Stefano Lilipaly dan Mengapa SC Cambuur adalah Klub yang Tepat Untuknya

Di tahun 2017, Stefano Lilipaly memutuskan berganti klub. Ia sudah tidak lagi berseragam SC Telstar dan kini bermain untuk SC Cambuur. Namun apakah itu baik untuk kariernya?

Lilipaly tampil baik bersama tim nasional Indonesia pada ajang Piala AFF 2016 lalu. Total, ia mampu menciptakan dua gol di turnamen tersebut. Namun tak hanya itu, ia juga menunjukkan semangat dan daya juang yang begitu tinggi sepanjang turnamen.

Lilipaly adalah salah satu kunci dalam perjalanan Indonesia mampu menembus partai final. Ia bermain sangat baik dan menjadi penentu di laga pamungkas fase grup kontra Thailand.

Satu golnya di Hanoi pun memastikan tempat Indonesia di final ajang dua tahunan itu. Sayang di laga final, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand walau sempat menang 2-1 pada leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor.

Tapi perjuangan Lilipaly, intelegensi, visi, teknik individu, dan juga penempatan posisinya mendapat pujian banyak pihak. Ia memenuhi puzzle gelandang pintar dan berteknik tinggi yang selama ini dibutuhkan Indonesia.

Pemain berusia 27 tahun itu begitu sentral di lini tengah, bisa juga bermain di posisi sayap, dan tentunya, sebagai second striker. Semua posisi itu pernah dijalaninya pada Piala AFF 2016 lalu dan Lilipaly selalu menjalaninya dengan penuh semangat.

Berkat penampilan heroik itu, namanya semakin mencuat. SC Telstar sebagai klubnya saat itu pun memagari Lilipaly dengan banderol £100 ribu. Telstar memang ingin agar sang pemain tak hengkang ke klub lain, terlebih ke klub-klub Indonesia yang memang ingin menggunakan jasanya.

Namun pada 24 Januari lalu, Telstar akhirnya luluh. SC Cambuur, saingan mereka di Eerste Divisie (divisi 2 Liga Belanda), mendatangkan Lilipaly dengan banderol £128 ribu atau setara Rp.2,1 miliar. Sebuah harga yang fantastis untuk pemain Indonesia.

Lilipaly pada awalnya dijadwalkan bergabung ke Cambuur pada musim 2017/18 mendatang. Namun karena mereka membutuhkan sosok seorang gelandang, Lilipaly akhirnya didatangkan lebih cepat.

Pemain kelahiran Arnhem, Belanda, itu memulai debut di ajang KNVB Beker menghadapi bekas klubnya yang juga salah satu raksasa Eredivisie, FC Utrecht. Dalam laga itu, Lilipaly bermain sebagai 53 menit sebagai pemain pengganti. Namun ia langsung memberi kontribusi.

Di laga itu, kedua tim bermain imbang 2-2 selama 90 menit. Laga pun diteruskan ke babak adu penalti. Lilipaly, pada laga tersebut diberi kesempatan sebagai algojo keenam Cambuur. Ia melakukan tugasnya dengan baik dan Cambuur pun menang lewat drama adu penalti dengan skor 7-6.

Setelah itu, ia selalu diberi kepercayaan tampil oleh sang pelatih, Arne Slot dan Sipke Hulshoof. Total, hingga saat ini, ia telah tampil sebanyak tujuh kali. Satu di ajang KNVB Beker, dan enam yang lain pada ajang Eerste Divisie.