Analisa

Tiga Fase Seorang Arsene: Bagaimana Gaya Transfer Wenger Berubah dari Tahun ke Tahun

Saat ini, banyak fans Arsenal yang semakin frustasi dengan aktivitas yang sangat minim di bursa transfer musim panas ini. Chas Newkey-Burden menilai ada perubahan sifat Arsene Wenger dalam hal memanfaatkan uang yang ada untuk berbelanja...

We are part of The Trust Project What is it?

Ini adalah sebuah adegan yang mungkin akan mengejutkan para fans Arsenal masa kini. Berdiri di depan media, Arsene Wenger dengan bangga memperkenalkan semua pemain yang ia beli di musim panas saat itu – delapan pemain sekaligus.

Delapan pemain! Pemain-pemain barunya di tahun 1997 mengisi nyaris semua posisi di lapangan, dan di antara mereka ada bintang besar bonafide seperti Marc Overmars dan calon juara Piala Dunia, Emmanuel Petit.

Ini terjadi 19 tahun silam, tapi untuk sebagian besar fans The Gunners, kejadian itu rasanya sudah lama sekali. Dengan semakin seringnya keluhan dan protes terkait berkurangnya aktivitas Wenger di bursa transfer setiap tahunnya, mudah untuk melupakan bahwa orang Perancis ini dulunya adalah seorang pembeli yang aktif.

Arsene Wenger

Wenger memperkenalkan tujuh perekrutan barunya pada Juli 1997 (Christopher Wreh menyusul sebulan kemudian)

Masa-masa ini berlangsung selama sekitar 10 tahun dan dilanjutkan dengan dua sikap lainnya yang berbeda saat bursa transfer dibuka.

Rajin berbelanja (1996-2006)

Ia terus menghabiskan banyak uang di musim-musim panas selanjutya, dengan mendatangkan Thierry Henry, Davor Suker, dan Silvinho di tahun 1999 sebelum menambah enam pemain baru lainnya 12 bulan kemudian

Wenger secara umum sibuk pada masa ini. Setelah delapan pemain baru tersebut membantunya mendapatkan gelar ganda di musim penuh perdananya di London utara, mantan bos Monaco ini menambahkan Freddie Ljungberg dan Nwankwo Kanu ke skuatnya, sambil juga mengejar salah satu striker paling berbakat di Eropa dalam diri Patrick Kluivert.

Ia terus menghabiskan banyak uang di musim-musim panas selanjutya, dengan mendatangkan Thierry Henry, Davor Suker, dan Silvinho di tahun 1999 sebelum menambah enam pemain baru lainnya – di antaranya adalah Edu, Robert Pires, dan Sylvain Wiltord – 12 bulan kemudian.

Sol Campbell, Giovanni van Bronckhorst, dan Richard Wright datang ke Highbury pada tahun 2001, dan juga Gilberto Silva, Jens Lehmann, Jose Antonio Reyes, dan Robin van Persis di tahun selanjutnya.

Masa-masa yang sangat dirindukan ini berakhir di musim 2005/06, saat klub ini mempersiapkan diri untuk pindah rumah. Wenger mendatangkan Alex Hleb, Theo Walcott, dan Emmanuel Adebayor di tahun tersebut, tapi terbukti bahwa hal ini menjadi akhir dari masa penuh belanja dirinya.

Masa-masa mencari pemain murah(2006-2013)

Fans Arsenal mencoba tersenyum dengan rasa optimis saat Denilson, Nicklas Bendtner, dan Mikael Silvestre diperkenalkan, sebelum mulai membuka Google dengan tangan gemetaran saat Marouane Chamakh dan Amaury Bischoff datang

Wenger menjelma menjadi George Osborne dari tahun 2006 dan seterusnya, ketika Arsenal harus bisa menyeimbangkan keuangan mereka setelah kepindahan ke Emirates Stadium. Penghematan menjadi mantra utama dan pemain-pemain dengan harga murah mulai bermunculan.

Fans Arsenal mencoba melakukan yang terbaik untuk tersenyum dengan rasa optimis (meski tetap menjaga ekspektasi) saat Denilson, Nicklas Bendtner, dan Mikael Silvestre diperkenalkan, sebelum mulai membuka Google dengan tangan gemetaran saat Marouane Chamakh dan Amaury Bischoff datang ke London utara.

The Gunners memang sempat melakukan pembelian yang berbeda di masa ini: Samir Nasri dan Andrei Arshavin total bernilai £40 juta, dan Thomas Vermaelen juga sama sekali tidak murah. Tapi siapa sebenarnya Sebastien Squillaci? Dan mengapa harus dia?

Pembangunan sebuah stadion baru adalah alasan utama di belakang penghematan ala Wenger yang baru ini, tapi satu faktor lain juga terlihat muncul: dipecatnya seorang David Dein – yang secara luar biasa, diusir dari klub yang ia layani dengan begitu luar biasa oleh petugas keamanan – merusak cara klub ini untuk melakukan transfer.

Dein selama ini menjadi rekan terpercaya Wenger di bursa transfer, wakil ketua klub yang memiliki kemampuan persuasi yang luar biasa ini mampu dengan sukses berhubungan dengan agen-agen kelas atas di sepakbola. Seperti yang sempat dikatakan sendiri oleh orang Perancis ini, “David melakukan pekerjaan kotor untuk saya.”

David Dein, Arsene Wenger

Kemampuan negosiasi Dein terus dirindukan di Arsenal, sembilan tahun setelah kepergiannya

Dein juga seringkali mengingatkan dewan direksi pentingnya berinvestasi dan mendorong Wenger yang memiliki sifat terlalu berhati-hati untuk memaksakan sebuah kesepakatan. Kepergiannya masih terasa efeknya hingga hari ini.