Stats Zone Gelandang Tengah Terbaik Premier League 2014/15

Keluarnya Chelsea sebagai juara Premier League musim ini berkat kepemimpinan lini tengah mereka yang mendominasi...

Maestro lini tengah Chelsea yang mengandalkan kaki kiri, Eden Hazard, mendapatkan banyak pujian berkat peran gemilangnya dalam perburuan gelar juara Chelsea dan itu benar adanya. Pemain Belgia ini membukukan 179 dribel, jauh dari pesaing terdekatnya, Alexis Sanchez. Hazard menciptakan lebih banyak peluang dari pemain Premier League lainnya musim ini (101). Dia adalah arsitek Chelsea dan di antara gelandang serang Premier league hanya pemain Arsenal, Alexis Sanchez, yang mencetak lebih banyak gol.
 
Tapi adalah sebuah pertanyaan yang wajar jika kita ragu apakah dia (Hazard) atau pemain menyerang Chelsea lainnya akan mendapatkan kebebasan untuk merusak pertahanan lawan di sepertiga akhir lapangan jika kita menghilangkan tembok di belakang mereka. Jawabannya, tentu saja, tidak. Tembok yang sulit ditembus itu adalah Nemanja Matic. Rekan-rekan setimnya mengandalkaa dirinya, bukan hanya karena ia melakukan 'pekerjaan kotor', namun juga berkat umpan-umpannya.
 
Setelah menandatangani Matic yang berusia 21 tahun dari Kosice dengan harga 1,5 juta pound (pada 2009), The Blues kemudian menggunakannya sebagai alat tukar untuk membeli David Luiz dari Benfica pada 2011. Pemain Brasil itu kemudian meninggalkan Chelsea ke PSG (2014) dan Matic kembali ke London dengan harga 22 juta pound setelah meninggalkan Estadio da Luz. Dan betapa luar biasanya dia sekarang. Dia membukukan lebih banyak tekel (129) musim ini, menjadi pemain ketiga yang paling banyak memenangkan duel udara (278) dan menjadi pemain kedua setelah sang kreator, Cesc Fabregas, dalam urusan melepaskan umpan di area permainan lawan. Dia begitu dipuja berkat kemampuan bertahannya yang efisien, namun dia lebih dari sekedar gelandang 'pengangkut air'. Dia juga bisa bermain.

Perannya di area permainan lawan dan timnya sendiri begitu menonjol dalam kemenangan 2-1 atas Aston Villa pada Februari lalu, Matic mencetak lebih banyak umpan daripada seluruh pemain di atas lapangan (74, dengan akurasi 91 persen), dua di antaranya berperan dalam terciptanya peluang gol. Secara bertahan, dia juga sangat berpengaruh, mencetak lima tekel, enam clearance dan sembilan ball recovery - hanya pemain Villa, Carles Gill, yang lebih banyak melakukannya (11).
 
Hazard dan Ivanovic mencuri perhatian berkat gol-gol mereka, tapi kinerja disiplin dan kecerdasan taktik Matic yang membuat keduanya mencetak gol. Di har yang sama Manchester City bermain imbang 1-1 menghadapi Hull, membuat Chelsea unggul tujuh poin di puncak klasemen.
 
Pemain Serbia ini menunjukkan kemampuannya lagi pada kemenangan 1-0 Chelsea atas Manchester United di Stamford Bridge pada April lalu. Menolak bermain menyerang, The Blues bermain bertahan dan membiarkan Manchester United mendominasi penguasaan bola, yang malah tak banyak menghasilkan sesuatu untuk tim besutan Louis van Gaal dengan Matic terus mengantisipasi semua serangan sebelum mereka datang. Pemain bertinggi enam kaki empat inchi ini membukukan 10 ball recovery, lima tekel, dan empat clearance menggunakan kepala untuk menghindari serangan Si Merah.

GET STATS ZONE

Chelsea mungkin tidak menunjukkan keahlian untuk menyerang di laga itu, tapi The Blues melangkah untuk memenangkan titel liga mereka dalam lima tahun terakhir dan yang keempat dalam 11 musim terakhir. "Dia (Matic) adalah raksasa. Bukan karena tinggi badannya, tapi karena caranya bermain. Pemain ini adalah raksasa." Siapa yang akan mendebat Jose Mourinho sekarang?