Wawancara Eksklusif Sergio van Dijk (Bag. 1): Rekor Belum Pernah Kalah Tak Perlu Dibesar-Besarkan!

FourFourTwo Indonesia berbincang dengan Sergio van Dijk tentang kritik masif dari Bobotoh untuk Persib, gaya bermain Maung Bandung, dan tentang Carlton Cole...

Sampai pekan ketujuh lalu, Persib Bandung tercatat sebagai tim yang belum terkalahkan pada ajang Liga 1 Indonesia musim 2017 ini. Posisi di klasemen sementara pun sebetulnya tak buruk-buruk amat; posisi enam dengan total poin 13 dari tiga kali menang dan empat kali imbang. Mereka juga masih punya satu pertandingan lebih sedikit daripada tim lainnya, dan seandainya mereka sukses meraih kemenangan, mereka bisa kembali ke tiga besar. Seharusnya, para penggemar Persib alias Bobotoh cukup puas pada perkembangan tim ini. Seharusnya.

Namun pada kenyataanya, Persib di awal musim 2017 ini dianggap bermain membosankan bahkan cenderung jelek meski menjadi satu-satunya tim yang belum menelan kekalahan. Bahkan poin yang didapat bisa lebih baik dari sekarang andai tak kebobolan di menit akhir oleh PS TNI serta Borneo FC yang menyebabkan hasil imbang di akhir laga.

Persib di awal musim 2017 ini dianggap bermain membosankan bahkan cenderung jelek meski menjadi satu-satunya tim yang belum menelan kekalahan

“Kita memang belum pernah kalah dan itu statistik yang bagus,” buka Sergio van Dijk, penyerang dari Persib Bandung dalam wawancaranya oleh tim FourFourTwo Indonesia. “Tetapi perumpamaannya, kalah satu pertandingan dan menang di pertandingan lainnya lebih banyak memberikan poin, ketimbang dua kali imbang berturut-turut. Jadi hal tersebut (rekor belum pernah kalah) sebenarnya tak perlu benar-benar selalu kau perhatikan.”

Kritikan tajam mengalir deras. Entah itu dialamatkan untuk pemain, pelatih, manajemen, dan bahkan marquee player sekalipun. Desakan mundur untuk Djadjang Nurdjaman pun sempat bergaung di lini masa sosial media.

“Saya rasa kritik itu normal dan diperbolehkan dalam sepakbola profesional. (Apalagi) ketika ada hal-hal yang tidak berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan para penggemar (Bobotoh). Akan tetapi hal tersebut (kritik) sangat masuk akal di klub sebesar Persib, karena klub ini memiliki begitu banyak penggemar dan juga begitu banyak orang di indonesia menggunakan media sosial untuk mengungkapkan pendapat mereka secara langsung kepada pemain, pelatih, staf dan manajemen,” ungkapnya.

Menurut Sergio van Dijk, kritik adalah hal wajar, apalagi di klub sebesar Persib

“Namun di sisi lain, melihat posisi kedua (kini keenam - red) di papan atas klasemen sementara liga, artinya memang ada sesuatu yang kita kerjakan dengan bagus. Hal tersebut juga harus kita apresiasi,” lanjut SvD.

Sergio yang sudah berkarier di berbagai negara baik di Eropa, Asia Tengah, Asia Tenggara hingga Australia mengungkapkan, “Di negara lain tempat saya pernah bermain, kritik juga ada, tapi dalam skala yang lebih kecil. Di sini hanya berbeda soal jumlah penggemar dan penggunaan media sosial saja.”

Tak mengherankan memang. Budaya kritik para supporter di Indonesia memang termasuk yang cukup ramai. Ada banyak kasus ketika para suporter mampu menggulingkan pelatih dari kursi panasnya. Atau, jika menggulingkan pelatih dianggap hal yang biasa saja, maka coba lihat bagaimana gencar serta vokalnya Bonek Persebaya berulangkali mendesak PSSI untuk menuntut keadilan atas klubnya.

Djadjang Nurdjaman sendiri selaku sosok yang bertanggung jawab dan yang didesak oleh banyak kalangan memang sempat berjanji menampilkan permainan berbeda dan menyerang saat meladeni Borneo FC pekan lalu. Memang ia menepati janjinya, meskipun hanya satu babak. Sergio yang kebetulan juga menjalani laga debutnya di Liga 1 musim 2017 pada pertandingan tersebut pun mengungkapkan pendapat pribadinya.

Sergio baru kembali dari cedera yang ia derita di Piala Presiden

“Setelah imbang di pertandingan (vs Borneo) lalu, saya sangat kecewa karena ini adalah tim yang seharusnya bisa kita kalahkan di sini (di Bandung),”katanya.

Saya sangat kecewa karena Borneo FC adalah tim yang seharusnya bisa kita kalahkan di Bandung

- Sergio van Dijk

“Babak pertama, permainan kami bagus. Saya pikir (pada babak pertama) kami menyerang, kami berbahaya dan mencetak dua gol. Di babak kedua kami memiliki inisiatif untuk bermain (menyerang) namun mereka (Borneo) menjadi lebih kuat.”

“Meskipun gol penyeimbang mereka adalah gol yang luar biasa, namun seharusnya ada beberapa poin yang bisa kita lakukan dengan lebih baik. Masih banyak hal yang harus kami tingkatkan, saat menyerang dan juga saat bertahan,” papar Sergio.

“Ini tentang periode dalam permainan sepakbola. Ada saatnya Anda bermain bagus dan ada beberapa periode di mana Anda bermain buruk. Jadi periode ketika kami bermain buruk inilah yang harus kami harus minimalisir…”

Selanjutnya: Tentang sistem permainan Persib dan Carlton Cole