Stats Zone Bek Tengah Terbaik Premier League 2014/15

Dia meraih dua penghargaan individu klub sekaligus musim ini dan sekarang bek yang kokoh ini mendapatkan penghargaan lainnya...

PEMENANG SEBELUMNYA

Kembali pada bulan Agustus, beberapa pengamat akan menyebut nama Jose Fonte di antara nama-nama bintang Southampton. Bahkan, ia mungkin sosok yang paling tidak menonjol di antara empat bek The Saints, dua bek masa depan Inggris Nathaniel Clyne dan Ryan Bertrand dan andalan BelgiaToby Alderweireld. Tapi musim ini bek tengah Portugal ini berjaya, menjadi tokoh kunci di pertahanan paling solid di Premier League.
 
Keberhasilan tim besutan Ronald Koeman musim ini terbangun dari pertahanan disiplin - yang hanya kebobolan 33 gol selama 38 pertandingan. Ini mungkin juga berkat deretan pemain menyerang mereka - sebut saja Dusan Tadic, Sadio Mane dan Graziano Pelle yang rentan cedera. Fonte begitu tangguh dari laga pertama hingga terakhir musim ini, dan itulah kenapa jadi sebuah hal yang mengejutkan namanya tidak masuk PFA Team of the Year. Pemain Portugal ini tentu jauh lebih solid dan dapat diandalkan dibandingkan bek Chelsea, Gary Cahill - yang terpilih dalam daftar tersebut - dan anda juga memiliki alasan untuk mengatakan bahwa bek Southampton ini menjalani musim individu yang lebih baik dari duet Gary Cahill (baik di Stamford Bridge dan dalam daftar PFA XI ), John Terry. Dan kita akan berdebat...
 
Terry mungkin telah mengakhiri musim dengan mengangkat trofi Premier League, dan bek Chelsea tentu memiliki musim yang luar biasa, tapi Fonte tampil lebih baik. Selama musim ini, pemain berusia 31 tahun membuat total 22 blok, 56 tekel sukses, 119 intercept dan 202 clearance. Sementara kapten The Blues membuat 30 blok, 37 tekel sukses dan hanya 32 intercept.
 
Mungkin karirnya yang tidak menonjol - dari Portugal ke Premier League, melalui Crystal Palace dan League One (Divisi Satu Inggris) - membuatnya tak menerima penghargaan yang layak diterimanya atas performa-nya yang konsisten.

DAPATKAN STATS ZONE

Fonte mulai tampil luar biasa sekitar pergantian tahun, ketika banyak yang memperkirakan Southampton akan merosot di klasemen. Melawan Arsenal pada momen tahun baru, ia membuat dua intercept yang tepat waktu dan 11 clearance yang tak hanya membuat Arsenal tidak berdaya menyerang, tapi juga takluk 0-2 di St. Mary.
 
Sekitar dua pekan kemudian, Fonte membuat dua blok, 12 clearance dan kekalahan 7 intercept, saat tim asal Hampshire mencuri kemenangan 2-1 di markas Newcastle. Ia cukup beruntung karena wasit Bobby Madlet tidak melihat handball-nya yang jelas di kotak penalti. Southampton mungkin goyah dalam periode akhir musim, dengan hanya dua kemenangan dari delapan laga terakhir mereka, tapi finis di posisi ketujuh adalah pencapaian yang luar biasa dan mungkin cukup untuk membawa mereka ke Europa League. Fonte adalah kunci dari kesuksesan mereka.