Singo Edan Hentikan Langkah Macan Kemayoran

Arema memastikan diri lolos ke semifinal Piala Bhayangkara setelah mengalahkan Persija.

Arema Cronus berhasil menjaga asa mereka untuk lolos dan menjadi juara Grup B Piala Bhayangkara 2016. Hal tersebut terjadi karena pada pertandingan melawan Persija Jakarta, Jumat (25/3) anak-anak asuh Milomir Seslija berhasil memetik kemenangan 1-0.

Sama-sama membutuhkan hasil optimal untuk bisa lolos dari Grup B Piala Bhayangkara 2016, Persija dan Arema memulai laga dengan tempo tinggi di babak pertama. Itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah pelanggaran kendati belum masuk pada water break. Meski belum menghasilkan peluang yang mampu mengancam gawang masing-masing, namun wasit berulang kali meniup peluit untuk menghentikan pertandingan.

Dalam laga ini, Macan Kemayoran memanfaatkan kecepatan serta kecerdikan Ramdani Lestaluhu di lini tengah sebagai poros serangan, sementara Singo Edan mengandalkan dua sayap, Srdan Lopicic dan Alfarizie untuk membangun serangan.

Sempat mengancam lewat sundulan Christian Gonzales di menit ke-6, gawang Kurnia Meiga justru nyaris jebol setelah mendapat peluang emas melalui Novri, sayang tendangan keras sang pemain masih melebar diatas mistar gawang Arema Cronus.

Selepas mendapat ancaman tersebut, anak-anak asuh Milomir Seslija bermain lebih sabar. Mereka kemudian menunjukkan permainan seperti laga-laga sebelumnya, yakni possesion football.

Dua pemain Arema diganti tepat setelah water break, adalah Raphael Maitimo dan Dendi Santoso masuk menggantikan Arif Suyono dan Juan Revi yang ditarik keluar. Tak lama setelah itu, sebuah peluang pun hadir bagi anak-anak Singo Edan lewat sepakan keras Dendi, sayang masih belum membuahkan hasil.

Pasukan Seslija terus memborbardir gawang Persija, Gonzales kembali mendapatkan peluang di menit ke-42 yang sayang sekali tidak masuk karena hanya membentur mistar gawang Andritany. Hingga akhir pertandingan skor kacamata masih menghiasi papan skor di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Memasuki paruh kedua, Arema tetap tak mengendurkan serangan. Pressing dari berbagai sisi pun mereka terapkan guna tetap menjaga peluang mereka untuk tak kebobolan serta mencari gol.

Kombinasi apik antara Lopicic, Maitimo dan Dendi di babak kedua menjai perhatian tersendiri. Kendati demikian, hingga 20 menit laga berjalan, anak-anak Singo Edan belum bisa memecah kebuntuan mereka. Demikian dengan para pemain klub ibukota, kesulitan mencari ruang membuat mereka jarang melakukan pergerakan efektif yang mampu mengancam Meiga. Masuknya Wellington seperti tak berarti apa-apa untuk pasukan Banur --sapaan akrab Bambang Nursyansyah.

Setelah peluang Hamka Hamzah melalui tendangan bebas hanya melebar tipis, barulah Persija mendapat peluang emas, namun kini kesigapan Meiga masih mampu menyelamatkan muka Singo Edan.

Peluang beruntun didapat oleh Gonzales cs 13 menit berselang, akan tetapi lagi-lagi gagal peluang terbuka itu gagal dikonversi menjadi gol.

Telur pun pecah bagi Arema, Sunarto yang dijuluki The Joker sukses membuktikan diri bahwa ia adalah salah satu kartu as terbaik milik Singo Edan sejauh ini. Umpan silang yang dilancarkan oleh pada menit ke-84 mampu dimanfaatkan oleh pemain asli binaan Arema ini menjadi gol. Skor pun berubah menjadi 1-0 bagi keunggulan pasukan Milo.

Dalam keadaan unggul Arema tetap tak menyurutkan serangan, mereka tetap mengurung Persija. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 1-0 bagi Singo Edan.

LINE-UP:

Persija Jakarta:

Andritany; Ismed, Maman, Firmansyah, Andik; Novri, Ade Jantra; Nasyrov, Ramdani, Pandi; Adi

Arema Cronus:

Kurnia Meiga; Benny, Ryuji, Hamka, Alfarizie; Arif, Ferry, Juan Revi; Hendro Siswanto, Lopicic; Gonzales

Foto utama: bolabanget.com