Transfer-Transfer Terburuk di Serie A 2016/17 Sejauh Ini

Ini memang baru setengah musim, tetapi beberapa pemain anyar di Serie A gagal memberikan sumbangsih yang nyata - bahkan sudah ada yang ingin pergi dari klub barunya itu pada bursa transfer Januari ini...

Alberto Paloschi – Atalanta

Sewaktu bermain untuk Chievo Verona, Alberto Paloschi adalah salah satu pemain yang digadang sebagai striker masa depan timnas Italia. Namun, hingga usianya menginjak 26 tahun, eks akademi Milan tersebut masih belum menunjukkan sinarnya.

Kegagalan beradaptasi dengan sepakbola Inggris memaksanya kembali ke Italia dan berlabuh di Atalanta di bulan Juni kemarin. Namun, kepindahannya tersebut tak juga membantu sang pemain. Bahkan, ia harus menepi dalam waktu yang lama akibat cedera otot parah sejak bulan November 2016 lalu.

Sejauh ini, Paloschi baru bermain sebanyak enam pertandingan dan belum mampu mempersembahkan satu gol pun untuk Atalanta. Banderol €5,1 juta memang bukan soal, tapi setidaknya La Dea bisa membeli pemain lain dengan biaya tersebut.

Gabriel Barbosa – Internazionale

Internazionale mendatangkan Gabriel Barbosa dari Santos FC dengan banderol yang cukup mahal, yakni £29 juta. Maklum saja, pasalnya performa sang pemain bersama bekas klub Neymar di Brasil tersebut sangat mengesankan.

Namun, Frank de Boer ternyata tak suka dengan gaya permainan penyerang 20 tahun tersebut. Hal ini bisa dipahami karena Roberto Mancini lah yang menginginkan kehadiran pemain yang akrab disapa Gabigol.

Bahkan ketika Stefano Pioli mengambil alih posisi pelatih, namanya juga tak masuk dalam daftar pemain utama I Nerazurri. Sejauh ini, Barbosa hanya tampil sebanyak tiga kali di mana semuanya dimulai dari bangku cadangan.

Hal ini membuat sang pemain berhasrat meninggalkan Guiseppe Meazza pada bursa transfer Januari 2017 ini.