Wawancara

Wawancara Eksklusif: Pele Berbicara Tentang Santos dan Juara Piala Dunia Pertamanya

Sudah 60 tahun sejak pria Brasil itu membuat debutnya untuk klub yang tumbuh di pinggiran Sao Paulo. Pada saat Pele meninggalkan klub itu, ia adalah pencetak gol terbanyak dan mengubah The Peixe menjadi klub top dunia. 

We are part of The Trust Project What is it?

Menyebut bahwa potensi Pele sudah terlihat sejak dari usia muda adalah sesuatu yang kurang tepat: ketika Waldemar de Brito membawanya ke Santos, dia mengatakan kepada direksi klub bahwa pemain sederhana berusia 15 tahun itu akan menjadi 'pemain sepak bola terhebat di dunia'. Tidak ada tekanan untuknya ketika itu. Tapi Pele tidak mengecewakan.

Ketika ia tiba di kota pelabuhan industry tersebut yang berjarak 50 mil dari Sao Paulo, klub itu sudah merupakan klub papan atas di Brasil. Pele membawa mereka lebih tinggi lagi. Dia adalah pencetak gol terbanyak di musim penuh pertamanya dan mempersembahkan gelar juara untuk Sao Paulo di musim keduanya. Sembilan gelar besar lainnya menyusul, termasuk lima gelar liga dan dua gelar di level Amerika Selatan. 

Ketika Santos memenangi Piala Interkontinental dua kali secara beruntun dengan menang melawan Benfica dan Milan pada tahun 1962 dan 1963, Pele mencetak tujuh gol dalam dua leg. Pele tidak menciptakan Santos, Pele adalah Santos. Dan dia juga mencintai Santos...

Klub seperti apakah Santos ketika Anda bergabung pada tahun 1956?

"Santos pada saat itu mulai tumbuh. Mereka memiliki fondasi yang sangat baik dan memberikan kesempatan untuk pemain muda. Itu sebabnya saya bermain di tim utama sangat dini."

"Kami memiliki pemain lain yang bermain di sana bernama Colcinho, yang juga berada di tim nasional di usia 17 tahun, tapi lututnya cedera. Kemudian kami memiliki Edu, yang bermain di tim nasional Brasil pada usia 16 atau 17 tahun." 

"Saya diundang untuk pergi ke Rio de Janeiro dan Sao Paulo untuk menjadi pemain profesional dengan klub-klub besar di sana, tapi Santos adalah tim muda yang mulai membuat kejutan pada nama-nama besar, dan tiba-tiba ada banyak pemain bintang karena segala sesuatunya mulai datang bersamaan." 

Apakah ada saat ketika Anda tahu Anda ditakdirkan untuk bermain di sepak bola profesional?

"Ketika saya berada di Santos selama beberapa bulan, kami bermain melawan Corinthians – bukan tim divisi pertama dari Sao Paulo, tetapi di divisi kedua, dari sebuah kota bernama Santandre."

"Saya bermain setelah jeda dan mencetak gol pertama saya, saya tidak akan pernah melupakannya. Itu adalah salah satu momen paling penting dalam karir saya." 

Dalam waktu sekitar satu tahun atau lebih, Anda menjadi seorang bintang besar dan telah memenangi Piala Dunia. Seberapa jauh kehidupan Anda berubah dalam waktu sedemikian singkat?

Pertandingan pertama saya di tim nasional terjadi pada usia 16 tahun, itu melawan Argentina pada tahun 1957 dan saya mencetak gol saat tertinggal 2-1

"Setelah tahun kedua saya di Santos, sangat sulit untuk pergi keluar seperti sebelumnya karena saya berumur 17 tahun dan telah bermain di Piala Dunia. Pertandingan pertama saya di tim nasional terjadi pada usia 16 tahun, itu melawan Argentina pada tahun 1957 dan saya mencetak gol saat tertinggal 2-1 [dan menjadi pemain termuda yang mencetak gol di pertandingan internasional].

"Orang-orang menjadi luar biasa senang karena hal itu tidak normal pada saat itu. Sekarang mereka lebih terbiasa melihat para pemain muda karena adanya televisi. Mereka mencetak satu gol dan seluruh orang dunia melihatnya dan mengetahui sang pemain. Pada waktu itu berbeda, orang-orang terkejut karena saya masih sangat muda."

"Di setiap tempat yang saya kunjungi, orang-orang bertanya, 'Bagaimana bisa anak muda ini bermain untuk Brasil?' Saya tidak terlalu kuat saat itu tapi saya cerdas. Kondisi telah berubah. Hari ini, para pemain muda memiliki lebih banyak kesempatan, tetapi mereka juga memiliki lebih banyak dukungan." 

Topics