Analisa

Yang Terbaik dari Premier League Akhir Pekan Kemarin

We are part of The Trust Project What is it?

Gol terbaik akhir pekan ini – Xherdan Shaqiri

Gol-gol dari tendangan bebas saat ini agak dirusak dengan meningkatknya kesadaran para pecinta sepakbola. Sejak keberadaan pandit pertama yang menyalahkan keterlambatan kiper dalam melompat, sekarang setiap gol dari bola-bola mati selalu diiringi oleh analisis mengenai posisi pagar yang kurang baik atau langkah-langkah “curang” yang dilakukan.

Karenanya, tidak mengherankan jika gol tendangan bebas Xherdan Shaqiri yang membuat Victor Valdes salah mengambil posisi juga mendapatkan perlakuan yang sama. Sebuah tendangan bebas yang dieksekusi dengan sempurna dan melengkung indah melewati Valdes ke pojok kanan gawang ini harus “dilukai” dengan anggapan adanya unsur kesalahan Valdes dalam gol ini. Analisis seperti itu memang tidak salah, tetapi hal itu membuat gol seperti ini menjadi kurang menyenangkan – dan analisis seperti ini juga mengabaikan beberapa kompleksitas dalam mpengambilan posisi.

Para penjaga gawang harus berlaku curang dalam situasi seperti itu. Karena gangguang pandangan yang dihasilkan oleh pagar pemain, sulit bagi para kiper untuk melihat arah bola dengan tepat dari jarak 25 yard. Ketidakmampuan kiper untuk melihat dengan jelas ke arah mana bola ditentang dan seringkali tak bisa melihatnya sampai bola benar-benar melewati atas pagar pemain, mereka tak punya banyak waktu untuk bereaksi. Valdes tahu hal itu dan, pada hari Sabtu kemarin, ia juga mungkin sudah mengetahui kemampuan Shaqiri dari jarak dan posisi seperti itu.

Selama beberapa hari sebelum pertandingan, tim pelatih Middlesbrough pasti telah menghabiskan cukup banyak waktu untuk memprediksi situasi ini dan persiapan mereka pastilah juga memasukkan data sejarah tendangan bebas Shaqiri. Ia seringkali mengarahkan bola ke tiang dekat dan kualitas tendangannya membutuhkan antisipasi yang cukup besar – dan pada hari Minggu kemarin, ada contoh nyata mengapa para kiper seringkali harus mengambil risiko seperti itu.

Dengan mempertimbangkan jarak dan dengan jumlah waktu yang lebih banyak untuk bereaksi, Petr Cech jelas-jelas dikalahkan oleh tendangan bebas Philippe Coutinho. Di sepakbola level ini, situasi tersebut bukanlah kontes yang adil.

Tetapi semua ini mengabaikan eksekusi sang pemain. Berbicara kepada tim media social Stoke City pasca pertandingan, Shaqiri mengklaim bahwa ia telah melihat bahwa Valdes bergerak agak ke tiang dekat dan memutuskan untuk mengarahkan tendangannya ke tiang jauh.

Entah benar atau sebagian penjelasannya tertutupi bahasa Inggrisnya yang kurang lancar, gol tersebut tetap merupakan penggambaran jelas teknik tendangan bebas Shaqiri. Seperti situasi satu lawan satu antara penyerang dan kiper dalam beberapa detik sebelum penalti, juga ada sebuah ‘seni’ di situasi tendangan bebas.

Lebar pagar pemain dan pengambilan posisi awal yang bagus adalah bagian dari senjata kiper dalam situasi seperti ini, sementara sudut pengambilan ancang-ancang dan bahasa tubuh adalah senjata eksekutor. Situasi ini seperti permainan catur dan, kali ini, Shaqiri berhasil mengalahkan Valdes.

Aksi individu Sadio Mane yang brilian melewati beberapa pemain Arsenal juga pantas untuk disebutkan di sini, begitu juga dengan tendangan bebas cantic Coutinho, tetapi gol Shaqiri penuh dengan begitu banyak elemen yang memukau: eksekusi dan imajinasi, tetapi juga kecerdikan sang pemain untuk menipu lawannya yang berkelas dunia.

Liverpool merayakan gol atas Arsenal

Para pemain Liverpool merayakan ekemannagn di The Emirates