Transfer-Transfer Terburuk yang Pernah Dilakukan Juventus

Apakah menjual Leonardo Bonucci ke Juventus bisa dikatakan sebagai kebijakan transfer terburuk yang pernah dilakukan oleh Juventus? Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi untuk urusan membeli pemain, ada beberapa transfer buruk yang pernah mereka lakukan...

Juventus merupakan sebuah klub besar dan tersukses di Italia hingga saat ini. Tetapi, klub yang dimiliki oleh produsen mobil Fiat itu juga pernah mengalami kegagalan dalam memilih pemain.

Klub yang memilih hitam-putih bak zebra sebagai warna kebesaran mereka ini memang punya kekuatan untuk mendatangkan pemain-pemain hebat dari berbagai klub baik dalam maupun luar Italia. Nama-nama seperti Raimundo Orsi, Omar Sivori, Michael Platini, Zinedine Zidane, Alessandro Del Piero hingga Gianluigi Buffon adalah beberapa yang berhasil ‘dibajak’ Juve dari klub-klub lain dan sukses mengantarkan Bianconeri meraih kesuksesan.

Banyak transfer Juventus memang sudah terbukti cerdas, akan tetapi ada kalanya aksi transfer pemain mereka tak menghasilkan output yang maksimal. Ada saja beberapa pemain yang dibeli dengan harga tak murah ternyata tak sesuai dengan skema pelatih atau tak mampu beradaptasi dengan sepakbola taktis Serie A.

Setiap klub besar pasti pernah punya kegagalan transfer pemain. Juve pun demikian. Menariknya, beberapa pemain yang gagal di Juvetus malah mampu menjadi bintang di klub lain.

Nah, sambil menunggu berita-berita transfer Juventus selanjutnya yang sepertinya akan masih terus dihiasi dengan nama Paul Pogba, ada baiknya kita melihat 7 pemain yang gagal di Juventus (dan malah bersinar di klub lain).

Thierry Henry

Thierry Henry datang ke Juventus tahun 1999 dari Monaco pada usia yang sangat muda, yakni 22 tahun dengan nilai transfer £10 juta. Namun, di Turin Henry gagal mendapat tempat utama di skuat elit Si Nyonya Tua. Henry tak mampu membuat Carlo Ancelotti terkesan dan mengandalkannya, apalagi ia ditempatkan di posisi yang bukan aslinya, yakni sayap kanan.

Hanya 6 bulan di Juventus, Henry akhirnya hengkang ke Arsenal. Ternyata di Highbury, Henry malah berhasil menjadi raja di London Utara. Bersama Henry, Arsenal sukses mengangkat dua trofi Premier League, termasuk ketika The Gunners menjadi juara Inggris tanpa terkalahkan pada musim 2003/04.

Saat ini nama Henry sudah identik sebagai legenda Arsenal. Keputusannya untuk hengkang di tahun 1999 membawanya mendapat gelar King Henry oleh pendukung Arsenal.

Pages