Kisah

Sir Alex Ferguson vs Arsene Wenger: Rivalitas Terbaik di Premier League Inggris

Tentang benci, cinta, dan rasa hormat. Dari perebutan gelar juara liga sampai insiden pelemparan pizza. Pertarungan antara Arsenal dan Manchester United adalah duel klasik. Selama lebih dari satu dekade bukan hanya para penikmat sepakbola Inggris tetapi juga di seluruh dunia disuguhi rivalitas yang membara. Pertarungan yang berpucuk pada manajer kedua tim, Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger.

We are part of The Trust Project What is it?

Liga Primer Inggris musim 1996/1997. Arsenal berada dalam situasi kacau, dan baru saja melepas manajer mereka, Bruce Rioch. Petinggi klub kemudian menunjuk Arsene Wenger sebagai manajer baru. Kedatangan Pria asal Prancis ini menimbulkan banyak tanda tanya. Selain karena kandidat terkuat sebelumnya adalah legenda sepakbola Belanda, Johan Cruyff. Rekam jejak Wenger juga kurang meyakinkan. Sebelum mendarat di Arsenal, ia ‘hanya’ menangani klub asal Jepang, Nagoya Grampus Eight.

Di saat yang bersamaan, Sir Alex Ferguson membawa United mendominasi Liga Primer Inggris. Sang manajer asal Skotlandia tengah memburu gelar juara Liga Primer Inggris keempat dalam lima tahun terakhir. Jelas kedatangan Arsene pada awalnya tidak terlalu dipusingkan Sir Alex. Tetapi pertemuan perdana keduanya pada 16 November 1996 setidaknya menunjukan kepada Sir Alex bahwa pesaing yang sepadan untuk dirinya dan United telah hadir.

Pada pertandingan yang digelar di Old Trafford tersebut, United kesulitan bukan main. Andai Nigel Winterburn tidak mencetak gol bunuh diri, Arsenal bisa saja mencuri poin di kandang lawan. Pertemuan kedua di musim tersebut yang terjadi di Highbury juga berlangsung ketat. Musim perdana Wenger di Inggris bukan saja menjadi kejutan karena ia berhasil membawa tim ke peringkat ketiga. Tetapi juga memberi sinyal kepada Sir Alex bahwa ia tidak akan dengan mudah untuk bisa terus mendominasi Liga Primer Inggris.

Saling Mengalahkan dan Saling Lempar Kritik

Bagi para penggemar United, Sir Alex adalah sosok pemenang dengan kepribadian kuat. Tetapi bagi para penggemar Arsenal, ia merupakan sosok yang kelewat agitatif. Sementara itu, para pendukung Arsenal memuja Wenger karena sistem dan juga detail yang luar biasa. Tetapi bagi para penggemar United Wenger bukan sosok yang spesial-spesial amat.

Hubungan keduanya mulai memanas di musim kedua Wenger di Inggris. Kasus rasial antara Ian Wright dan Peter Schmeichel menjadi penyebab utamanya. Wright dan Schmeichel terlibat benturan yang kemudian berakhir dengan keduanya hampir saja baku hantam. Pihak keamanan bahkan sampai terlibat untuk melerai. Alasannya, Wright menuduh Schmeichel melakukan ujaran yang bersifat rasial kepada dirinya. FA bahkan sampai ikut terlibat untuk menyelesaikan masalah ini.

Schmeichel dan Wright kemudian sepakat untuk berdamai. Tapi tidak dengan Wenger dan Sir Alex. Keduanya justru menggunakan kasus yang terlibat di antara para pemain mereka untuk menyindir satu sama lain. “Penyelenggara Liga mungkin bisa memperpanjang masa kompetisi untuk memudahkan Manchester United,” ujar Wenger yang menganggap FA menganak emaskan United. Manajer asal Skotlandia tersebut membalas “Seharusnya ia (Wenger) lebih fokus terhadap tekel keras yang dibuat oleh Ian Wright ketimbang (banyak mengomentari) Manchester United.”