Takuma Asano: Talenta Muda Jepang Baru di Arsenal - dan Ia Sangat Cepat!

Para pemain The Gunners sebelumnya dari Negeri Matahari Terbit tidak terlalu berhasil, tapi Scott McIntyre menjelaskan mengapa pemain 21 tahun ini bisa tampil mengesankan jika diberi waktu

Dari selebrasi tarian robot Peter Crouch, gaya mengendus rumput ala Robbie Fowler dan selebrasi KO ala Wayne Rooney, sepak bola Inggris telah melihat perayaan gol yang tidak biasa selama bertahun-tahun. Jika pemain terbaru Arsene Wenger ini mampu memenuhi potensinya, penggemar Premier League mungkin tak lama lagi akan melihat selebrasinya yang seperti seekor kucing. 

Dengan kedua tangan agak terangkat di atas kepala dan kedua telapak tangannya membentuk 'cakaran Jaguar', ini telah menjadi selebrasi khas salah satu talenta muda cemerlang sepakbola Jepang

Gaya ini dikenal di Jepang sebagai 'Jaga Pose', yang mengiringi julukan 'Jaguar' pemain berusia 21 tahun ini, dan sangat mewakili kemampuan mencetak gol Takuma Asano. Namun yang aneh, untuk seorang penyerang yang baru saja pindah ke salah satu klub terbesar di Eropa, jumlah golnya sebetulnya belum terlalu banyak selama karir profesionalnya yang baru seumur jagung.

Belum terlalu produktif

Bahkan sebetulnya, ia tidak mencetak gol sama sekali dalam dua musim pertamanya (2013 dan 2014) di klub juara J.League saat ini, Sanfrecce Hiroshima, di mana ia kerap hanya menjadi pemain cadangan.

Tapi, tahun lalu adalah cerita yang berbeda, ketika pemain muda ini membuktikan dirinya sebagai pemain penting di tim utama, mencetak sembilan gol di 34 penampilan liga, dan membuatnya meraih gelar Pemain Muda Terbaik.

Tapi tahun ini dia sekali lagi kesulitan menjadi starter di Hiroshima, dan hanya empat kali menjadi starter dari 11 pertandingan setelah kesulitan menggeser pemain berusia 32 tahun, Peter Utaka

Dia juga mencetak gol dalam kemenangan 3-0 atas TP Mazembe pada bulan Desember, yang membawa Hiroshima ke semifinal FIFA Club World Cup, di mana mereka harus kalah 1-0 dari klub Argentina, River Plate.

Tapi tahun ini dia sekali lagi kesulitan menjadi starter di Hiroshima, dan hanya empat kali menjadi starter dari 11 pertandingan setelah kesulitan menggeser pemain berusia 32 tahun, Peter Utaka (adik dari mantan penyerang Portsmouth, John) dari line-up. Hanya mencetak dua gol dalam pertandingan-pertandingan tersebut juga tak memunculkan tanda bahwa Arsenal akan mengincarnya.

Tidak mengherankan jika kemudian Wenger berubah pandangan dengan menyebut Asano sebagai lebih dari sebuah proyek jangka panjang.

Bintang muda

Wenger memiliki hubungan dekat dengan Jepang dan telah menyadari kemunculan Asano muda ketika ia membuktikan dirinya sebagai bintang bagi tim SMA-nya, di mana ia dianggap sebagai salah satu prospek terbaik yang mereka lihat selama bertahun-tahun

"Takuma adalah striker muda berbakat dan sangat berharga untuk masa depan; ia telah memiliki awal yang mengesankan untuk karirnya di Jepang dan kami berharap dia berkembang selama beberapa tahun mendatang," kata manajer asal Prancis kepada situs resmi Arsenal.

Wenger memiliki hubungan dekat dengan Jepang dan telah menyadari kemunculan Asano muda ketika ia membuktikan dirinya sebagai bintang bagi tim SMA-nya, di mana ia dianggap sebagai salah satu prospek terbaik yang mereka lihat selama bertahun-tahun.

Sepak bola SMA adalah hal yang berharga di Jepang, dengan kejuaraan nasional reguler di level tersebut bisa menarik 50.000 penonton dan disiarkan secara langsung oleh televisi nasional. Sekolah Asano, Yokkaichi Chuo, adalah tim kuat dari provinsi tempat tinggalnya, Prefektur Mie.

Ia menjadi starter reguler di tahun kedua terakhir di sekolahnya, mencetak gol di setiap pertandingan timnya tahun itu dan menarik minat sejumlah klub top Jepang, termasuk Yokohama F. Marinos dan Hiroshima, dan ia akhirnya memilih klub yang disebutkan terakhir.

Takuma Asano

Kecepatan dan kemampuan dribel Asano membuat bek-bek lawan kesulitan untuk menjaganya