Analisa

Yang Terbaik dari Premier League Akhir Pekan Kemarin

We are part of The Trust Project What is it?

Pemain terbaik akhir pekan kemarind – Philippe Coutinho

Liverpool tidak benar-benar bermain bagus di Emirates Stadium. Penuh lubang dan sering mengumpan dengan kurang akurat di sebagian besar babak pertama dan kemudian gegabah di 20 menit terakhir, kemenangan mereka adalah berkat pertunjukkan singkat yang dimulai dengan tendangan bebas Coutinho.

Keraguan atas pemain Brasil ini mirip dengan keraguan atas timnya secara keseluruhan: bisakah ia llebih konsisten dalam performa terbaiknya atau apakah ia selamanya akan rentan ‘hilang’ dari pertandingan? Itu adalah pertanyaan untuk hari lain karena pada akhir pekan kemarin, ia memberikan pengaruh yang lebih besar daripada semua pemain lain di Premier League. Ini adalah Coutinho dalam performa terbaiknya: seorang balerina mungil dengan uppercut yang luar biasa.

Gol pertamanya sensasional, sementara gol keduanya adalah titik puncak dari pergerakan yang begitu mengalir, dan di antara keduanya adalah umpan-umpan hebat di pertandingan ini.

Seorang pemain yang sangat-sangat dinamis dengan kemampuan untuk melewati lawan, dalam kondisi terbaiknya, ia juga bisa melihat permainan sebagus pemain lainnya di Inggris.

Terkadang hal itu terlihat dari cara ia berlari ke ruang terbaik untuk mencetak gol atau, seperti akhir pekan kemarin, tendensinya untuk memberikan umpan yang tajam ke area sepertiga lapangan terakhir.

Kritikan atas pertahanan Arsenal di sepanjang laga memang merupakan hal yang pantas, tetapi pada saat itu – umpan flik tanpa melihatnya ke arah Georginio Wijnaldum dalam proses gol kedua – akan membuat tim manapun menjadi korbannya.

Gegenpressing Jurgen Klopp telah menjadi bagian dari leksikon sepakbola Inggris saat ini, dan semua orang sudah mengetahui prinsip strategi ini. Tetapi meski penerimaan bola dan pergerakan vertikal yang cepat merupakan komponen terpenting darinya, gaya penyerangan tim asuhan Klopp didefinisikan oleh fluiditas lini serangnya.

Lini belakang Arsenal memang seperti menangkap angin.

Lini serang Liverpool memang bisa menyerang dengan cepat, tetapi juga bisa mengarah ke berbagai posisi berbeda tergantung situasinya. Roberto Firmino, Adam Lallana, Sadio Mane, dan Wijnaldum bisa berotasi dengan cepat sampai-sampai sulit dilacak dan, seperti Manchester City musim lalu, Arsenal tidak bisa merespon pergerakan itu.

Dan mungkin juga tidak ada pemain lain yang lebih cocok untuk melakukannya ketimbang Coutinho? Ia mendapatkan kebebasan untuk mengisi ruang manapun di lini serang dan, sejatinya, lini belakang Arsenal memang seperti menangkap angin.

Meski ‘tak terlihat’ selama 44 menit pertama dan digantikan di menit ke-70, ia tetap memberikan pengaruh yang luar biasa besar.