Tim Nasional Inggris dan Siklus Menjelang Turnamen Besar

Inggris selalu memukau selama kualifikasi turnamen besar dunia, tetapi saat berlaga di turnamen tersebut, the Three Lions seperti tidak bisa melakukan apa-apa. Muhajjir Esyaputra dari FourFourTwo Indonesia memiliki pandangan tersendiri soal masalah ini...

Siapa Yang Mendukung Inggris Selain Warganya?

I always have a soft spot for England National Team. Bayangkan, sebagai orang Indonesia yang Timnas-nya sendiri kacrut, ada puluhan pilihan Timnas Negara lain yang lebih jago, sering juara, dan juga sering menang untuk di glory-hunter-kan pada Turnamen besar. Tapi pilihan itu jatuh ke Inggris -yang terakhir juara pada tahun 1966. Itupun dengan status tuan rumah dan level kecurangan yang cukup tinggi.

Salah satu faktor yang membuat Inggris menarik adalah kemampuan mereka menciptakan generasi emas, membungkusnya dengan cantik, dan kemudian merusaknya dengan ekspektasi. Dulu sempat ada era David Beckham. Ditambah duet Steven Gerrard - Frank Lampard. Lalu muncul Wayne Rooney. Kini giliran Harry Kane dan Jamie Vardy mengambil alih tongkat estafet.

Bahkan seorang David Beckham saja tidak bisa membawa Inggris meraih gelar

Jika dipikir-pikir, tidak ada dari nama-nama ini yang bisa menyaingi level Pele, Maradona, Ronaldinho, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, atau bahkan Thomas Muller. Tapi sekali lagi, packaging cantik dan kemampuan menjaga hype media Inggris membuat tim mereka selalu menjadi buah bibir di turnamen apapun.

Menyaksikan, mendukung, Timnas Inggris memiliki semacam siklus tersendiri. Nyaris selalu ada momen-momen yang membuat harapan meningkat drastis. Membuat begitu banyak pihak seolah percaya bahwa tim mereka (generasi emas edisi kali ini) bisa berbicara banyak di Turnamen Besar. Bukan hanya berbicara, bahkan hingga merebut gelar di akhir. Hasinya? Masih nihil hingga detik ini. Sesuai siklus standar, yang terjadi setelah hype dan harapan mencapai level tertinggi, tim Inggris crash and burn dengan sukses kembali ke Bumi.

Sumber foto utama: Telegraph.co.uk

Apa yang akan kau lakukan sekarang Roy? Gagal di Euro 2012, PD 2014 dan sekarang bersiap di Euro 2016