi agar bisa membantu Indonesia menciptakan benteng tangguh bagi Singapura.

Daniel Bennett sendiri merupakan pemain senior di Singapura. Kepemimpinannya membuat Singapura sampai saat ini bermain dengan pertahanan yang baik dan kuat. Bennett juga dijamin hafal dengan karakter pemain-pemain Indoensia. Bahkan Bennet juga dipastikan hafal dengan gaya bermain Boaz yang sering ia temui pada medio awal 2000-an. Bagi Singapura, Bennet akan menjadi kunci kemenangan Singapura atas Indonesia.

Stefano Lilipaly vs Hariss Harun

Stefano Lilipaly adalah motor permainan Indonesia di AFF Suzuki Cup sejauh ini. Visi bermainnya yang sudah berstandar Eropa menjadi pembeda lini tengah Indonesia. Menghadapi Singapura, Lilipaly tampaknya akam kembali berduet dengan Evan Dimas di lini tengah. Kali ini Lilipaly harus berkerja ekstra keras untuk bisa membawa Indonesia menang atas Singapura demi menjaga peluang ke semifinal.

Hariss Harun adalah pemain yang sangat diandalkan di lini tengah Singapura. Ia bermain sangat baik saat menghadapi Filipina dan Thailand, menjadi lapisan pertahanan pertama Singapura di depan lini pertahanan mereka, dan menjadi pengawal serangan balik yang jadi senjata The Lions. Ia bahkan bermain tanpa cela saat menjaga pergerakan Phil Younghusband. Melawan Indonesia, Harris kembali harus kerja keras untuk bisa mematikan duo gelandang Merah Putih, Lilipaly dan Evan Dimas.

Boaz Solossa vs Khairul Amri

Boaz merupakan jaminan mutu bagi Indonesia. Dua gol sudah disarangkannya sejauh ini bagi Indonesia di AFF Suzuki Cup. Sayangnya, performa baik Boaz belum bisa membuat skuat Garuda meraih kemenangan. Melawan Singapura, Boaz harus mampu melewati hadangan dari Daniel Bennett. Duel seru akan terjadi saat kecepatan Boaz beradu dengan pengalaman Bennet.

Lain Indonesia, lain Singapura. The Lions hingga kini belum mampu membobol gawang lawan, baik saat melawan Filipina dan Thailand. Khairul Amri, yang menjadi ujung tombak The Lions, harus bisa berkerja ekstra keras karena timnyas membutuhkan gol untuk bisa menang dan membuka jalan menuju semifinal. Jika bisa menemukan performanya kembali, Amri menjadi ancaman nomor satu bagi anak-anak asuhan Alfred Riedl.

Feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com/ID