Sorot Bakat

Tentang Dua Putra Legenda Serie A yang Siap Berkembang Pesat di Fiorentina

Dua anak legenda Serie A bertemu di Fiorentina dan sama-sama memiliki potensi yang besar. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

We are part of The Trust Project What is it?

Berbicara nama Chiesa, saya jadi teringat kostum Parma yang dibelikan oleh Ibu saya dari pasar dahulu. Bernomerkan punggung 20 yang tertera di kostum Parma pemberian Ibu tersebut, membuat saya lebih percaya diri dalam bermain bola di lapangan sekitar kampung saya. Omong-omong, generasi 90-an dulu memang cukup lekat dengan Serie A Italia dan saya pun sadar ini, karena beberapa koleksi kostum sepakbola masa kecil dulu pun didominasi oleh tim-tim besar dari Serie A Italia.

Kini Chiesa yang ada di kostum saya itupun telah memiliki penerusnya di dalam dunia sepakbola. Sang ayah yang bernama Enrico Chiesa, dan kini sang penerusnya adalah Federico Chiesa. Sama-sama bermain di Fiorentina, dan juga sama-sama bermain di lini serang. Mengingat-ingat sang ayah main dahulu kala, kini sejujurnya saya merasa lanjut usia… baiklah.

Federico tak sendirian dalam urusan pesepakbola yang memiliki ayah yang juga seorang pesepakbola. Tandemnya di lini depan, Giovanni Simeone yang merupakan anak dari pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, juga berseragam di Fiorentina setelah musim lalu bersinar di Genoa dengan mencetak 12 gol dari 35 kali bermain. Jika Federico dan sang ayah sama-sama beroperasi di lini depan, sedangkan Gio dan sang ayah jelas berbeda; Gio di posisi penyerang dan sang ayah adalah gelandang bertahan andal di masanya. Bahkan baru-baru ini, Gio berhasil menjaringkan gol debutnya di tim nasional Argentina senior pada laga persahabatan.

“Ketika masih kecil ketika saya bermain di River Plate, ayah saya mengatakan bahwa suatu hari saya akan berada di sini (timnas Argentina),” kata pemain berusia 23 tahun itu kepada TyC Sports pasca laga melawan Guatemala.  “Saya mendapatkan beberapa peluang dan saya sangat senang karena saya memiliki rekan setim yang luar biasa, yang selalu memberikan segalanya untuk meraih kemenangan,” ia melanjutkan.

Baik bagi Federico maupun bagi Gio, keduanya jelas akan mendapatkan atensi lebih dari media dan para penggemar. Beban memikul nama besar ayahnya jelas salah satu faktor dari atensi lebih tersebut. Beruntung keduanya memiliki ayah yang cukup suportif terhadap karier sang anak saat ini. Bahkan Federico sendiri bersekolah di International School of Florence yang berbasis dengan bahasa Inggris. Ia sendiri cukup menyenangi pelajaran fisika.

“Ayah saya suatu waktu pernah berbicara seperti ini: kamu akan benar-benar shahih menjadi pemain Serie A jika setidaknya pernah bermain 300 kali disana,” ungkap Federico. Ia mengerti bahwa kariernya masih panjang dan masih pada tahap berkembang untuk ukuran seorang pemain muda di Serie A saat ini.

“Ia juga (ayah saya), terus memantau perkembangan saya dan banyak memberikan nasihat, khususnya masalah perilaku saya di lapangan. Ia banyak berbicara tentang itu,” ungkap Federico dilansir laman Football-Italia. “Saya pernah mendapatkan kartu merah melawan Pescara saat baru 30 menit di lapangan. Saya tahu itu adalah sebuah kesalahan, dan ayah tak berbicara pada saya selama tiga hari, dan akhirnya saya tahu bahwa hal tersebut (kartu merah) adalah sangat buruk.”

Meski sama-sama berposisi di lini serang, Federico menganggap dirinya berbeda dengan sang ayah. “Kita adalah pemain yang berbeda, ia sangat berteknik dan saya lebih berstamina dan memilki fisik yang bagus. Saya harap suatu hari nanti bisa mendekati kemampuan sang ayah dan apa yang ia raih di masa lalu, karena ia adalah pemain yang luar biasa,” ungkapnya.

Fiorentina asuhan Stefano Pioli sendiri kini menganut formasi 4-3-3 sedari awal musim dengan menempatkan Gio di barisan terdepan, Federico di sayap kanan dan Valentin Eyyseric di sayap kiri. Uniknya, Fiorentina saat ini adalah tim dengan rataan umur termuda di Serie A dengan 24,1 tahun. Wajar saja, jika pemain muda macam Gio dan Federico bisa menjadi langganan starter dan top skor mereka, Marco Benassi pun masih berumur 24 tahun.