Tiga Pemain yang Wajib Diperhatikan di ISC A 2016: Juli

ISC A telah berlangsung 10 pekan dan ada beberapa bintang baru yang muncul di kompetisi berformat liga ini. Siapa saja?

Terhitung sampai hari Minggu (17/07/2016), Indonesia Soccer Championship (ISC) A sudah berlangsung selama 10 pekan. Tim-tim mapan seperti Arema Cronus, Sriwijaya FC, dan Persipura Jayapura menguasai papan atas. Namun di antara jajaran nama tenar tersebut, Madura United muncul mengejutkan banyak orang. Bagaimana tidak, secara mantap anak asuhan Gomes de Oliviera tersebut terus berlari kencang, mengumpulan 21 angka dari 10 pertandingan, menjadi pemuncak klasemen sementara (Arema bisa kembali merebutnya jika menang atas Persela Lamongan).

Sementara itu, tim dengan nama besar lainnya seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar masih kesulitan di papan tengah. Seperti mendapatkan kutukan dari langit, ketiga tim tersebut masih gagal menunjukkan penampilan terbaiknya meski dihuni oleh sejumlah pemain bintang. Persib hanyak mampu meraih tiga kali kemenangan dalam 10 pertandingan, Persija tak pernah mencetak gol dalam empat pertandingan terakhirnya, dan PSM Makassar sempat kalah tiga kali secara beruntun.

Di papan bawah, tak ada tanda-tanda kebangkitan dari Perseru Serui dan Persela Lamongan. Sementara PS TNI berhasil meraih kemenangan pertamanya pada pekan kesembilan lalu, Perseru dan Persela seperti sudah kehilangan akal untuk bisa memenangkan pertandingan.

Hal tak kalah mengejutkan juga terjadi menyoal performa pemain-pemain di ISC A. Tak sedikit pemain-pemain – baik pemain asing debutan, pemain muda, maupun pemain berpengalaman – yang digadang-gadang akan tampil hebat justru tampil sebaliknya. Juan Carlos Belencoso, penyerang mahal Persib Bandung, seperti lupa bagaimana caranya mencetak gol. Performa hebat Yogi Rahadian dan Yanto Basna, dua pemain muda potensial, di Piala Jenderal Sudirman 2015 lalu tak lagi terlihat di ISC A sejauh ini. Sementara itu, Bambang Pamungkas, salah satu bomber tertajam dalam sejarah panjang sepakbola Indonesia, terlihat sudah terlalu tua untuk menunjukkan kehebatannya ketika berada di dalam kotak penalti lawan.

Lalu, siapa saja pemain-pemain yang layak mendapatkan perhatian lebih, yang mampu tampil mengejutkan dan konsisten dalam gelaran ISC A sejauh ini?

Luis Carlos Junior (Barito Putera)

Dalam sepakbola, Brasil adalah salah satu negara adidaya. Eksistensi pemain-pemain bebakat sepertinya tak akan pernah habis dari negara yang sudah lima kali menjadi juara dunia tersebut. Dan dalam sejarah panjang sepakbola Indonesia, tak sedikit nama pemain-pemain asal Brasil yang mampu membuat publik sepakbola Indonesia jatuh hati.

Ketika Barito Putera mendatangkan Luis Carlos Junior, mereka mempunyai harapan besar terhadap penyerang asal Brasil tersebut. Namun hanya dalam dua pertandingan, manajemen Barito justru ingin memecatnya. Barito mempunyai alasan logis. Saat itu Luis Carlos memang sudah mencetak satu gol, tetapi dirinya terlalu banyak menyia-nyiakan peluang. Beruntung Mundari Karya, pelatih Barito Putera, mampu meyakinkan manajemen Barito untuk sedikit bersabar terhadap penyerang jebolan Botafogo, salah satu klub besar di Brasil, tersebut. Kesabaran tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dari pekan ketiga hingga pekan kesembilan, Luis Carlos mengamuk. Dia terus-terusan mencetak gol semudah pekerja kantoran menghabiskan uang gajian di awal bulan.

Saat ini penyerang berusia 26 tahun tersebut sudah mencetak sepuluh gol dalam sembilan pertandingan, rata-rata 1,2 gol dalam satu pertandingan. Dirinya bahkan dua kali melakukan hattrick, yaitu saat Barito Putera kalah 5-4 dari tuan rumah Persipura dan menang 5-1 saat menjamu Perseru Serui. Menariknya, Luis Carlos juga sudah mampu bermain efisien saat berada di depan gawang lawan. Tidak seperti pada pekan-pekan awal, dirinya tak lagi sering membuang-buang peluang yang dimilikinya. Berdasarkan statistik dari ISC, hampir seluruh tembakan Luis Carlos yang mengarah ke gawang mampu berubah menjadi gol, dan itu kemudian menjadi salah satu kelebihan utamanya.

Pada pekan kesepuluh dan kesebelas, Barito akan menghadapi Bali United dan PS TNI. Jika berdasarkan performa kedua tim tersebut sejauh ini, Luis Carlos mempunyai peluang besar untuk menambah pundi-pundi golnya. Ujian berat bagi Luis Carlos akan terjadi pada pekan ke-12, di mana Barito Putera akan menjamu Arema Cronus, salah satu tim paling sedikit kebobolan di ISC A sejauh ini. Jika Carlos mampu mengalahkan rapatnya pertahanan Arema, musim debutnya di Indonesia tentu saja akan semakin menggembirakan. Dan juga, bukan tidak mungkin dia akan membuat publik sepakbola Indonesia semakin jatuh hati kepadanya.

Selanjutnya: kiper muda Sriwijaya FC yang berkibar berkat kepercayaan sang pelatih...