Terima Kasih, Stadion Rizal Memorial!

25 tahun setelah merayakan gelar terakhir yang pernah diraih tim nasional senior Indonesia, Merah Putih kembali berjaya di stadion yang sama...

Indonesia berhasil melangkah ke semfinal AFF Suzuki Cup 2016 setelah menaklukkan Singapura dengan skor ketat 2-1. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, itu berlangsung ketat dan sengit, sebelum akhirnya Stefano Lilipaly menciptakan gol kemenangan Indonesia pada menit 85.

Kemenangan Indonesia di Stadion Rizal Memorial seperti de javu. Pasalnya, skuat Merah Putih juga pernah merayakan kemenangan di stadion tuan tersebut. Bahkan kemenangan Indonesia atas Thailand di final SEA Games 1991, merupakan kejayaan yang belum terulang lagi di masa ini.

Stadion Rizal Memorial merupakan bagian dari Rizal Memorial Sports Complex. Tak hanya lapagan sepak bola saja, stadion yang menggunakan nama pahlawan nasional Filipina, Jose Rizal, ini punya fasilitas olahraga lainnya, seperti tenis, renang, bowling, bulu tangkis, dan lain-lain.

Kompleks olahraga sepak bola Rizal Memorial dibangun pada tahun 1934, dan pertama kali digunakan dalam gelaran Far Eastern Championship Games. Ajang tersebut merupakan pelopor lahirnya turnamen olahraga, Asian Games. Setelah tahun 1934, Rizal Memorial menjadi tuan rumah di beberapa event lainnya, seperti Asian games, SEA Games, sampai ASEAN Para Games.

Tak hanya digunakan sebagai pertandingan olahraga saja, Rizal Memorial juga pernah menggelar konser grup musik Inggris, The Beatles pada tahun 1966. Bahkan, setidaknya 80.000 pasang mata hadir menyaksikan grup musik asal Liverpool ini.

Menariknya, Stadion Rizal Memorial sudah mulai digunakan pada tahun 1930. Stadion tersebut menjadi tempat Timnas Filipina memainkan pertandingan Internasional. Sempat memburuk kondisinya, Rizal Memorial pun mendapat renovasi dan mulai bisa digunakan pada tahun 1991 untuk SEA Games. Di tahun yang sama itulah, Indonesia menjadi Macan Asia Tenggara terakhir kalinya.

Renovasi besar-besaran Stadion Rizal Memorial terjadi pada tahun 2011. Renovasi tersebut merupakan keharusan bagi stadion tua itu agar Filipina bisa memainkan pertandingan Internasional sesuai standar FIFA.  Perbaikan rumput dan bangku penonton menjadi hal utama Komisi Olahraga Filipina dalam mempercantik Stadio Rizal Memorial. Hasilnya, The Azkals kerap menggunakan stadion ini untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

Sorak Sorai Indonesia di Rizal Memorial

Stadion Rizal Memorial kembali menjadi saksi sorak sorai pemain dan pendukung Indonesia. Hal itu terjadi tatkala skuat Merah-Putih berhasil memenangkan pertandingan hidup mati di Grup A Piala AFF 2016 melawan Singapura.

Sorak sorai di Stadion Rizal Memorial juga pernah terjadi saat Indonesia berlaga di SEA Games 1991, Manila. Saat itu, Indonesia merebut medali emas setelah mengalahkan Thailand dengan adu penalti. Kiper Edy Harto menjadi penyelamat Indonesia dengan menggagalkan sepakan pekan Thailand. Sedangkan Sudirman menjadi algojo terakhir sekaligus penentu juara bagi Indonesia.

Tak ayal Rizal Memorial menjadi stadion bersejarah bagi Indonesia. Bahkan, kejayaan Indonesia di Filipina belum terulang kembali hingga saat ini. Medali emas Indonesia menjadi gelar besar terakhir yang pernah direnggut timnas Indonesia senior. Ingatan tersebut memang tersimpan di arsip sejarah sepak bola Indonesia, namun kejayaan sepak bola Tanah Air kini membeku dan belum mencair lagi.

Kini, setelah 25 tahun, Indonesia kembali ke Rizal Memorial. Seperti para pendahulu, mereka punya tujuan menang untuk bisa mempertahankan supremasi sepak bola Indonesia di Asia Tenggara. Mr. Riedl Boys harus menang untuk membuka peluang lolos semifinal. Sebuah misi sulit karena Indonesia juga harus bergantung pada hasil pertandingan Filipina melawan Thailand, yang memainkan tim lapis kedua.

Di Rizal Memorial, dukungan para pendukung Indonesia turut membantu motivasi pemain Indonesia untuk bisa bangkit setelah gol Khairul Amri di babak pertama. Permainan menyerang yang hanya bisa dipraktekkan oleh Indonesia, bener-benar membuat pertahanan Singapura remuk redam.

Andik Vermansah membobol gawang Hasan Sunny dengan sepakan kaki kanannya. Tipikal kecepatan Andik susah diredam oleh Singapura. Puncaknya adalah ketika Stefano Lilipaly membobol gawang Singapura jelang beberapa menit pertandingan berakhir. Gol yang disambut ratusan pendukung Indonesia di Filipina, meruntuhkan benteng Singapura.

Stadion Rizal Memorial tidak pernah memberikan kenangan pahit bagi Indonesia. Kembali bermain di stadion tua ini malah memberikan Indonesia kekuatan untuk bisa ke semifinal, dan membuktikan keraguan masyarakat Indonesia. Kini, kemenangan diharapkan terus terjadi di laga semifinal. Setidaknya, Indonesia bisa kembali ke percaturan sepak bola Asia Tenggara, setelah setahun penuh ‘berbenah diri’ dari sanksi FIFA.

Foto: Tio Prasetyo Utomo/FFT Indonesia