Blog

Tak Penuhi Financial Fair Play, AC Milan Terancam Batal Ke Liga Europa

Banding yang diajukan oleh Milan kepada UEFA telah ditolak dan Rossoneri terancam batal berangkat ke Liga Europa musim depan.

We are part of The Trust Project What is it?

AC Milan bisa menjadi klub ke-17 yang ditolak aksesnya ke kompetisi UEFA karena gagal memenuhi tuntutan Financial Fair Play, bergabung dengan peserta lain seperti Galatasaray dan Panathinaikos.

UEFA merilis sebuah pernyataan malam ini (22/5) mengonfirmasi negosiasi atas “kesepakatan sukarela” dan “perjanjian pembayaran” telah gagal dan klub akan pergi ke sidang disipliner bulan depan. Hal ini merujuk pada utang klub yang seharusnya dilunasi pada Oktober mendatang, namun badan sepakbola Eropa itu berpendapat Milan tidak akan mampu melunasinya tepat waktu. Inilah yang menjadi permasalahan yang membuat mereka dalam sorotan.

"Dewan Investigasi dari Badan Pengendali Keuangan Klub UEFA (CFCB) telah memutuskan untuk merujuk klub Italia AC Milan ke Dewan Peradilan CFCB atas pelanggaran Financial Fair Play, khususnya dalam hal persyaratan impas (break-even)," ungkap pernyataan tersebut.

“Setelah pemeriksaan yang teliti terhadap semua dokumentasi dan penjelasan yang diberikan oleh klub, Dewan Investigasi CFCB menganggap bahwa keadaan dalam kasus ini tidak memungkinkan pelunasan pembayaran."

"Secara khusus, Dewan Investigasi CFCB berpendapat bahwa, di antara faktor-faktor lain, masih ada ketidakpastian dalam kaitannya dengan refinancing (penghitungan ulang) pinjaman dan catatan yang harus dibayar kembali pada Oktober 2018."

Milan sekarang berisiko diembargo dari aktivitas pembelian pemain baru untuk satu atau dua jendela transfer, denda besar, atau bahkan pencoretan dari Liga Europa.

Mereka akan menjadi klub ke-17 yang dikeluarkan dari kompetisi UEFA setelah masalah Financial Fair Play, mengikuti tim-tim seperti Galatasaray pada Maret 2016 dan Dnipro, yang dihukum hanya beberapa bulan setelah mencapai final Liga Europa.

Red Star Belgrade, Panathinaikos, Sion, Partizan Belgrade, Cluj, Bursaspor, CSKA Moscow, dan Dinamo Moscow juga termasuk di antara mereka yang tidak diikutsertakan.

Ini adalah langkah yang tidak biasa bagi UEFA, karena sebagian besar klub besar telah mampu menyelesaikan pelunasan. Namun, pernyataan itu memperjelas bahwa mereka sangat meragukan soliditas pemilik Yonghong Li dan potensi pelunasan pinjaman besar-besaran yang mereka lakukan dari Manajemen Elliott.

Pasalnya, pinjaman itu seharusnya dilunasi pada bulan Oktober dan pembayarannya masih belum jelas setelah berbulan-bulan negosiasi.