Solusi Lini Depan Manchester United Ada Dalam Diri Wayne Rooney

Perginya Robin Van Persie dan Falcao dari Manchester United, membuat banyak orang berpikir siapa yang pantas menggantikan sosok kedua pemain tersebut, jawabannya ada dalam diri kapten mereka, Wayne Rooney..

Liga Primer musim 2014/15 sudah menutup buku, begitu banyak kejutan serta drama yang jelas lebih baik dari kebanyakan film atau sinetron dalam dan luar negeri bahkan kampung halaman dari Pangeran William itu sendiri. Chelsea berhak mengklaim sebagai terbaik setelah mendominasi liga, paling lama berkuasa di puncak klasemen tanpa gangguan dari peserta lain. Untuk urusan individu pemain Argentina milik Manchester City jadi paling tajam, Sergio Aguero mengoleksi total 26 gol lima diantaranya berhasil diceploskan lewat titik putih.

Musim ini, Manchester United kembali tampil di Liga Champions, walau memulainya dari babak kualifikasi. Dana besar serta performa naik-turun sudah cukup amankan posisi empat karena Tottenham Hotspur terlebih rival abadi Liverpool gagal manfaatkan momentum, khusus klub terakhir, mereka malah dicukur habis oleh Stoke pada laga penutup.

David De Gea boleh menjadi terbaik selama satu musim, masuk akal jika tidak ada dirinya di bawah mistar mungkin tiket untuk tampil di kompetisi bergengsi kawasan bisa lepas dari genggaman, begitu juga kursi manajer diduduki Louis van Gaal. Namun terselip satu rekor baru dibuat oleh Wayne Rooney sang kapiten di atas lapangan.

Statistik 2014/15 (Man Utd)

Main/ Gol: 33/ 14

Assist: 5

Menit: 2877

Kartu Kuning/Merah: 5/1

Presentase Umpan Sukses: 84.7%

Hanya dirinyalah penyerang milik United paling produktif semenjak bendera start kali ini dibentangkan. Kehadiran Radamel Falcao tidak berguna banyak bagi skuat van Gaal. Rooney menutup liga kali ini dengan 12 gol termasuk satu dari penalti. Hal ini menjadikan dirinya pemain pertama mampu selama 11 musim beruntun mencetak minimal 10 gol per musim.

Sering berganti posisi akibat pelatih anyar ngotot menularkan filosofi bermain miliknya, Rooney sempat lama tidak bisa mengancam gawang lawan. Tapi tetap saja pemain lain macam Falcao atau van Persie malah asik dengan dunia sendiri ketimbang berikan sumbangsih.

Semenjak datang ke Old Trafford, Rooney perlahan menjelma jadi penyerang konsisten. Kemampuan serta insting merobek jala terus terasah. Tidak salah Sir Alex Ferguson mengucurkan dana besar untuk membujuknya keluar dari Goodison Park. Bola melengkung indah ke gawang Arsenal saat masih berseragam Everton, terus-menerus keluar di sepanjang membela Setan Merah.

Duetnya dengan Berbatov tidak berjalan dengan mulus

Sepanjang 11 musim, periode 2009/10 dan 2011/12 jadi masa paling subur penyerang dijuluki Shrek seperti karakter dalam film kartun. Untuk musim pertama ia mampu torehkan 26 gol termasuk empat dari hukuman penalti, kemudian selang dua tahun dirinya lebih beringas karena mampu menambah satu catatan golnya tapi juga yang berasal dari titik putih beranjak ke angka enam.

Sayangnya di dua musim ini tidak dibarengi dengan trofi Premier League pada akhir musim. Chelsea dan Manchester City berhasil mencuri dari genggaman walau Wayne sudah tampil habis-habisan mendongkrak poin lewat gol-gol yang diciptakan. Berbanding terbalik saat musim 2010/11 berlangsung. Berdasarkan data, ini adalah periode terburuk baginya. Dirinya memang asih mampu mencetak 11 gol sepanjang musim.

Di tangan David Moyes Wayne Rooney berhasil kembali menjadi penyerang utama

Saat dirinya bermain tidak terlalu bagus seperti ini, gelar juara berhasil United dapatkan, unggul sembilan poin dari peringkat kedua, Chelsea. Tetapi hal ini tidak terlepas dari gangguan cedera dan juga posisi dimana dia dimainkan, sebagai catatan, Sir Alex sangat senang sekali memainkan Rooney menjadi playmaker sejak kedatangan Robin Van Persie, karena pemain Inggris tersebut memiliki kemampuan mengirim umpan yang hampir sama dengan Paul Scholes, seorang sosok yang sampai sekarang Manchester United belum menemukan gantinya.

Sebuah anomali bagi Rooney karena tak mampu menyandingkan gelar top scorer dengan trofi liga di waktu bersamaan. Namun namanya tetap tercatat sebagai pemain paling konsisten mencetak minimal 10 gol dalam 11 musim beruntun dan bisa saja akhir musim mendatang kembali ia lakukan hal serupa.

Tiga pemain baru yang akan membantu Rooney di lini depan

Kepergian Falcao dan Robin Van Persie sampai saat ini masih meninggalkan banyak tanda tanya bagi para pendukung setan merah, siapakah yang akan menggantikan peran kedua pemain tersebut, walaupun musim lalu penampilan keduanya tidak terlalu wah. Coba kita semua melihat kembali Wayne Rooney, hanya dirinyalah penyerang papan atas yang tersisa di skuat Manchester United musim ini. James Wilson dan Javier Hernandez memang masih ada di dalam tim, tetapi, dua nama tersebut belum bisa membuat para pendukung United tenang akan lini depan mereka.

Dengan kata lain, apabila kita melihat semua statistik yang telah kita berikan di atas, pemain lulusan akademi Everton ini adalah solusi lini depan Manchester United untuk musim 2015/16. Ditambah dengan datangnya Sebastian Schweinsteiger, Memphis Depay, Morgan Schneiderlin di lini tengah yang membuat dirinya tidak perlu turun untuk menjadi gelandang seperti musim lalu. Menarik kita simak, apakah musim 2015/16, Wayne Rooney berhasil mengambalikan ketajamannya yang redup? Semua tergantung dari skema permainan Van Gaal dan juga kebugaran dari pemain no.10 Manchester United ini.