Kisah

Syamsir Alam: Ke Mana Bakat Besarnya Sekarang?

Ia pernah dianggap sebagai penerus Bambang Pamungkas, namun bakatnya menghilang ketika ia beranjak dewasa. Syamsir Alam menjadi pemain kedua yang kami bahas dalam seri artikel 'Indonesia's Lost Boy'...

We are part of The Trust Project What is it?

Apa yang anda ingat dari perjalanan karier Syamsir Alam sejauh ini? Bersinar di masa muda? Bermain di klub luar negeri? Atau, ehm, kisah romansanya bersama salah satu selebriti? Ah, yang manapun anda ingat, tentunya itulah bagian dari kehidupan Syamsir yang sudah bukan rahasia lagi bagi kita semua.

Sebagai pesepakbola, karier seorang pemain memang bisa dalam sekejap menanjak tinggi dan juga menukik terjun bebas. Penyebab menukiknyanya macam-macam; meniti karier di klub yang salah, cedera parah, hingga terbuai dengan lingkungan yang salah bisa memengaruhi pemain tersebut.

Kontrak setahun dengan DC United hilang karena anggapan 'indisipliner'

“Ada kesalahan komunikasi ketika saya dipanggil untuk tim Indonesia melawan Chelsea. Seharusnya saya langsung kembali ke DC United setelah itu dan mendapatkan pembaruan kontrak selama satu tahun lagi,” kata Syamsir dilansir laman Bolasport pada Agustus 2017 lalu. “Tetapi, ada salah satu pihak yang suruh saya stay di Jogja untuk ke timnas U-23. DC United kemudian mengira saya indisipliner dan hilanglah tawaran kontrak setahun itu,” sambungnya.

Ada kesalahan komunikasi ketika saya dipanggil untuk tim Indonesia melawan Chelsea. Seharusnya saya langsung kembali ke DC United setelah itu dan mendapatkan pembaruan kontrak selama satu tahun lagi

- Syamsir Alam

Syamsir merasa ada hal buruk yang memengaruhi karier sepakbolanya saat itu. Namun jika ditilik lebih jauh lagi, penampilan Syamsir selepas berkarier di luar negeri memang mulai sedikit demi sedikit merosot, jauh dari Syamsir saat ia masih memperkuat tim nasional junior Indonesia U-14 dan U-17.

Padahal, jika karier sepakbolanya berjalan lancar, Syamsir mungkin kini masih akan bermain di klub luar negeri lainnya selain di Amerika Serikat (DC United) ataupun di Belgia (CS Vise). Negara-negara yang mempunyai kompetisi bagus seperti Jepang, Thailand, atau minimal Malaysia pun mungkin akan menampung kemampuan Syamsir andai kata ia masih tangguh seperti masa remajanya dulu.

Ia bahkan pernah menjalani trial di Amerika

Namun kini, untuk sekadar bersaing di klub papan atas Indonesia saja bisa dibilang lumayan sulit. Entah memang Syamsir yang menolak beberapa tawaran klub lokal atau memang sebaliknya, klub-klub lokal yang tak ada melirik Syamsir saat ini, namun yang jelas sepanjang musim 2017 ini Syamsir tercatat tidak memiliki klub dan lebih banyak muncul di layar televisi sebagai pembawa acara (host) di salah satu stasiun televisi nasional Indonesia.