Tim Terbaik Eropa FourFourTwo Indonesia: Oktober 2016

Bulan Oktober telah resmi berakhir dan liga-liga top Eropa sudah melewati 10 laga pembuka. Persaingan pun semakin sengit di lima liga top Eropa yakni Premier League, Bundesliga, Serie-A, La Liga, dan Ligue 1. Tak hanya itu, banyak sekali pemain-pemain yang menonjol dan menjadi bintang di bulan Oktober. Karenanya, FourFourTwo memilih susunan tim terbaik di lima liga top Eropa di bulan tersebut...

Penjaga Gawang: Etrit Berisha (Atalanta)

Tim terbaik Serie A bulan Oktober lalu sesungguhnya bukanlah Juventus, AC Milan, atau AS Roma melainkan Atalanta. Tim besutan Gian Piero Gasperini itu berhasil melalui bulan Oktober tanpa menelan satu pun kekalahan. Bahkan mereka mampu mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Satu dari empat kemenangan itu hebatnya mereka dapat dengan menaklukkan Inter Milan. Tak hanya itu, dari catatan baik di lima laga itu, Atalanta hanya kebobolan satu gol. Jelas, yang salah satu bintang kegemilangan mereka itu adalah sang kiper Etrit Berisha.

Berisha sejatinya bukanlah kiper utama Atalanta. Dirinya adalah kiper cadangan dari kiper utama La Dea, Marco Sportiello. Selain itu, Berisha juga hanya berstatus kiper pinjaman dari Lazio. Namun seiring penampilan apiknya, dirinya mampu menjadi pilihan utama dari Gasperini. Dan kiper asal Albania itu juga tak main-main dalam menunjukkan bahwa ia memang layak dinobatkan sebagai kiper utama. Di bulan Oktober, empat laga tanpa kebobolan yang dicapai Atalanta adalah buah kerja kerasnya mampu menahan gempuran-gempuran lawan.

Bek Kanan: Benedikt Howedes (Schalke 04)

Schalke mendapatkan rapor apik di bulan Oktober ini. Enam laga dilalui, mereka tak satu kali pun menelan kekalahan dan justru mendapatkan empat kemenangan. Dan salah satu sosok penting dalam penampilan gemilang mereka adalah berkat konsistensi dari sang kapten, Benedikt Howedes. Dari enam laga di Oktober lalu, berkat konsistensi Howedes, Schalke mampu mencatatkan empat laga tanpa kebobolan. Salah satunya dalam laga Revierderby kontra Borussia Dortmund pekan lalu. Bermain sebagai bek kanan atau bek tengah, pemain tim nasional Jerman itu mampu tampil sama baiknya. Bahkan dirinya kini tercatat sebagai pemain dengan rataan intersep terbanyak di Bundesliga, yakni 4.1 intersep per laga.

Bek Tengah: Cesar Azpiliqueta (Chelsea)

Di bawah racikan baru Antonio Conte, Azpiliqueta tak lagi bermain sebagai bek sayap kiri. Kali ini pemain Spanyol itu bermain di posisi bek tengah sebelah kanan dalam formasi baru 3-4-2-1 milik Chelsea. Menarik memang apa yang dilakukan Conte, mengingat Azpiliqueta sejatinya adalah bek yang sangat agresif dalam membantu penyerangan. Tapi menariknya, pemain bernomor punggung 28 itu mampu tampil hebat ketika bermain sebagai bek tengah dalam formasi tiga bek dimana ia harus lebih berkonsentrasi dalam urusan pertahanan. Tak pelak, empat cleansheet milik Chelsea di Premier League pada bulan Oktober ini salah satunya adalah berkat andil besar Azpiliqueta.

Bek Tengah: Willi Orban (RasenBallsport Leipzig)

RasenBallsport (RB) Leipzig tengah jadi perbincangan banyak pihak setelah mampu menduduki peringkat kedua Bundesliga. Pencapaian itu pun diraih dengan catatan apik, enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan sama sekali belum pernah menelan kekalahan. Tak hanya itu, mereka juga berhasil menjadi tim kedua dengan jumlah kebobolan paling sedikit setelah Bayern Munich. Di bulan Oktober ini pun mereka hanya kebobolan satu gol saja. Dan wajah yang menjadi sorotan atas pencapaian gemilang itu adalah bek tengah mereka, Willi Orban.

Pemain berusia 23 tahun itu adalah pilar utama RB Salzburg di lini belakang. Dirinya pun menjadi pemain yang selalu tampil di seluruh laga The Bulls musim ini. Ia pun selalu tampil baik di semua laga di bulan Oktober. Karenanya, namanya dirasa sangat layak untuk masuk dalam daftar ini. Apalagi dua cleansheet dari tiga laga RB Leipzig di bulan Oktober juga merupakan andil besar dirinya.