Ulas Taktik: Bagaimana Manchester City Menampilkan Dominasi Total Atas Lawan-Lawannya Musim Ini

Sepakbola yang diinginkan oleh Pep Guardiola akhirnya ditampilkan oleh Manchester City musim ini. Lalu apa yang berbeda daripada Man City musim lalu, yang sama-sama dilatih Guardiola? Renalto Setiawan mengungkap 'rahasia' dominasi City musim ini...

Suatu waktu Cristina Serra, istri Pep Guardiola, pernah mengatakan bahwa Pep Guardiola hampir tak pernah berhenti membicarakan sepakbola. Jeda terlama Pep untuk tidak membicarakan sepakbola setiap harinya hanyalah selama 30 menit. Dalam kurun waktu tersebut ia bisa membicarakan hal-hal lainnya, mungkin membicarakan film-film terbaru Christoper Nolan, bagaimana kehidupannya sebagai New Yorker, hingga membicarakan setelan baju trendy yang ingin ia kenakan ketika berjalan-jalan keliling kota. Namun saat jeda waktu tersebut habis, seperti roh gentayangan, sepakbola akan kembali merasukinya.

Kegilaan Pep Guardiola mengenai sepakbola memang sudah menjadi rahasia umum. Demi sepakbola, setelah mendapatkan ilmu berharga dari Johan Cruyff, yang amat menyukai sepakbola menyerang di mana menurut orang Belanda tersebut menang dengan skor 5-4 lebih menyenangkan daripada menang dengan skor 1-0, ia pergi ke Italia untuk mempelajari cara bertahan dengan benar. Setelah itu, ia juga pernah nekat pergi ke Meksiko hanya untuk belajar langsung dari Juanma Lillo tentang bagaimana caranya melakukan high-pressing. Dan saat menyadari bahwa ilmu yang didapatkannya belum cukup, ia akan mempelajari hal-hal lainnya yang dapat dikaitkan dengan sepakbola. Tak heran jika ia kemudian pernah menyempatkan diri untuk bertukar pikiran denga Garry Kasparov, mantan pecatur terbaik di dunia.

Apakah Pep dan Cruyff membicarakan sepakbola di luar stadion seperti ini? Tentu saja

Sayangnya, saat mulai menangani Manchester City musim lalu, jeda 30 menit dari sepakbola sepertinya menjadi terlalu lama bagi Pep Guardiola. Pasalnya, City saat itu belum mampu tampil sesuai dengan harapannya. Selain pemain-pemain City kesulitan untuk menerapkan filosofi permainannya, City hanya mampu finis di peringkat ketiga pada akhir musim lalu, tertinggal 15 angka dari Chelsea yang berhasil menyabet gelar juara Premier League. Parahnya, tidak hanya di liga, City juga mengalami kegagalan di semua kompetisi yang dikutinya. Pep, yang selama ini hampir selalu mempersembahkan piala untuk klubnya di setiap musimnya, mulai dihantui oleh kegagalan.

Menariknya, beberapa bulan setelah menerima kenyataan pahit bahwa ia memang tidak bisa menyaingi takdir, Pep mulai bisa kembali tersenyum. Musim ini, seperti pegawai pajak yang cekatan, City mulai bermain sesuai dengan keinginan Guardiola – mereka terlihat nyaris tanpa cela. Media-media Inggris yang semula mempertanyakan kemampuan Pep pun berbalik menjadi kawan yang selalu ingin memujinya. Lalu, apa yang dilakukan Pep sehingga City mampu tampil mengerikan seperti sekarang ini?

Tahun pertamanya di Man City tak berjalan terlalu mulus

Peran Tak Biasa Duet Full-Back Manchester City

Saat Manchester City mengalahkan Chelsea di Stamford Bridge beberapa waktu lalu, Kevin De Bruyne, gelandang Manchester City, merupakan pemain terbaik dalam pertandingan tersebut. Dan jika dilihat dari statistiknya, hal ini memang tidak bisa dibantah: selain berhasil mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut, De Bruyne memang merupakan satu-satunya pemain City yang paling intens dalam mengirimkan ancaman ke daerah pertahanan Chelsea di mana dia berhasil melakukan dua tembakan tepat sasaran dan menciptakan eman peluang dalam pertandingan tersebut – dua-duanya merupakan yang terbaik di antara pemain-pemain lainnya.

Menariknya, jika dilihat secara mendetail, selain karena performa meyakinkan De Bruyne, City ternyata juga mempunyai kelebihan lainnya dalam pertandingan tersebut. Performa dua full-back City, Kyle Walker di kanan dan Fabian Delph di kiri, adalah salah satunya. Bagaimana tidak, pergerakan tidak biasa yang sering kali dilakukan dua full-back ini merupakan salah satu alasan kuat mengapa Chelsea kesulitan untuk mengimbangi permainan City.

Pages